Beranda > ANCOL > Ancol Gelar Khitanan Masal Gratis untuk 200 Anak Dhuafa

Ancol Gelar Khitanan Masal Gratis untuk 200 Anak Dhuafa

 

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 10 Juli 2011

JAKARTA-Kegiatan sosial menjadi salah satu komitmen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk kepada masyarakat. Oleh karena itu, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sering menggelar berbagai kegiatan sebagai bentuk kepedulian sosial. Sabtu (2/7) misalnya. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menggelar aksi sosial bagi kalangan keluarga tidak mampu (dhuafa). Memperingati hari jadinya yang ke-19, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk melaksanakan khitanan masal gratis bagi 200 anak dhuafa dengan tema ’’Indahnya Berbagi untuk Indonesia Sehat’’ di Masjid Baiturrahman Jaya Ancol.
Khitanan masal gratis yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya ini, selain langkah nyata kontribusi Ancol Taman Impian terhadap pelayanan kesehatan bagi kaum dhuafa, juga untuk membantu pemerintah mewujudkan sasaran pembangunan millenium (MDGs). ’’Khitanan masal ini merupakan implementasi tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar dan internal karyawan, sekaligus bentuk wujud syukur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang mampu tetap eksis selama 19 tahun menjalankan usahanya. Melalui kegiatan sosial ini, kami ingin membantu memberikan solusi bagi keluarga dhuafa untuk meringankan biaya mereka dalam melaksanakan ibadah khitan,’’ kata Harianto Badjoeri, direktur Sumber Daya Manusia & Pengelolaan Kawasan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, perusahaan pengembang dan pengelola kawasan wisata terpadu Ancol Taman Impian.
Dari 200 anak yang dikhitan, 25 orang berasal dari kawasan Kepulauan Seribu dan 100 orang dari Kecamatan Pademangan. Sedangkan 75 anak lainnya merupakan merupakan putra dari para karyawan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) golongan I dan 2, serta karyawan outsourcing bidang kebersihan, keamanan, dan lainnya.‏
Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menggandeng RZI sebagai pelaksanaa kegiatan tersebut karena dinilai berpengalaman selama 11 tahun menangani khitanan masal. Selain menghadirkan tim medis profesional, pelaksanaan khitanan masal PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang ditangani RZI juga menggunakan metode laser dengan kelebihan dapat mengurangi pendarahan dan mempercepat proses pengeringan luka sehingga peserta khitanan bisa langsung beraktivitas. Tim medis RZI juga akan melakukan pemeriksaan pascakhitan.
Khitan sendiri masuk dalam sasaran pembangunan millenium (MDGs), karena upaya tersebut terbukti dapat mengurangi risiko beberapa penyakit yang membahayakan, seperti HIV sebesar 60%, herpes 28% dan HPV (Human Pappiloma Virus) sebesar 35%.
Pada kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 13.00 WIB itu, juga digelar acara hiburan yang sengaja ditujukan bagi para peserta khitanan berupa penampilan grup marawis, permainan menarik, serta dongeng Islami. Manajemen Ancol juga memberikan apresiasi kepada para peserta khitanan berupa bingkisan hadiah berbentuk uang saku, busana muslim, konsumsi dan snack.
’’Kami ingin berbagi kebahagian dengan anak-anak peserta khitanan dan bersama keluargannya melalui kegiatan sosial ini. Karena, Ancol dapat tumbuh dan berkembang seperti saat sekarang ini tak lepas dari peran karyawan Ancol berserta warga sekitar. Kegiatan ini juga merupakan bentuk apresiasi Ancol terhadap wujud kebersamaan,’’ ujar Harianto.
Di bagian lain, sebagai bentuk implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) Ancol juga kerap melakukan kegiatan yang ditujukan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Beberapa kegiatan CSR yang telah dilaksanakan dan tetap eksis berjalan hingga kini adalah program Ancol Sayang Lingkungan, Ancol Bebas Styrofoam, Teens Go Green, Sekolah Rakyat Ancol, dan Ancol Art Academy.
Saat peresmian wahana-wahana baru Ancol oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Ocean Ecopark, Jakarta, pada 21 Juni 2011, dia juga meresmikan Taman Komodo yang berada di kawasan yang sama. Patung komodo menampilkan tiga ekor komodo dengan karakter lucu dan warna warni. Komodo dipilih sebagai ikon satwa langka yang asli dari Indonesia. Sebelumnya Ancol mengadakan sayembara komodo pada Januari hingga Maret 2011. Total ada 50 peserta yang mengikuti sayembera patung komodo. Fauzi Bowo dan Ir. Ciputra bertindak sebagai dewan juri kehormatan. Karya dari juara pertama sayembara ini pun terpilih menjadi patung yang ditampilkan sebagai ikon Ocean Ecopark.
Selain itu, pihak Ancol melalui Fauzi Bowo memberikan penghargaan kepada beberapa seniman Betawi sebagai bentuk apreasi atas konsistensi mereka terhadap upaya-upaya pelestarian kesenian dan budaya Betawi. Para seniman itu antara lain Hj. Onih, Rahmat Ruhiyat, dan Yoyo Muhtar.
Pemerhati lingkungan Jakarta pun tak luput mendapatkan penghargaan. Mereka dianggap melakukan konsistensi nyata terhadap pemberdayaan lingkungan. Para pemerhati lingkungan tersebut antara lain Enny Sudarmonowati dan Bob Novandy.
Fauzi Bowo juga menyerahkan piala bergilir Gubernur DKI Jakarta kepada para peserta pemenang Abang None Cilik 2011. Ajang itu sendiri telah  berlangsung 16-19 Juni 2011 di Pasar Seni Ancol. Abang None cilik yang terpilih akan bertindak sebagai Duta Wisata Ancol. Berikut daftar pemenang Abang None Cilik dan remaja. Kategori A (5-8 tahun): Abang Malikha Al Hazazi, None Princes Elysa Bragita Diana. Kategori B (9-12 tahun): Abang Muh. Imam Mumtaz & None Ajeng Putri. Kategori C (13-16 tahun): Abang Reyhan Pranantha Savero Putra & None Dhiya Nadira. (wac/zul)

Iklan
Kategori:ANCOL
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: