Beranda > TKI SUKSES > Belajar Menulis Otodidak, Sudah Hasilkan Dua Novel

Belajar Menulis Otodidak, Sudah Hasilkan Dua Novel

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 3 September 2011

YEYEN Ervina Ningsih tak hanya mendapat materi saat mengadu nasib sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan. Warga Jalan Raflesia, Blok E7 No.15, RT 02/ 20, Perumahan Pondok Hijau Permai, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, juga menghasilkan karya. Tak tanggung-tanggung, karya berbentuk novel itu ada yang khusus dipasarkan di Indonesia dan ada juga yang diedarkan di Taiwan.
Sejak berangkat ke Taiwan pada 2008 hingga Mei 2011, sudah dua novel karya perempuan berusia 25 tahun itu diterbitkan. ”Saya bisa menulis saat bekerja di rumah majikan yang bernama Wang Hui Chuan di Guang Fu RD Lane 42 Section 2 No.27, Hsinchu City, Taiwan,” katanya saat diwawancarai INDOPOS beberapa waktu lalu. Saat itu, Yeyen mendapat tugas merawat Wang Kuang To, orangtua majikannya yang berusia 88 tahun.
Setiap hari, tugas Yeyen memastikan terpenuhinya berbagai kebutuhan lelaki tua itu. Mulai urusan makanan, kesehatan, hingga hiburan. Awalnya, Yeyen mengaku tidak bersemangat merawat orang jompo. ”Awalnya saya kesulitan menyesuaikan diri. Pekerjaan saya, sangat-sangat menjenuhkan,” jelasnya. Kejenuhan itu dia curahkan dengan menulis ke sebuah laptop. Laptop itu yang sehari-hari menemaninya.
”Untungnya majikan saya baik,’’ imbuhnya. Semua pengalamannya sehari-hari mengurus jompo dia tulis. Saat libur dan bertemu dengan sesama pekerja asal Indonesia, Yeyen kerap menjadi tempat curahan
hati rekan-rekannya. ”Dari sana timbul ingin membuat novel. Saya lalu belajar menulis otodidak. Cerita novel saya ini 50 persen kisah nyata dan 50 persen fiksi,” terang alumni SMA Negeri 72 Kelapa Gading itu.
Saat di Taiwan, sebenarnya dia belum berniat membukukan tulisannya. Namun setelah tulisannya menumpuk, Yeyen memberanikan diri menawarkan ceritanya kepada Gola Gong,
salah satu penulis terkemuka di tanah air. Cerita itu dia kirimkan kepada Gola Gong lewat facebook. Rupanya, gayung bersambut. Lantaran dianggap ceritanya bagus, maka buku pertama Yeyen diterbitkan
Gong Publishing.
”Pada 10 Mei 2010 novel perdana saya berjudul Gadis Bukan Perawan terbit. Saat itu saya masih di Taiwan,” ungkapnya. Novel perdananya itu dipasarkan di Taiwan melalui penerbit Indo Suara yang beralamat di 8 F nomor 84 Ning Xia, Tatung District, Taipe City, Taiwan. Novelnya Yeyen banyak dijual di toko milik warga Indonesia yang ada di Taiwan. Hasilnya lumayan, tulisannya disambut antusias para TKW.
Dalam novel yang tidak dijual di tanah air itu nama Yeyen berubah menjadi Jenny Ervina. Pada 10 Juli 2011, Yeyen kembali melahirkan novel keduanya berjudul From Kontrakan with Love yang bercerita tentang percintaan remaja. Novel yang kedua ini hanya akan dipasarkan di tanah air. Yeyen lalu bercerita awal mula dia berangkat ke Taiwan untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita.
Sebenarnya, kedua orangtuanya, Ningrum, 47 dan Mohamad Sholah, 52 tidak merestui keinginannya bekerja ke luar negeri. Namun, akhirnya dengan berat melepasnya untuk merantau ke Taiwan. ”Saya bekerja ke luar negeri ingin menabung untuk membahagiakan orangtua. Terpenting mencari pengalaman,”
terangnya lagi. Sebelum bekerja di Taiwan, gadis kelahiran Serang ini pernah bergonta- ganti pekerjaan.
Mulai dari menjadi guru ngaji, karyawan PT Mustika Ratu Tbk, sales kosmetik hingga tukang cuci motor. ”Bekerja apa saja yang penting halal. Saya tidak pernah malu,” cerita wanita yang masih melajang ini. (dny)

Iklan
Kategori:TKI SUKSES
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: