Beranda > ANCOL > Kenalkan Budaya Indonesia kepada Ribuan Anak di Ancol

Kenalkan Budaya Indonesia kepada Ribuan Anak di Ancol

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 1 Agustus 2011

JAKARTA– Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) bersama Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP dan PA) memperingati Hari Anak Nasional (HAN) di Hall Rama Shinta, Dunia Fantasi, Ancol Taman Impian, Rabu (27/7). Peringatan HAN digelar dengan mengundang 6.000 anak Indonesia. Para siswa dikenalkan keragaman dan kekayaan budaya melalui pagelaran seni. Pagelaran tersebut diberi nama Pesta Anak Indonesia 2011 dengan mengambil tema “Aku Cinta Budaya Indonesia”. 
    Dalam kesempatan itu, anak-anak Indonesia menampilkan sendratari dari provinsi-provinsi. Selain itu, para undangan juga dilibatkan bermain angklung bersama dengan 1.500 anak dari berbagai sekolah di Indonesia.  Pengenalan keragaman budaya juga disuguhkan dalam bentuk operet yang dimeriahkan artis-artis ibu kota. 
   Meneg PP dan PA Linda Amalia Sari mengatakan, anak-anak sekarang di era globalisasi lebih kenal dengan Batman, Superman, daripada Gatotkaca. Pihaknya prihatin dengan gempuran budaya asing yang terus menerus masuk ke dalam dunia anak. ’’Melalui pagelaran seperti inilah kami beserta stakeholder yang memang peduli di bidang anak sedang berusaha menanamkan kembali nilai-nilai luhur budaya Indonesia agar anak-anak lebih mencintai budaya bangsanya sendiri,’’ terang Linda. 
    Kecintaan anak akan budaya bangsa sendiri, kata dia, harus terus ditumbuhkan dengan cara mengenalkan budaya bangsa sejak usia dini. Selain bermanfaat untuk mengetahui bakat dan potensi anak, pengenalan budaya sejak usia dini juga dapat membentuk karakter anak ke arah yang lebih positif. Oleh karena itu, mengenalkan anak akan budaya luhur bangsa sangat membantu proses tumbuh kembang anak. ’’Saya berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan tidak hanya digelar di kota-kota besar saja. Tetapi juga di daerah-daerah konflik dan rawan bencana,’’ ujar Linda. 
    Sebab anak-anak di daerah itu justru membutuhkan perlindungan dan perhatian khusus agar lebih cepat terbebas dari trauma. Melalui pagelaran seni, pihaknya berpesan kepada seluruh anak Indonesia untuk terus menikmati hari-hari indah dengan semangat cinta tanah air serta bangga akan budaya bangsa sendiri.
Peringatan HAN di Dunia Fantasi, sudah digelar beberapa kali. Yang pertama oleh Kementerian Kesehatan pada Sabtu, 23 Juli 2011, kemudian oleh Yayasan Putera Bahagia pada Senin 25 Juli 2011, dan Rabu kemarin (27/78) oleh SIKIB dan Kementerian PP dan PA. 
    Budi Karya Sumadi, direktur utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, pengembang dan pengelola kawasan terpadu Ancol Taman Impian, mengatakan bahwa Ancol menyambut dengan bahagia dan mendukung pelaksanaan peringatan Hari Anak Nasional tersebut.
    Sambutan dan dukungan tersebut tidak terlepas dari komitmen Ancol selama ini untuk terus mengembangkan diri menjadi pilihan tempat wisata yang menyenangkan untuk keluarga. Oleh karena itu, pada 2011 ini Ancol telah melakukan berbagai inovasi dan renovasi. Antara lain membuka secara resmi Ocean Ecopark, Fantastique Multimedia Show di Ecopark, Under Water Theatre di Ocean Dream Samudera, dan Kalila di Dunia Fantasi serta mengembangkan Ancol menjadi kawasan eco-holiday.
    ’’Tujuan wisata dan wahana baru yang dikembangkan Ancol adalah wahana yang rekreatif dan juga edukatif. Hal ini adalah sebagai upaya Ancol memberikan content manfaat lebih dari wahana yang disiapkannya. Edutainment dan eco-learning menjadi perhatian utama kami dalam inovasi-inovasi kami,’’ ujar Budi.
    Hal tersebut seiring dengan perhatian pemerintah terhadap pentingnya mempersiapkan anak-anak Indonesia menjadi generasi yang sehat, kreatif, dan berakhlak mulia sekaligus cerdas dan berprestasi. Guna mewujudkan hal tersebut, maka jaminan pemenuhan hak-hak anak untuk memeroleh pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan yang bermutu harus terus diupayakan. Ini juga dalam upaya menjamin pemenuhan hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi. 
    Peringatan HAN dilaksanakan di tingkat nasional dan di tingkat daerah dengan tujuan agar semua lapisan masyarakat menyadari akan pentingnya pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak Indonesia.
    ’’Edutainment yang kami maksud adalah menggabungakan edukasi dan entertainment, seperti di Dunia Fantasi, anak-anak dapat belajar ilmu fisika dari sistem pergerakan wahana-wahana yang ada. Di Ecopark dapat belajar ekologi keanekaragaman hayati dengan dikembangkannya tanaman-tanaman langka dari pesisir. Di Ocean Dream Samudera anak-anak akan dapat belajar biologi dari satwa yang ada dengan cara yang sangat menyenangkan dan sambil bermain,’’ pungkas Budi. (dai)

Iklan
Kategori:ANCOL
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: