Arsip

Archive for September, 2011

Kemenakertrans

September 26, 2011 Tinggalkan komentar

Iklan
Kategori:KEMENAKERTRANS

Kemenakertrans

September 26, 2011 Tinggalkan komentar

Kategori:KEMENAKERTRANS

Rumah Sosial Menuju Masyarakat Sejahtera

September 26, 2011 Tinggalkan komentar

Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di 50 Kabupaten Daerah Tertingga

JAKARTA-Pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia telah menunjukkan banyak kemajuan terutama bagi warga masyarakat yang kurang beruntung dan rentan yang lebih dikenal dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan masyarakat miskin yang menjadi kelompok sasaran pelayanan sosial. Kemajuan kondisi sosial masyarakat terutama PMKS seperti tercermin pada indikator sosial antara lain jangkauan pelayanan sosial di satu sisi dan penurunan jumlah PMKS dan masyarakat miskin, kemandirian dan keberfungsian sosial PMKS dan masyarakat miskin, juga tercermin pada tumbuh dan berkembangnya kelembagaan sosial, organisasi sosial, pranata sosial, pilar-pilar partisipasi sosial (volunteerism), dan nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang menjadi karakteristik dan jati diri bangsa Indonesia. Selain itu, pencapaian pembangunan kesejahteraan sosial bisa terlihat juga dari indikator sosial lainnya yakni adanya peningkatan produktivitas PMKS dan masyarakat miskin sebagai sumber daya manusia yang dapat berpartisipasi aktif dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara. 
Dari kompleksnya permasalahan kesejahteraan sosial di Indonesia, tetapi melalui pengalaman pelayanan sosial yang panjang, Kementerian Sosial telah berhasil melakukan identifikasi terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) ke dalam lima isu strategis, yakni kemiskinan (atau kefakirmiskinan), kecacatan, keterlantaran, ketunaan sosial, dan korban bencana. Pengelompokan ini dapat memudahkan penetapan sasaran pelayanan sosial melalui kebijakan, program dan kegiatan kesejahteraan sosial. 
Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (Badiklit Kesos) Kementerian Sosial Republik Indonesia DR Marjuki, M.Sc mengatakan, permasalahan sosial bangsa seperti kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, keterpencilan, ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku, korban bencana dan korban tindak kekerasan, serta eksploitasi dan diskriminasi, mendesak pemerintah untuk segera menetapkan langkah-langkah penanganan dan pendekatan yang sistematik, terpadu dan menyeluruh, dalam rangka mengurangi beban dan memenuhi hak-hak dasar warga negara secara layak melalui pembangunan inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan untuk mewujudkan kehidupan yang bermartabat. Langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah dengan menetapkan Undang-Undang No 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.
Dalam upaya percepatan penanggulangan masalah-masalah sosial utamanya kemiskinan pemerintah atau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa perlu melakukan langkah-langkah koordinasi secara terpadu antarlintas pelaku penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang mencakup penyiapan perumusan dan penyelenggaraan kebijakan penanggulangan kemiskinan. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa untuk melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan diperlukan upaya penajaman yang meliputi penetapan sasaran, perancangan dan keterpaduan program, monitoring dan evaluasi, serta efektivitas anggaran, perlu dilakukan penguatan kelembagaan di tingkat nasional yang menangani penanggulangan kemiskinan. 
Untuk itulah Presiden membentuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (tim lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan di tingkat pusat) melalui Peraturan Presiden RI No. 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
Kementerian Sosial adalah pengemban amanat Undang-Undang No 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial dan merupakan anggota dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Dasar itulah yang mendorong Kementerian Sosial untuk menciptakan langkah nyata percepatan peningkatan kesejahteraan sosial. Langkah nyata tersebut tertuang dalam program prioritas Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di 50 Kabupaten Daerah Tertinggal. Hal ini sejalan dengan Kontrak Kinerja Menteri Sosial dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengamanatkan Kementerian Sosial untuk memprioritaskan usaha mengentaskan minimal 50 daerah tertinggal dari kemiskinan selama periode 2010 sampai dengan 2014. Pedoman pelaksanaan program prioritas ini terangkum dalam Keputusan Menteri Sosial Nomor: 06B/HUK/2010 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di 50 Kabupaten Daerah Tertinggal.
’’Pemilihan 50 kabupaten daerah tertinggal tersebut tidak sembarangan. Disinkronkan dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial juga melakukan identifikasi, riset awal, dan meyakinkan pemerintah daerah, mana daerah (desa) yang menjadi prioritas,’’ ujar Marjuki kepada INDOPOS di ruang kerjanya, kemarin (26/9).
Dari 50 kabupaten tersebut dipilih satu desa di masing-masing kabupaten. Dari beberapa tahapan yang dilakukan, lanjutnya, sejauh ini ada dua desa di Kabupaten Sukabumi dan Garut yang dijadikan suatu model pelayanan desa sejahtera.’’Jadi desa sejahtera itu konsepnya rehabilitasi sosial, pemberdayaan masyarakat, penanggulangan kemiskinan, serta kemitraan dengan lembaga dan penguatan kelembagaan,’’ terang Marjuki didampingi Tati Nugrahati, kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kementerian Sosial.
Di desa tersebut selanjutnya dibangun Rumah Sosial sebagai pusat pelayanan. ’’Kriteria sejahtera adalah berfungsi kegiatan rehabilitasi, berkaitan dengan bantuan dan kegiatan sosial, perlindungan sosial dan jaminan seosial, serta mampu membangun kemitraan dengan stake holder. Kalau empat ini masuk, berarti sejahtera. Sejahtera ini menjadi tujuan dari adanya Rumah Sosial yang dibangun di desa tertinggal,’’ terangnya.
Dari model yang diterapkan di satu desa di Sukabumi dan satu desa di Garut, lanjutnya, sejauh ini menunjukkan tren positif. ’’Dari Rumah Sosial itu, sudah terbentuk kelembagaan, validasi pelayanan. Yang melakukan ya masyarakat sendiri. Tumbuh kesadaran dan kebersamaan. Muncul kegiatan dari masyarakat, mereka membahas berbagai persoalan dan mengatasinya. Mereka juga sudah membangun kemitraan. Rumah Sosial itu sebagai pusat pelayanan sosial. Di sana ada berbagai kegiatan dan program,’’ terangnya.
Namun, bukan berarti tidak ada kendala. Masih perlu menyamakan pemahaman dan persepsi dan penguatan kapasitas pendampingan untuk mengurus Rumah Sosial. ’’Sekarang yang jadi model baru dua desa. Sampai 2014, 50 desa di 50 kabupaten. Harapan ke depan kegiatan-kegiatan Kementerian Sosial itu bisa direplikasikan secara positif. Kalau itu terjadi PMKS akan teratasi dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) berkembang, sehingga masyarakat dapat sejahtera,’’ pungkasnya. (zul/adv)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 27 September 2011

Kategori:KEMENSOS

Meriahnya Family Gathering di Ancol

September 26, 2011 Tinggalkan komentar

MERIAH: Sekitar 15 ribu orang mengikuti Family Gathering dan Halal Bi Halal di Ocean Eco Park, Ancol, Jakarta, kemarin (25/9).

JAKARTA-Sekitar 15 ribu pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, kemarin (25/9) menggelar Family Gathering dan Halal Bi Halal di Ocean Eco Park, Ancol, Jakarta. Sejumlah acara digelar di pertemuan tersebut. Seperti jalan santai, yang dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, hingga hiburan musik yang dilanjutkan dengan pembagian door prize.
   Dalam acara pembagian doorprize, Foke, panggilan
akrab Fauzi Bowo, ke panggung ditemani istrinya. Dia
mengendarai sendiri mobil berukuran kecil seperti yang biasa ada di
lapangan golf, yang disediakan panitia.’’Saya mau bilang terima kasih kepada semua karyawan yang telah hadir di acara ini. Kalau BUMD-nya maju, Insya Allah kesejahteraannya maju,’’ ujar Foke.
    Bahkan, kata dia, tidak mungkin membuat acara seperti kemarin,
jika performa BUMD memble.’’BUMD harus mikirin kesejahteraan,’’
terangnya.Foke kemudian diminta panitia untuk mengambil dua kupon
door prize. Hadiahmnya adalah dua paket umroh. Foke saat melepas
jalan santai, mengaku bangga mempunyai SKPD dan BUMD  yang bekerja
secara profesional. Dia juga memompa semangat karyawan BUMD agar
menjadi tuan rumah di Jakarta dan enjadi aktor dalam pembangunan di DKI.
   Karyawan BUMD yang hadir dalam acara itu, di antaranya dari PT. Pembangunan Jaya Ancol, PD Pasar Jaya, Jakpro, dan Bank DKI. Selain itu, juga karyawan dari berbagai SKPD, seperti dari P2B.
    Tono, salah satu pegawai P2B yang hadir dalam acara itu mengaku senang. Pasalnya, dia bisa bersilaturahmi dengan sesame pegawai.’’Kumpul-kumpul bersama dengan keluarga seperti ini jarang. Saat ini seluruh unit kumpul semua. Kita jadi tahu dan semakin dekat satu sama lain. Ini juga bisa memicu semangat kerja kita untuk terus produktif dan meningkatkan kualitas,’’ terangnya. Manajer Umum PD Pasar Jaya Nur Havidz juga tampak semangat mengikuti acara itu.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya memberikan diskon 50 persen kepada peserta yang mengikuti Family Gathering. ’’Untuk BUMD, Pak Gubernur menekankan agar kita (BUMD, Red) menjadi tuan rumah. Berperan besar dan menjadi aktor utama dalam pembangunan di Jakarta. Kita optimistis bisa memenuhi itu,’’ ujar Budi Karya Sumadi, kemarin.
Terpisah, PT Pembangunan Jaya Ancol mengikuti Lomba Paduan Suara dalam rangkat HUT Pembangunan Jaya yang ke-50 yang diikuti oleh 10 anak perusahan/unit usaha di lingkungan Jaya Group. Saat mereka tampil di dalam Gedung Theater Global Jaya Internasional School, Emerland Boulevard Bintaro Jaya, Sektor IX, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (24/9), mendapat sambutan meriah.
Ketua Umum Panita Ulang Tahun PT Pembangunan Jaya Budi Karya Sumadi mengatakan, tujuan diadakannya Lomba Paduan Suara setiap tahun yang diikuti oleh anak perusahan/unit usaha di lingkungan Jaya Group adalah kebersaaman dan memberikan semangat. ’’Lomba paduan suara tahun 2011 diikuti oleh 10 anak perusahan,’’ kata Budi kepada INDOPOS.
Budi menegaskan, selain paduan suara dalam rangka HUT ke-50, juga diadakan kejuaraan bulu tangkis junior untuk tingkat nasional dan rencanannya tingkat asia. Kemudian mengumpulkan 100.000 buku yang dibagi-bagikan dengan kerjasama dengan pihatnya tertentu. ’’Di antaranya kami memberikan kepada Indonesia Mengajar sebanyak 30.000 buku,’’ tegasnya.
Di samping itu, juga memberikan beasiswa kepada 200 mahasiswa di 10 perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkemuka. Di antaranya Universitas Indonesia (UI), UGM, dan Atmajaya. ’’Kami juga ini membuat suatu buku kabe table book namanya Indonesia Surprice hasil karya 10 fotografer profesional, di antaranya J. Subiakto yang memotret di seluruh Indonesia,’’ katanya.
Budi menegaskan mereka akan dikirim ke daerah-daerah khusus untuk memotret tempat-tempat yang unik untuk memberi tahu kalau Indonesia itu pun mengkagumkan. ’’Hasil karya para fotograger profesional itu akan kita tampilkan di Salihara, Ancol pada Oktober mendatang. Ini adalah sumbangsih untuk parawisata dan harus bangga dengan Indonesia,’’ papar Budi.
Budi menambahkan, di usia 50 tahun ini pihaknya juga harus memikirkan bagaimana keunggulan itu harus dipertahannkan dan dikembangkan. ’’Kalau bisa 50 tahun ke depannya harus lebih bagus dari sakarang ini. Namun, keunggulan itu harus tetap ada kepedulian untuk mencari bibit-bibit  baru seperti kejuaraan bulu tangkis junior agar ada regenerasi,’’ pungkasnya. (dai/gin)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 26 September 2011

Kategori:ANCOL

Terbit di Koran Harian Pagi INDOPOS Tanggal 3 Mei 2010

September 25, 2011 Tinggalkan komentar

Kategori:KEMENAKERTRANS

Optimistis SEA Games 2011 Sukses

September 24, 2011 Tinggalkan komentar

Ribuan Masyarakat Palembang Berdoa dan Beri Dukungan
PALEMBANG-Perhelatan SEA Games yang akan digelar November mendatang mendapat dukungan penuh dari segenap lapisan masyarakat Palembang. Setidaknya itu terlihat pada Rabu malam (3/8). Ribuan masyarakat Kota Pempek, ikut memberikan doa dan dukungan agar pelaksanaan pesta olahraga se-Asia Tenggara itu bisa berlangsung sukses.
Bentuk dukungan masyarakat Palembang ini memang sangat tampak pada acara doa bersama 100 Hari Menuju SEA Games 2011. Acara yang digelar di Masjid Agung, Palembang, itu disesaki ribuan masyarakat. Lantai dasar penuh. Lantai dua masjid, juga demikian.
Turut hadir pada kesempatan itu di antaranya Ketua MUI Sumsel KH.M Sodikun, Ketua Umum KONI Pusat Rita Sobowo, Ketua Panitia SEA Games Rahmat Gobel serta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. ’’Awalnya banyak yang skeptis kalau Palembang mampu menjadi tuan rumah SEA Games. Tapi setelah melihat sejumlah persiapan dan ikut didoakan ribuan masyarakat Palembang, saya yakin SEA Games akan berjalan dengan baik,’’ tutur Andi Rabu (3/8).
Usai doa bersama, alumnus Universitas Gadjah Mada itu berharap bahwa penyelenggaraan SEA Games 2011 nanti bisa berjalan sukses. Baik prestasi, penyelenggaraan, maupun ekonomi rakyat.
Respons positif ditunjukkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin. Dia mengaku sangat bangga daerahnya bisa tampil sebagai tuan rumah mengingat SEA Games ini merupakan sejarah baru bagi Palembang.
’’Inilah ajang SEA Games kali pertama yang diadakan di luar Jakarta dan di luar Pulau Jawa. Oleh karena itu atas nama pemerintah Sumsel, saya  mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya karena telah mempercayakan Palembang sebagai tuan rumah SEA Games, termasuk masyakat Palembang,’’ tutur Alex.
Yang menarik Sumsel sebagai  salah satu kota penyelenggaraan SEA Games 2011, November nanti, berencana menggratiskan seluruh pertandingan pesta olahraga se-Asia Tenggara. Tujuannya, apalagi kalau bukan menarik animo masyarakat dalam memberikan dukungan kepada skuad Merah Putih.’’Kami tidak ingin membatasi. Barangkali tidak dipungut bayaran,’’ papar Alex Noerdin, di sela count down 100 hari SEA Games, Rabu (3/8).
Pemegang kendali pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan itu punya alasam yang cukup kuat soal ini. Pasalnya, saat pernah mencoba menarik bayaran pada saat Kejuaraan Bola Voli Antarklub Asia, akhir Juli silam, penontonnya tidak sesuai harapan. ’’Kalau pun dikenakan biaya, mungkin baru bisa dilaksanakan pada saat final,’’  tambahnya.
Pria kelahiran Palembang, 9 September 1950 itu beralasan untuk  pembatasan. ’’Final harus dibatasi, karena ada aturan yang menyebutkan kalau terlalu ramai tidak boleh. Batasannya nanti adalah kuota tempat duduk. Jika sudah penuh, tidak boleh lagi ada penonton tambahan supaya nggak menganggu pertandingan,’’ urainya.
Pada SEA Games 2011 nanti, ada 22 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Palembang. Cabor menembak, bola voli, panjat tebing, ski air, petanque, biliar,  gulat, senam, dan akuatik bakal dihelat di Kota Pempek ini. Begitu juga dengan atletik, baseball, softball, sepatu roda, panjat tebing, ski air, sepak takraw, tinju, sepatu roda, bridge, catur, tenis dan soft tenis.’’Indonesia khususnya, Palembang, siap menjadi tuan rumah yang baik sebagai penyelenggara SEA Games 2011. Jadi kalau pun dikenakan biaya itu semata-mata untuk pembatasan,’’ paparnya lagi.
Sementara itu, count down 100 hari perhelatan SEA Games 2011 berlangsung sederhana. Rencana spektakuler kelas tinggi yang sedianya melibatkan sejumlah penyanyi terkenal ditiadakan. Sebagai gantinya, Indonesia South East Asia Games Organizing Committee (Inasoc) Palembang menggelar acara pembacaan doa dan yasinan bersama di Masjid Agung Palembang, (3/8).
Meski digelar sederhana, acara tetap dihadiri seluruh stake holder SEA Games 2011. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, Ketua KONI/KOI Rita Subowo, Ketua Pelaksana Harian Inasoc (Indonesian SEA Games Organizing Committee) Rahmat Gobel bersama Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin ikut hadir di Masjid Agung Palembang.
Dalam sambutannya Andi Mallarangeng mengatakan, meski digelar sederhana, secara umum ini tidak mengurangi keseriusan Indonesia dalam menggelar pesta olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara ini.
Andi menjelaskan, saat ini  pihaknya fokus kepada tiga program prioritas. Pertama, mengejar penyelesaian pembangunan venues di DKI dan Palembang, penyiapan penyenggaraan, dan menyiapkan atlet yang akan turun pada pertandingan nanti.
’’Memang tidak mudah tapi insya Allah kita siap, optimisme ini timbul setelah venue tenis selesai, dan voli yang baru saja selesai uji coba lapangan dengan dilaksanakannya Kejuaraan Voli Antarklub Asia,’’ ujar Andi kepada wartawan di Masjid Agung Palembang (3/8).
Sedangkan Alex Noerdin menjelaskan, pihak kontraktor telah setuju pengerjaan dikebut meskipun Ramadan, pembangunan venue SEA Games di Jakabaring Sport City tetap dikebut agar target selesai pada September tercapai. ”Pekerja tetap bekerja seperti biasa. Bahkan menurut para kontraktor, selama Ramadan para pekerja dilemburkan hingga pukul 22.00,” katanya.
Pembangunan memang perlu dikebut karena pada September akan ada beberapa tes even SEA Games seperti cabang olahraga (cabor) renang, tenis lapangan, serta cabor menembak. ”Jadwal tes even semakin dekat, karena itu penyelesaian venue harus dikebut,’’ ujar Alex.
Dijelaskan Alex, ada beberapa venue yang siap pada Agustus ini seperti tenis lapangan, voli dan wisma atlet, sementara pada September dipastikan semua venue akan selesai.
Ketua Harian Inasoc Rahmat Gobel dalam menjelaskan, pihaknya terus menggencarkan pendekatan kepada sejumlah sponsor, ditambah kenyataan bahwa dana yang diturunkan pemerintah tidak sesuai dengan yang diajukan.
’’Kita tetap mengadakan pendekatan dan dalam waktu dekat empat sampai lima sponsor baru akan sepakat bekerja sama,’’ kata Rachmat di sela-sela acara di Masjid Agung Palembang (3/8). ”Saya  harap semua kerja sama sponsorship tersebut sudah tuntas paling lambat akhir Oktober  nanti,’’ tuturnya. (ags)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 10 Agustus 2011

Kategori:KEMENPORA

Dukungan dan Sponsor Terus Mengalir

September 24, 2011 Tinggalkan komentar

KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan ikut memeriahkan pesta olahraga SEA Games XXVI tahun 2011. Bidang Promosi  Kadin akan menggelar Modo & Modi Expo 2011 yang akan digelar di Semarang. ’’Kegiatan akan digelar di Semarang,  kota yang dekat di mana api SEA Games kali pertama diambil dari Merapen,’’ dengan kata Ketua Komite Tetap Kadin  Bidang Pengembangan Industri Olahraga Iman Arif, saat bersama pengurus lainnya diterima Menpora Andi Mallarangeng, Jumat (5/8).
Kedatangan Iman juga mengenalkan program baru dalam Kadin  yang khusus menangani kegiatan pariwisata, seni dan budaya, serta olahraga. Dengan kehadiran program Kadin yang baru ini dia dapat membantu dan bersinergi dengan pemerintah dalam membangun olahraga di Indonesia.
Menpora menyambut baik  partisipasi Kadin dalam SEA Games. Undangan untuk menghadiri Modo & Modi Expo 2011 di Semarang pun disambut baik. Menpora mengatakan, sejumlah program yang disampaikan oleh Kadin akan didukung oleh pemerintah. Di negara maju, kata Andi, untuk memajukan industri olahraga, banyak mendapat dukungan dari pihak swasta.
’’Apa yang dilakukan Kadin jadi gayung bersambut, baik untuk penyelenggaraan maupun memproduksi alat-alat olahraga,’’ kata Menpora.  Apalagi, Kemenpora juga mempunyai program serupa di Asisten Deputi Industri Olahraga. Kata Menpora, mengembangkan usaha yang berhubungan dengan olahraga mempunyai peluang yang besar di tengah masyarakat. Seperti kebutuhan bola takraw yang perlu diproduksi di dalam negeri, karena selama ini alat utama pertandingan sepak takraw itu dibuat di Thailand dan China. ’’Ini peluang kita untuk membangun industri olahraga,’’ tambahnya lagi.
Dukungan dari sponsor untuk SEA Games pun terus mengalir. Hari Senin, (8/8), Menpora Andi Mallarangeng bersama Ketua Harian Inasoc Rahmat Gobel dan Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo melakukan penandatanganan kerja sama dengan Samsung yang diwakili oleh Managing Director PT Samsung Electronics Indonesia Yoo Young Kim di Jakarta.
PT Samsung Electronics Indonesia menyatakan mendukung penuh pesta olah raga SEA Games 2011 yang akan berlangsung di Palembang-Jakarta, November, mendatang. Dalam sambutanya, Yoo Young Kim sangat senang sekali bisa melakukan kerja sama untuk mendukung pelaksanaan even olahraga SEA Games 2011. Apalagi selama ini, menurutnya, Samsung telah banyak mensponsori berbagai even olahraga besar di dunia.
“Senang sekali Samsung bisa membantu menjadi sponsor untuk menyukseskan SEA Games 2011 nanti. Tidak hanya berhenti di sini, kami PT Samsung Electronics Indonesia akan terus memberikan dukungan terhadap even-even besar olahraga yang ada di Indonesia. Olahraga merupakan kegiatan yang dapat mempersatukan bangsa di dunia tanpa memandang perbedaan. Untuk itu Samsung mendukung semangat kebersamaan dengan menjujung tinggi nilai sportivitas dan fair play dengan berpartisipasi di SEA Games,’’ kata Young Kim.
Menpora Andi Mallarangeng sangat menyambut positif dengan adanya penandatanganan kerja sama sponsor-sponsor baru untuk SEA Games nanti. Menurutnya, dengan semakin bertambahnya sponsor yang mau bekerja sama dengan Inasoc untuk mendukung pelaksanaan SEA Games, maka secara tidak langsung sangat membantu dan memberi semangat buat pelaksanaan SEA Games. Oleh karena itu, Andi berharap banyak akan ada penandatanganan kerja sama-kerja sama baru.
’’Terima kasih kepada Samsung yang sudah ikut mendukung pelaksanaan SEA Games 2011 ini, bagi saya semakin banyak sponsor yang membantu, justru akan semakin baik. Bahkan saya sudah diberitahu oleh Pak Rahmat Gobel bahwa masih ada kerja sama-kerja sama baru lagi untuk mendukung pelaksanaan SEA Games nanti. Oleh karena itu, semoga saja dukungan Samsung ini menambah semangat lagi buat SEA Games,’’ kata Andi.
Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo juga menyampaikan terima kasih kepada Samsung yang sudah memberikan dukungannya terhadap pelaksanaan SEA Games, November nanti. (kgi)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 10 Agustus 2011

Kategori:KEMENPORA