Beranda > KEMENPORA > Haornas Momen Inspirasi

Haornas Momen Inspirasi

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 10 September 2011

Saling Berkaitan, Olahraga sebagai Gaya Hidup dan Prestasi

JAKARTA-Puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-28 yang digelar di gedung Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, kemarin (9/9), berlangsung meriah. Ribuan orang hadir menyemarakkan kegiatan yang dihadiri antara lain oleh Wakil Presiden Boediono dan Menpora Andi A. Mallarangeng. Yang menarik pada peringatan Haornas kali ini adalah dilibatkannya para atlet dan mantan atlet sebagai pengisi acara. Di antaranya Donny Kesuma (atlet sof ball), Larasati (atlet berkuda), Yuni Kartika, dan Chri John (petinju) tampil sebagai pembawa acara. Sesi doa pun dipimpin oleh M. Arsyad, atlet pencak silat. ’’Acara-acara Haornas kali ini memang menampilkan para atlet dan mantan atlet. Mulai dari MC hingga pengisi pertunjukan,’’ ujar Menpora.
Menpora mengatakan, Haornas yang diperingati setiap tanggal 9 September merupakan momen penting bagi tonggak sejarah olahraga Indonesia. Enam puluh tiga tahun lalu, pada tahun 1948, pendiri bangsa dan tokoh-tokoh olahraga Indonesia menjadikan olahraga sebagai bagian dari perjuangan kebangsaan dengan mengadakan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Solo, Jawa Tengah. Sekarang, konteks olahraga sebagai alat perjuangan bangsa masih sangat relevan. ’’Olahraga adalah juga medan perjuangan untuk mengharumkan nama bangsa dan negara di berbagai ajang internasional. Dengan olahraga kita kibarkan bendera Merah Putih dan kita kumandangkan lagu Indonesia Raya,’’ ujar mantan juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu pada sambutannya kemarin (9/9).
Untuk bisa mengharumkan nama bangsa dan negara, pembinaan prestasi olahraga harus dikembangkan secara sistematis. Mulai dari usia dini, massal, berjenjang, sampai pada tingkat elite, untuk semua cabang olahraga. Tim nasional semua cabang olahraga merupakan puncak dari proses pembinaan olahraga yang berkelanjutan. ’’Program Indonesia Emas (Prima) adalah tempat pembinaan atlet-atlet nasional  yang kita persiapkan untuk berprestasi pada tingkat internasional,’’ imbuhnya.
Dijelaskan, atlet tidak datang dari langit. Atlet datang dari proses pembinaan yang berjenjang melalui olahraga rekreasi, olahraga pendidikan di sekolah-sekolah, dan pembinaan yang intensif melalui klub-klub, serta pemusatan latihan pada tingkat regional dan nasional di setiap cabang olahraga. Bakat alam harus diasah dengan metode latihan yang efektif,  melibatkan sport science secara menyeluruh, serta melakukan kompetisi yang berkesinambungan di semua tingkatan.
Bibit-bibit unggul usia dini membutuhkan tempat persemaian yang subur,  yaitu dukungan dari orang tua, sekolah, termasuk pesantren, klub-klub olahraga, masyarakat, termasuk BUMN dan dunia swasta, serta tentu saja dari pemerintah. ’’Kita membutuhkan budaya mendukung olahraga pada semua tingkatan masyarakat mulai dari desa dan kota, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Kita membutuhkan lebih banyak lagi fasilitas olahraga dan ruang-ruang terbuka publik untuk bermain dan berolahraga,’’ terangnya.
Selain itu, perlu mewujudkan olahraga sebagai gaya hidup manusia modern. Karena dengan olahraga, hidup menjadi sehat, gembira, dan kerja jadi lebih produktif. Dari anak-anak yang sehat dan gembira serta manusia Indonesia produktif, maka akan mendapatkan jutaan bibit-bibit unggul olahragawan yang nantinya akan menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia untuk berbagai cabang olahraga. Lagi pula bangsa yang kuat dan maju bersumber dari bangsa yang sehat, gembira, dan produktif.
’’Oleh karena itu, kepada para orang tua, ajaklah dan dukunglah anak-anak kita untuk berolahraga. Kepada para guru, jadikan olahraga sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa. Pastikan ada guru olahraga yang kompeten di setiap sekolah dan madrasah. Jadikan kompetisi antarsekolah sebagai sarana pengembangan bibit olahragawan usia dini dan remaja,’’ harapnya.
Di lingkungan kantor-kantor pemerintah dan swasta,  Menpora juga berharap, terus digelorakan Jam Krida Olahraga setiap Jumat pagi. ’’Bagi gubernur, bupati, dan walikota, jadikan olahraga sebagai wahana untuk mengharumkan nama daerah masing-masing,’’ imbuhnya.
Tema peringatan Haornas 2011 kali ini adalah ’’Satu Indonesia, Bangkit dan Maju”.  ’’Dengan tema ini, kita ingin olahraga semakin maju dan tidak ketinggalan oleh kemajuan bangsa pada bidang-bidang lain seperti ekonomi, demokrasi, dan teknologi. Untuk itu,  kita perlu memastikan masa depan dan kesejahteraan atlet kita, sehingga para orang tua bersedia mendukung anaknya menjadi olahragawan dan para calon mertua tidak ada yang menolak calon menantu olahragawan,’’ kata lulusan S1 Universitas Gadjah Mada Jogjakarta itu.
Menurut Menpora, olahraga dan sekolah tidak harus bertentangan. Atlet harus terus bersekolah untuk menjamin masa depan yang baik. Sekolah-sekolah khusus olahragawan perlu dibangun di setiap provinsi. Beasiswa harus disediakan bagi para atlet. ’’Dalam rangka Haornas ini Kemenpora tahun ini melipat gandakan jumlah beasiswa kepada atlet-atlet kita yang ada di SD, SMP, SMA, termasuk madrasah, serta perguruan tinggi, termasuk S-2 dan S-3. Sekarang, para atlet dapat berkarir sebagai PNS, pegawai BUMN, serta dengan terbentuknya Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI), para atlet juga bisa berkarir sebagai anggota TNI dan anggota Polri,’’ jelasnya.
Menpora berharap, tidak perlu lagi ada cerita atlet yang telantar pada masa tuanya. Setiap tahun pemerintah memberikan penghargaan berupa rumah dan tunjangan hari tua. Tahun ini ada 75 rumah yang dibagikan kepada mantan atlet berprestasi yang belum mempunyai rumah seharga masing-masing Rp 125 juta. Ada 65 tunjangan hari tua kepada mantan atlet berprestasi sebesar masing-masing Rp 30 juta. Untuk penerima beasiswa, tahun ini pemerintah menyediakan beasiswa untuk 400 pelajar tingkat SD, 250 SMP, 250 SMA, 50 S1, 5 S2, dan 5 S3.
Mulai Haornas tahun ini,  pemerintah juga memberikan penghargaan khusus berupa lencana emas kepada mantan olahragawan yang berprestasi di bidang olahraga sekaligus sukses dalam berbagai karir kehidupan. ’’Penghargaan ini penting untuk memberi inspirasi bagi para atlet bahwa sukses sebagai atlet dapat dijadikan modal untuk sukses dalam karir kehidupan selanjutnya,’’ tegasnya. Secara total ada sebanyak 1460 penerima penghargaan.
’’Haornas kami harapkan dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat, kepada siapa pun, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat untuk ikut memberi kontribusi mengembangkan olahraga agar semakin banyak masyarakat berolahraga. Olahraga menjadi gaya hidup manusia modern. Gaya hidup dan prestasi adalah dua hal yang berkaitan. Butuh atlet-atlet berprestasi untuk mengharumkan Indonesia di forum internasional,’’ terang Menpora.
Sebelum acara puncak di gedung Tennis Indoor yang dihadiri Wapres Boediono, kemarin pagi Kemenpora menggelar upacara memperingati Haornas di halaman Kemenpora yang dipimpin langsung oleh Menpora Andi A. Mallarangeng. Upacara yang dimulai pukul 07.30 ini diikuti seluruh staf dan karyawan di lingkungan Kemenpora. (zul)


Iklan
Kategori:KEMENPORA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: