Beranda > ANCOL > ASL Mendapat Respons Positif

ASL Mendapat Respons Positif

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 19 Agustus 2011

SALAH satu program kepedulian lingkungan yang digagas PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJA) adalah Ancol Sayang Lingkungan (ASL). Program itu semakin berkembang usai studi banding ke salah satu kelurahan percontohan yang telah berhasil melakukan penghijauan, beberapa waktu lalu. Dalam studi banding itu, perusahaan pengembang kawasan wisata terpadu Ancol Taman Impian  mengajak warga sekitar. Yaitu warga dari tiga kelurahan di Kecamatan Pademangan, yakni Kelurahan Ancol, Pademangan Barat, dan Pademangan Timur.
’’Kita mengajak mereka ke daerah di Fatmawati. Dimotori Ibu Bambang Harini, warga dan juga pejabat kelurahan kita ajak ke sana. Mereka tertarik, ternyata tinggal di gang,  bisa rapi juga,’’ terang Community Development Manager PT PJA Tbk Rika Lestari saat membuka pembicaraan tentang ASL, kepada INDOPOS.
Dalam perkembanganya, program itu mampu menggerakkan dan memberdayakan warga. ’’Kita bermitra dengan masyarakat mulai 2003. Menawarkan beberapa program. Mulai dari program kertas daur ulang, pupuk kompos, dan penghijauan,’’ ujar Rika. Pihaknya melibatkan RW 01, 02, dan 08 di Kelurahan Ancol. ’’Jadi waktu itu yang bergerak tiga RW dan punya ciri khas masing-masing sekarang,’’ imbuh Rika.
Adapun program yang sudah berjalan kata dia adalah kertas daur ulang (KDU) yang dikelola oleh warga. Adapun bahan baku daur ulang berasal dari sampah kertas dari sejumlah perusahaan yang ada di kawasan Ancol. Sampah itu kemudian diberikan kepada warga untuk didaur ulang.’’Kemudian kita order kepada mereka untuk jadi kartu nama. Kita juga ikut memberikan kesempatan kepada warga untuk memasarkan produknya keluar,’’ terang Rika.
Misalnya, kalau PT PJA Tbk menggelar pameran dan punya space, pihaknya akan undang teman-teman ASL untuk display di sana. Selain itu pihaknya juga memberikan kesempatan kepada anggota ASL untuk display dan mempromosikan hasil produknya di Pasar Seni. ’’Di sana sudah berdiri Warung Hijau ASL, sebagai outlet sekaligus sarana promosi produk,’’ terang Rika.
Selain sebagai tempat mempromosikan produk, pihaknya juga memberi kesempatan ibu-ibu untuk berjualan makanan rumahan di Warung Hijau Pasar Seni. ’’Hasil produk makanan itu, biasanya dibeli oleh karyawan Ancol, Pasar Seni, hingga seniman di sana,’’ terang Rika.
Hingga saat ini kata wanita berjilbab tersebut, program sudah berjalan cukup bagus. Hal itu dikarenakan tidak hanya Ancol saja yang menyerap produk hasil daur ulang warga. ’’Bahkan sampai Gubernur DKI Fauzi Bowo juga sudah memakai aneka macam produk daur ulang ASL. Seperti kartu nama dan beberapa produk untuk ucapan terima kasih dan sebagainya,’’
terang Rika.
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini ada sekitar 20 orang yang aktif di program daur ulang. ASL sendiri saat ini sudah jadi koperasi. ’’Awalnya adalah komunitas, sekarang sudah berkembang menjadi koperasi. Dengan adanya koperasi mereka bisa mengajak masyarakat yang ada di sekitar situ untuk berkarya,’’ beber Rika.
Dari awal, kata dia, PT PJA Tbk memberikan kail dalam memberdayakan warga. Bukan memberikan ikan. ’’Artinya kita hanya investasi awal di situ memberikan mereka pendidikan. Awalnya belajar membuat kertas daur ulang di Depok, teman-teman sangat luar biasa. Mereka untuk mendapatkan kertas-kertas seperti ini risetnya berulang-ulang,’’ jelas Rika.
Dalam mendaur ulang kertas, dihindari pewarna kimiawi. Setelah warga cukup ahli membuat kertas daur ulang, mereka sendirilah yang mengembangkan karya. Pihaknya hanya men-support.
Sementara itu, Ketua Koperasi ASL Mustofa mengatakan, saat ini koperasi beranggotakan 40 orang. Dalam satu bulan, kata dia, pihaknya bisa menghasilkan sekitar 600 lembar kertas daur ulang. Selain kertas pihaknya juga mengerjakan pembuatan kalender, tempat pensil dan aneka jenis office stationery. ’’Hasil kerajinan kita, dibeli oleh Ancol dan juga Gubernur. Seperti untuk kartu nama maupun kartu ucapan,’’ ujarnya.
Mustofa menambahkan, program ASL yang digagas PT PJA Tbk mampu memberdayakan warga. ’’Minimal bisa meminimalisir kegiatan yang negatif. Kita jadi terbantu ada kegiatan,’’ terangnya. (dai)

Iklan
Kategori:ANCOL
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: