Beranda > TKI SUKSES > Buka Warung Sembako dan Bengkel Sepeda Motor

Buka Warung Sembako dan Bengkel Sepeda Motor

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 12 September 2011

KALI pertama Septiana merantau ke Malaysia adalah ingin membantu perekonomian keluarga dan ingin menabung untuk digunakan modal kelak. Namun, setelah bekerja di pabrik kayu lapis, perempuan yang berasal dari Tebas, Kalimantan Barat, itu tak hanya memeroleh itu. Anak kedua dari tiga bersaudara itu pun mendapatkan jodoh.
’’Saya kenal waktu bekerja di pabrik saat bekerja di Malaysia. Sekitar satu tahun setelah itu, kami memutuskan menikah. Pulang dari Malaysia, menikah dulu. Dia orang Kalimantan Barat juga. Tepatnya dari Singkawang. Setelah menikah, kami berangkat lagi ke Malaysia untuk bekerja,’’ ujar istri dari Joni S. itu ketika dihubungi INDOPOS, kemarin (11/9).
Setelah sempat kembali ke Negeri Jiran, keduanya kemudian memutuskan kembali ke tanah air. ’’Suami kerja satu pabrik dengan saya, tapi lain bagian. Kalu saya quality control, suami bagian milih dan milah kayu. Setelah menikah, kami mencari modal bareng. Setelah satu tahun bekerja, kami langsung pulang,’’ ungkap Septiana yang kini tinggal bersama suaminya di Jalan Nusa Gani No 26, Kelurahan Tengah, Kecamatan Singkawang Barat, Kabupaten Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, itu.
Septiana bekerja di Malaysia selama tujuh tahun mulai 2000, beberapa waktu setelah menyelesaikan pendidikan SMP. Sedangkan suaminya 6 tahun. ’’Kontrak awal 2 tahun. Setelah itu boleh cuti pulang. Setelah itu perpanjang lagi. Setiap tahun boleh pulang. Pabrik tempat saya bekerja itu mengolah kayu lapis, dari bahan mentah hingga bahan jadi. Sampai di-packing. Jam kerjanya mulai pukul 07.00 hingga 16.00. Kalau ada lembur biasanya hingga pukul 19.00,’’ jelas perempuan kelahiran 1984 tersebut.
Sebelum berangkat, Septiana mengaku tidak ada pembekalan yang diberikan dari perusahaan yang memberangkatkannya. Baru setelah di Malaysia, perusahaan kayu, di mana Septiana bekerja, memberikan training satu bulan lebih. ’’Alhamdulillah  selama 7 tahun bekerja, saya baik-baik saja. Saya memang lebih suka bekerja di pabrik daripada di sektor rumah tangga. Di pabrik bisa bareng-bareng dan berkumpul dengan teman-teman. Dari awal, kontrak saya memang bekerja di pabrik,’’ jelas Septiana yang awalnya berencana melanjutkan SMA setelah menyelesaikan kontrak 2 tahun, namun niatnya itu tidak terwujud, karena dia akhirnya memilih meneruskan bekerja hingga 7 tahun di Malaysia.
Meski jauh dari keluarga, dia merasa tidak kesepian, karena bisa berkumpul dengan teman-temannya. Termasuk saat Lebaran di Malaysia. ’’Kalau komunikasi dengan keluarga ketika itu pakai surat dititipkan melalui agen atau titip kalau ada teman pulang. Begitu juga kalau keluarga mau berkirim surat ke saya,’’ terangnya.
Selama 7 tahun bekerja, selain membantu orangtua dan membantu menyekolahkan adiknya, Septiana juga bisa membeli tanah untuk perkebunan dan memperbaiki rumah yang ditempati orangtuanya. ’’Sisanya ditabung. Setelah pulang pada 2007, 3 bulan setelah sampai ke tanah air, saya dan suami buka warung sembako di depan rumah,’’ kata perempuan yang menikah pada 2006 itu.
Di warungnya itu, beberapa jenis barang yang dijual antara lain rokok, gula, beras, mie instan, dan telur. Di warung itu, Septiana juga menjual pulsa hand phone. Tak hanya itu, suami Septiana juga membuka usaha bengkel sepeda motor. ’’Pengalaman saat sekolah dulu suka ota-atik motor. Dia sempat kuliah. Alhamdulillah, dari usaha yang kami jalankan ini dapat mencukupi kebutuhan,’’ jelasnya.
Dari pengalamannya bekerja di luar negeri, Septiana mengaku, bagaimanapun bekerja di dalam negeri lebih enak.’’Pemerintah hendaknya menfasilitasi dengan membuka lapangan kerja. Syukur, jika bisa usaha sendiri,’’ pungkasnya. (zul)

Iklan
Kategori:TKI SUKSES
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: