Beranda > TKI SUKSES > Dari Usaha Kue, Cucian Motor, hingga Rental Mobil

Dari Usaha Kue, Cucian Motor, hingga Rental Mobil

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 8 Juni 2011

INSPIRASI yang bisa didapatkan dari mereka yang pernah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. H. Sabarudin misalnya. Jiwa wirausahanya dan kemandiriannya begitu tinggi. Lajang kelahiran Jakarta 1972 itu juga ulet dan tak mudah menyerah berwirausaha. Prinsip tidak mau menjadi bawahan menjadi penyemangat anak ketiga dari sembilan bersaudara tersebut.
Prinsip itu semakin terbangun saat bekerja di Jepang.’’Saya bekerja di bidang pengecatan mobil di Jepang pada 1998 hingga 2001. Kontrak dua tahun dan diperpanjang setahun. Setelah itu, katanya tidak boleh dikontrak lagi. Saya berangkat dari agency yang bekerja sama dengan pemerintah,’’ ujar tamatan MAN I Serang, Banten, kepada INDOPOS, Senin petang (6/6).
Bang Udin, begitu lajang yang rencananya bakal menikah setelah Lebaran 2011 dengan perempuan keturunan Solo, Jawa Tengah, itu dipanggil, mengaku berangkat ke Jepang, karena kurangnya mata pencaharian di Indonesia yang dapat menampungnya. ’’Selain itu, saya ingin cari modal. Selama di Jepang, saya bisa kirim uang ke keluarga. Hasil dari Jepang di samping untuk membangun rumah, juga menyiapkan tempat usaha yang juga menjadi satu rangkaian di rumah tersebut,’’ ungkap pria yang tinggal di Jalan Kalibaru Barat, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, tersebut.
Sepulang dari Jepang pada 2001, Udin memulai membuka usaha kecil-kecilan. Dia membuka toko kue di rumahnya.’’Saya ambil aneka kue dan roti dari Bandung, Jawa Barat. Kemudian dijual di rumah,’’  terang pria yang mengaku pernah belajar di Universitas Al Azhar Mesir sekitar tiga tahun dan terpaksa mengundurkan diri dan pulang ke Indonesia akibat krisis moneter pada 1997 itu.
Usaha toko roti yang dirintisnya tidak berjalan mulus. Setelah dua tahun berjalan, dia melihat perkembangan tokonya tidak sesuai harapan. Udin pun tak menyerah. Dia putar otak agar usahanya tidak gulung tikar. ’’Saya ambil kursus membuat kue. Saya ingin buat kue dan roti sendiri. Sejak lima tahun lalu atau sejak 2006, saya membikin roti sendiri dan dijual,’’ imbuh pria keturunan Makassar itu.
Kali ini, usaha yang dirintisnya berjalan sesuai harapan. Namun, Udin tidak lantas puas. Dia pun punya ide mengembangkan aneka kue.’’Seperti kue ulang tahun, untuk acara pernikahan, kantor, atau kegiatan seperti peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kemudian mengembangkan usaha dengan menerima katering. Toko kue masih di rumah, daerah Kalibaru. Namanya Bang Udin,’’ terang pria yang punya 3 karyawan di usaha rotinya tersebut.
Usaha lainnya yang dirintis adalah membuka bengkel kecil-kecilan. Inspirasi ini dilatarbelakangi pekerjaannya sewaktu di Jepang, yakni pengecatan mobil. Namun, tidak bertahan lama. Udin kemudian membuka jasa pencucian kendaraan roda dua.’’Itu dimulai dua tahun lalu. Awalnya sepi, dan harus nombok untuk bayar tenaga nyuci,’’ ungkapnya. Namun, berkat kesabaran, usaha itu berjalan hingga kini. ’’Dengan dua pekerja, sehari rata-rata bisa mencuci 25 sepeda motor,’’ imbuhnya.
Otak wirausaha Udin terus berputar. Setelah usaha kue dan cucian sepeda motor, dia menambah usahanya, rental kendaraan roda empat.’’Nggak harus punya banyak mobil. Yang kepunyaan sendiri direntalkan satu. Selain itu, saya memanfaatkan jaringan teman-teman. Mereka yang punya mobil saya ajak bergabung untuk direntalkan. Biasanya yang dicari, jenis sedan, MPV (Multi-Purpose Vehicle) seperti Xenia, dan Carry. Biasanya jenis Carry banyak laku, mereka menyewa untuk mengantar pengantin,’’ terangnya.
Untuk menjaga keamanan, Udin tidak lepas kunci. Ini bukan tidak percaya kepada para penyewa. Namun, untuk tindakan antisipasi semata. Bagi Udin, mencari uang tidak mudah. Begitu juga merintis usaha yang dimulai dari bawah alias nol. Bengkel yang pernah dirintisnya saja sudah gulung tikar. Oleh karena itu, dia selalu hati-hati dalam setiap pekerjaan yang digelutinya. Termasuk rental mobil Xenianya. ’’Saya bekerja sama dengan adik. Jadi kalau ada yang mau merental mobil saya, adik yang menyetir,’’ tambahnya.
Saat ini, Udin juga sudah berpikir mengembangkan usahanya di luar tempat tinggalnya. Untuk bekal masa depan, Udin juga ingin investasi tanah atau beli rumah. Beberapa tempat telah didatangi dan diliriknya. Namun, untuk sementara belum ada yang cocok.
Kegigihan Udin menggeluti berbagai usaha itu diakui terlecut saat bekerja di Jepang. ’’Saat bekerja sebagai pengecat mobil, bos saya galak. Namun, sebagai seorang bawahan, saya harus tunduk jika masih ingin bekerja di situ. Saya juga tidak tersinggung, karena menyadari posisi sebagai bawahan. Dari situ saya tambah semangat, dalam hati terpacu untuk sesegera mungkin tidak menjadi bawahan. Bisa secepatnya mandiri, mengelola usaha sendiri di Indonesia,’’ ujar pria yang kini sudah bisa menikmati hasil dari jerih payahnya tersebut.
Dari pengalaman bekerja itu, Udin sudah tidak punya keinginan sedikit pun untuk kembali bekerja di negeri orang.’’Kadang, saya ditanya beberapa agen, apa punya teman atau kenalan yang tertarik diajak bekerja ke luar negeri. Saya langsung jawab, tidak ada,’’ tegasnya.
Menurutnya, bekerja di luar negeri, apalagi seperti ke Arab Saudi dan Malaysia, harus punya persiapan matang. Persiapan sangat penting. Harus mempunyai keahlian yang bisa dijadikan modal untuk bekerja di luar negeri. Dengan keahlian, seseorang bisa mempunyai nilai tawar. Di samping itu, harus selalu hati-hati dan menjaga diri. ’’Kalau berangkat tanpa keahlian, mendingan bekerja di Indonesia. Harus mikir risikonya. Banyak cerita menyedihkan. Pemerintah juga harus memberikan skill agar para TKI bisa dihargai,’’ pungkas Udin yang kini berusia 38 tahun. (zul)

Iklan
Kategori:TKI SUKSES
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: