Beranda > TKI SUKSES > Buka Toko Kelontong dan Kelola Lahan Pertanian

Buka Toko Kelontong dan Kelola Lahan Pertanian

SETELAH beberapa waktu bekerja di Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), Khusnul Khotim tertarik juga merantau ke luar negeri.’’Jenuh rasanya. Saya pun berangkat ke Taiwan,’’ ujar pria yang tinggal di Dusun Sumberbendo, Desa Sido Mulyo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, ketika dihubungi INDOPOS, kemarin (3/7). Ketika berangkat merantau, Khusnul praktis tanpa beban. Maklum, saat itu masih lajang, belum mempunyai tanggungan.’’Cari modal saja. Belum ada beban,’’ aku lulusan Madrasah Aliyah Negeri yang lahir pada 1971 tersebut.
Khusnul merantau ke Taiwan selama 4 tahun. Dua tahun pertama, Khusnul bekerja di pabrik peti kemas. Setelah kontrak habis, Khusnul pulang ke Indonesia. ’’Saya bantu-bantu di PJTKI yang memberangkatkan tenaga kerja Indonesia ke Arab Saudi. Setelah satu tahun, saya berangkat ke Taiwan lagi selama dua tahun. Di sana saya bekerja di pabrik baut,’’ imbuh Khusnul.
Sebelum bekerja di pabrik peti kemas dan baut, Khusnul mengaku tidak dibekali keterampilan khusus.’’Saya tidak tertarik ke Arab Saudi, karena kebanyakan ke sana kerjanya bukan di pabrik. Makanya saya pilih Taiwan, karena saya tertarik bekerja di pabrik. Aturan mainnya kan jelas. Jam bekerjanya jelas,’’ terang pria yang menikah setelah pulang dari Taiwan pada 1998 itu.
Pelajaran yang diambil selama bekerja di sana adalah, selain kedisiplinan, juga tidak ada jarak antara yang orang kaya dan miskin. Mereka bebas bergaul dengan enjoy.’’Bos dan karyawan sama-sama kerja dengan enjoy,’’ tambah Khusnul yang menikah pada 1998 dan kini dikarunia dua putra itu; seorang kelas 5 sekolah dasar dan seorang putra lagi berumur 1 tahun.
Setelah pulang dari Taiwan, Khusnul tidak berleha-leha dengan ongkang-ongkang kaki menggunakan hasil jerih payahnya selama empat tahun di Taiwan. Begitu sampai di Indonesia, Khusnul putar otak agar uang yang didapatkannya dengan kerja keras tidak habis begitu saja. ’’Saya beli truk dan tanah, tepatnya sawah untuk pertanian. Truk dijalankan saudara, digunakan untuk jasa pengangkutan seperti bahan-bahan material bangunan,’’ ungkap Khusnul.
Ini berarti Khusnul telah memberdayakan orang lain alias menciptakan lapangan kerja. Khusus truk, Khusnul mempunyai anak buah untuk menjalankannya. ’’Saya memanaj saja,’’ kata Khusnul. Lahan sawah pertanian juga dia kelola. Tentunya, dia mempekerjakan sejumlah orang untuk mengerjakannya.’’Tidak setiap hari. Mereka musiman. Pas dibutuhkan bekerja di sawah, saya minta tolong mereka,’’ imbuhnya. Namun, jasa truk yang dirintis Khusnul tidak bertahan lama. Hanya sekitar tiga tahun. Khusnul fokus mengelola lahan pertanian. ’’Untuk truk hanya berjalan 3 tahun. Tidak ada yang jalankan,’’ imbuhnya.
Pada perkembangan selanjutnya, Khusnul tak puas hanya mengandalkan hasil pertanian yang merupakan di antara hasil dia bekerja di luar negeri. ’’Pada 2001, saya mulai membuka toko kelontong. Saya pilih ini, karena lebih santai. Tempatnya di rumah. Alhamdulillah dari hasil bekerja di Taiwan, bisa beli tanah untuk rumah dan sawah. Dari situ bisa buka toko kelontong juga,’’ terangnya.
Hasil dari kelontong itu cukup lumayan. ’’Untuk makan dan minum dan kebutuhan sehari-hari, alhamdulillah cukup. Di kelontong untuk sementara ditunggui sendiri, saya atau istri. Ya ada pemasukan yang pasti untuk dipegang. Yang paling laris dari toko ini adalah bahan-bahan sembako,’’ terang anak sulung dari tujuh bersaudara tersebut. Ke depan, Khusnul ingin lebih baik dan dapat mengembangkan toko kelontong dan lahan pertaniannya. ’’Semoga ke depan lebih sukses,’’ harapnya.
Khusnul juga berharap, mereka yang merantau ke luar negeri untuk bekerja dapat memaksimalkan apa yang didapatnya. Syukur-syukur dapat memberi manfaat bagi orang lain.’’Kalau pergi ke luar negeri untuk kerja, cari modal sebanyak-banyaknya. Terus dikembangkan sehingga bisa memberi lapangan kerja atau menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,’’ pintanya. (zul)

Iklan
Kategori:TKI SUKSES
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: