Beranda > KEMENPORA > Berdayakan Pemuda Supaya Mandiri

Berdayakan Pemuda Supaya Mandiri

BERBAGAI kegiatan dilaksanakan di Nusa Tengara Barat (NTB) saat FIPOB VI digelar. Di antaranya adalah sosialisasi Undang-Undang (UU) Kepemudaan. Anggota Komisi X DPR RI Nurul Qomar di hadapan para pemuda saat jadi pembicara sosialisasi UU Kepemudaan di aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Selasa (12/7), mengatakan, para pemuda Nusa Tengara Barat (NTB) diharapkan bisa lebih memberikan jasa kepada bangsa dan negara Indonesia setelah terbentuknnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
’’Para pemuda sekarang harus disiplin dan kerja keras untuk meraih prestasi bagi bangsa dan negara. Ini menjadi tanggung jawab para pemuda, khususnya di NTB ini, karena baru sekarang ini ada payung hukum kepemudaan,’’ ujar politisi dari Partai Demokrat itu.
Sedangkan Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kepegawaian Kemenpora Amar Ahmad mengatakan, tujuan dibentuknya UU Kepemudaan ini adalah terwujudnya pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, domokratis, dan bertanggung jawab.
Melalui tema Aktualitas Peran Pemuda dalam Penguatan Spirit Kebangsaan ini, para pemuda Nusa Tenggara Barat sekarang ini sudah lebih punya masa depan karena sudah diatur dalam UU Kepemudaan ini. ’’Kekuatan pemuda adalah kontrol sosial dan moral,’’ tegasnya.
Amar juga menyatakan, dengan terbentuknya UU Kepemudaan ini, ada penyadaran dan semangat serta pengembangan bagi para pemuda.’’Pemerintah memberdayakan agar mereka bisa mandiri dan menciptakan lapangan kerja. Maka dari itu, pemerintah daerah wajib memberikan fasilitas bagi semua kegiatan kepemudaan,’’ ungkap Amar.
Selain sosialisasi UU Kepemudaan, juga dilaksanakan pelatihan tingkat dasar cabang olahraga bahari. Saat membuka pelatihan di Senggigi, Nusa Tenggara Barat, Selasa malam (12/7), Plh Ses Kemenpora Djoko Pekik mengatakan, kualitas latihan dan uji tanding akan menentukan pencapaian prestasi atlet. Posisi seorang pelatih sangat menentukan, khususnya dalam membuat program latihan dan uji tanding. ’’Pelaku olahraga bukan hanya atlet saja. Pelatih, wasit, dan pembina pun merupakan pelaku olahraga yang akan menunjang peningkatan prestasi,’’ paparnya.
Peran pelatih daerah, menurut Djoko, sangat menentukan bagi masa depan atlet. Sebab, pelatih daerah yang mengetahui apakah atletnya memiliki potensi untuk  dikembangkan menjadi seorang atlet nasional. ’’Latihan dasar harus diketahui oleh seorang pelatih. Kalau tidak, maka atlet yang dilatihnya, tidak akan meningkat kualitasnya,’’ ujarnya. Selain itu, lanjut Djoko, kompetisi yang berkali-kali juga sangat mutlak diikuti seorang atlet, agar mereka mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih banyak.’’Kualitas dari kompetisi atau turnamen yang diikuti atlet juga bagian yang penting. Lawan tanding yang sepadan merupakan bagian dari peningkatan prestasi, khususnya bagi atlet nasional yang akan mengikuti even internasional,’’ imbuhnya.
Yang tak kalah pentingnya adalah sarana dan prasarana yang berstandar internasional. Sarana tersebut, lanjutnya, merupakan bagian lain dari pencapaian prestasi, khususnya bagi cabang olahraga terukur, agar mendapat pengakuan dari federasi cabang olahraga internasional. ’’Saat ini kita tengah membangun stadion renang dengan 12 lintasan di Palembang, Sumatera Selatan, sebagai persiapan menghadapi SEA Games mendatang,’’ paparnya. (gin)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 19 uli 2011

Kategori:KEMENPORA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: