Beranda > ANCOL > Hari Anak Nasional di Ancol Meriah

Hari Anak Nasional di Ancol Meriah

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 24 Juli 2011

Dihadiri Wapres dan Sejumlah Menteri

JAKARTA-Kreativitas anak Indonesia tidak dapat berkembang dengan baik jika tidak mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat. Selain itu, masalah kemiskinan keluarga kerap melahirkan anak-anak jalanan tanpa perlindungan pendidikan dan kesehatan. Itu tertuang dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2011 yang diikuti ratusan anak Indonesia di Dufan, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu siang (23/7). Kegiatan yang dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Boediono itu diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan. Wapres Boediono mengatakan, suatu bangsa akan maju apabila generasi penerus bangsa, lebih baik lagi. Ini tanggung jawab generasi sekarang dan akan dinilai oleh sejarah, apakah generasi sekarang berhasil atau tidak. ’’Adalah tanggung jawab kita semua, para orang tua, guru, dan organisasi kemasyarakatan. Mutu kehidupan keluarga akan sangat memengaruhi perkembangan anak,’’ ujarnya dalam sambutan pada Peringatan Hari Anak Nasional 2011 dengan tema Anak Indonesia Sehat, Kreatif dan Berakhlak Mulia kemarin.
Boediono menambahkan, saat lahir, kondisi dan derajat kehidupan anak, keluarga sangat menentukan. ’’Saya ingatkan, angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi. Adalah tanggung jawab utama tetap pada orang tua dan pemegang kunci. Di samping itu, kesehatan anak dan kebutuhan anak akan semakin kompleks,’’ jelasnya.
Wapres Boediono menambahkan, kemiskinan keluarga menjadi musuh utama anak-anak Indonesia. Kemiskinan keluarga melahirkan anak jalanan dan anak dipaksa bekerja pada usia dini. Anak-anak tidak mendapatkan perlindungan, kesehatan, serta pendidikan. Masyarakat memiliki peranan yang besar untuk mewujudkan dalam bentuk nyata demi kemajuan bangsa. Adalah tugasnya membantu mereka melewati masa-masa sulit dan menjadikan warga negara yang andal.’’Peran serta pemerintah sangat penting,’’ tukasnya. Tema Anak Indonesia Sehat, Kreatif, dan Berakhlak Mulia muncul agar ke depan para generasi penerus bangsa lebih sehat, terampil, berani memunculkan ide-ide baru, dan memiliki akhlak serta budi pekerti baik.
Kegiatan Hari Anak Nasional 2011 kemarin diikuti oleh peserta usia 3-18 tahun (TK, SD, SMP, dan SMA). Pentingnya masalah pendidikan, kesehatan dan gizi, 4 sehat 5 sempurna, agar anak Indonesia cerdas dan lebih berprestasi. Selain itu, menjadikan putra-putri Indonesia yang berkarakter dan dapat bersaing. Wapres dan istri Herawati Boediono kemudian meninggalkan tempat acara dengan disambut lambaian tangan dari anak-anak Indonesia.
Gerakan Pramuka juga menyemarakkan acara Hari Anak Nasional kemarin. Ustadz Cilik, asal Malang, Jawa Timur, Muhammad Choirul Rizal membuat para penonton terpana dengan dongeng tentang Tole sang Pelamun yang ingin menjadi wakil presiden.
Puspita Kusuma Putri, 16, pelajar kelas 11 SMA N 77, Cempaka Putih, berharap, anak-anak Indonesia harus lebih maju lagi ke depan. ’’Jangan hanya berkembang saja, hindari tawuran yang dapat merusak negeri sendiri,’’ ujarnya bersemangat.
Selain wapres, hadir Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari, dan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. ’’Dengan peringatan Hari Anak Nasional ini, kita akan tingkatkan kesehatan anak di Indonesia, terlebih pada masa keemasan mereka,’’ ujar Menkes kepada wartawan kemarin. (ibl)

Iklan
Kategori:ANCOL
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: