Beranda > TKI SUKSES > Pantang Menyerah, Kembangkan Usaha dari Modal Menyanyi

Pantang Menyerah, Kembangkan Usaha dari Modal Menyanyi

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 7 September 2011

KERJA keras dan pantang menyerah. Itu resep yang mengantarkan Umi Salamah bisa seperti sekarang ini. Dari bakatnya bernyanyi, mantan buruh migran asal Desa Sawangan, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, itu bersama suaminya, Umar Shodiq, mempunyai grup musik, penyewaan tenda, jasa sound system, dan rias pengantin. ’’Saya mulai itu dari nol. Sebab, hasil dari bekerja di Taiwan selama 3 tahun sudah habis,’’ ujar Umi yang sudah balik dari Taiwan 7 tahun lalu ketika dihubungi INDOPOS, kemarin (6/9).
Perempuan kelahiran 1977 itu bercerita, dirinya berangkat menjadi buruh migran karena alasan ekonomi. ’’Ekonomi ketika itu sedang seret. Apalagi melihat sejumlah orang setelah pulang dari bekerja di luar negeri sukses, bisa bikin rumah. Suami mengizinkan. Ketika itu anak masih kecil, yang satu, Luqman, kelas 1 SD, sedangkan seorang lagi, Chulliyatul Jannah, masih umur 18 bulan,’’ jelas Umi yang mengaku mengikuti pembekalan sekitar 2 bulan sebelum berangkat ke Taiwan dari Jakarta tersebut.
Perempuan lulusan madrasah tsanawiyah itu bekerja di sektor domestik sebagai pembantu rumah tangga. Sesuai kontrak, dia bekerja selama 3 tahun.’’Kontraknya membersihkan rumah dan menjaga anak. Tapi di sana, tidak hanya satu rumah yang saya bersihkan. Selain rumah majikan, saya diminta membersihkan rumah kakak majikan dan rumah orangtua majikan yang tempatnya berbeda. Di samping itu, saya menjaga anak majikan. Punya 3 anak. Barangkali ini pelajaran untuk teman-teman, kalau bekerja itu harus sesuai kontrak. Seperti buruh migran dari Filipina. Kalau tidak sesuai kontrak, teman-teman harus berani protes,’’ terang perempuan yang menikah pada 1993 itu.
Selama bekerja di sana, Umi bisa membantu perekonomian keluarga. Namun, setelah kontrak selesai, dan memutuskan pulang. Sesampainya di rumah beberapa bulan, uang hasil jerih payahnya makin menipis. Dia pun memutar otak. Beruntung, dia punya bakat olah vokal. Hobi menyanyi yang diakui mengalir dari orangtuanya itu sudah dibuktikan beberapa kali, meski sebatas menghibur teman-temannya.’’Saat pembekalan, menyanyi di depan teman-teman, sebatas karaoke pakai kaset. Terus saat di Taiwan makin terasah. Pas libur bisa tampil di depan para teman-teman, saya diajarkan oleh player di sana, di rumah makan Indonesia di Taiwan. Lagunya dangdut. Ketika itu, lagu-lagu Inul Daratista sedang ngetren. Kalau Agustusan, saya juga nyanyi di sana. Setelah beberapa bulan di rumah, saya mencoba mengais rezeki dari menyanyi ini,’’ jelasnya.
Awalnya, jalan terjal dilalui. Suami Umi tidak setuju. Namun, Umi tetap melanjutkannya.’’Pikir saya, mungkin dari menyanyi rezeki saya. Perjalannya tidak mulus. Saya bergabung dengan player yang sudah ada di daerah sini. Pernah menyanyi tidak dibayar. Pernah juga dibayar Rp 40 ribu. Berangkat dengan player naik sepeda motor, bannya bocor, pernah jalan sampai kaki bengkak. Saya tak patah arang. Saya merasa bisa menciptakan pekerjaan yang saya sukai, tidak terbebani dengan pekerjaan saya. Saya tidak mau bekerja sebagai buruh migran lagi,’’ tegasnya.
Perjuangan itu dilalui sekitar 3 tahun. Setelah itu, Umi mulai menuai hasilnya. ’’Kalau dulu, nyanyinya di panggung ke panggung. Setelah itu berinovasi melayani nyanyi di even-even resmi yang sifatnya terbatas. Punya grup sendiri. Seperti acara di pemerintahan daerah. Yang panggung, masih. Tapi ada penyanyinya sendiri. Yang even resmi, saya kadang ikut menyanyi juga,’’ ungkapnya.
Umi terus mengembangkan usahanya tersebut. Selain dangdut, ada rebana dan band. Khusus band dinakhodai oleh anaknya, Luqman. Namanya, J-Ice. Luqman yang kini duduk di kelas 3 SMAN 2 Wonosobo, tampaknya mempunyai darah menyanyi dari Umi. ’’Sedangkan suami mengurus sound system dan tenda. Saya juga melayani rias pengantin. Dalam usaha, selain pantang menyerah dan berdoa, kalau berhasil disisihkan 2,5 persen bagi mereka yang membutuhkan. Ke depan, semoga usaha ini lebih maju dan berkembang,’’ imbuhnya. (zul)

Iklan
Kategori:TKI SUKSES
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: