Beranda > TKI SUKSES > Jadi Dosen di Unsa, Kini S2 di UNY

Jadi Dosen di Unsa, Kini S2 di UNY

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 24 September 2011
TIDAK
sedikit mantan buruh migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berhasil melanjutkan kuliah dan fokus di jalur pendidikan. Di antaranya Nining Andriani. Dosen Universitas Samawa (Unsa) Sumbawa Besar itu saat ini mengikuti Program Pascasarjana (S2) Universitas Negeri Yogyakarta. ’’Mengambil pendidikan IPS konsentrasi pendidikan karakter,’’ ujar perempuan yang pernah bekerja di Arab Saudi pada 1992 hingga 1995 ketika dihubungi INDOPOS, tadi malam (23/9).
Bahkan, jika ada kesempatan, perempuan kelahiran Pemangong, Lenangguar, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada 1974 itu akan terus kuliah hingga S3.’’Saya ingin kuliah di luar negeri,’’ kata perempuan yang merencanakan menikah selepas menyelesaikan S2 tersebut.
Lulusan S1 pendidikan ekonomi koperasi Unsa itu bercerita, selepas menyelesaikan SMA, sebenarnya ingin langsung melanjutkan kuliah. Namun, karena faktor ekonomi, Nining realistis. Tapi, anak pertama dari tujuh bersaudara itu tidak mau menyerah. ’’Sebelum ijazah keluar, saya sudah daftar bekerja di luar negeri. Setelah ijazah keluar saya berangkat. Dengan bekerja, saya ingin mengumpulkan uang, sehingga nanti bisa kuliah. Saya bekerja sebagai baby sitter,’’ terangnya.
Selama bekerja di rantau itu, Nining betah di satu majikan. ’’Majikan orang berpendidikan. Selama bekerja tidak ada masalah. Semua lancar, termasuk gaji. Paspor memang dipegang majikan, tapi saya diajak ke Kuwait, Yordania, dan Suriah. Pembantu lain tidak diajak. Saya merasa diistimewakan, karena bisa menjahit dan mengajari anak majikan. Di situ, selain saya, ada pembantu lain, perempuan dari Sri Lanka. Ada dua sopir dari Bangladesh,’’ jelas Nining yang mengaku saat SMP dia merupakan siswi berprestasi sehingga bisa diterima di SMA favorit di Sumbawa Besar.
Selama 3 tahun bekerja di negera petro dolar, komunikasi dengan keluarga di Indonesia untuk mengobati rasa kangen tak mengalami kendala. ’’Dengan keluarga baik-baik. Saya kirim surat. Sebenarnya, setelah kontrak habis, saya berkesempatan melanjutkan kontrak. Tapi saya pilih pulang, ingin kuliah,’’ ujar perempuan yang bekerja di Riyadh tersebut.
Setelah pulang, dengan bekal tabungan selama bekerja di Arab Saudi digunakan mengikuti sejumlah kursus seperti komputer dan bahasa Inggris.’’Saya juga pernah bekerja di Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dan di kantor kecamatan setempat. Saya kuliah S1 mulai 2002,’’ ungkapnya.
Saat bekerja di kantor Kecamatan Labuhan Badas, Sumbawa, ada program kerja sama Pemda Sumbawa dengan lembaga penelitian Universitas Brawijaya, Mitra Karya East Java. Nining ikut terlibat.’’Dari kegitan itu, penghasilan yang saya kumpulkan lumayan untuk biaya kuliah. Kerja sambil kuliah. Saat skripsi saya mundur. Setelah wisuda, saya tidak ada kegiatan selama 6 bulan. Masa transisi. Masuk ajaran baru, saya bergabung di Unsa,’’ imbuhnya. Selain di Unsa, Nining juga mengajar di salah satu sekolah tingkat menengah pertama di daerah sana.’’Pagi jadi guru, sore harinya jadi dosen. Ketika menjadi pembina Palang Merah Remaja di sekolah tersebut, beberapa juara disabet. Saya mengajar mulai 2007,’’ terang perempuan yang pada Pemilu 2009 jadi Panwaslucam di Labuhan Badas.
Tiga tahun menjadi dosen, Nining mendapat kesempatan melanjutkan kuliah.’’Dapat tugas belajar. Mengajarnya di sekolah ya ditinggal. Saya pilih melanjutkan pendidikan. Saya juga dapat informasi, ada peluang ke Jepang. Kalau diberi kesempatan S3, apalagi ke luar negeri, saya ingin sekali. Meski belum berkeluarga dan merencanakan menikah setelah lulus S2, kalau ada peluang S3, saya ambil. Saya hidup mengalir saja,’’ jelas Nining yang mendapat sertifikat dari rektor Universitas Negeri Yogyakarta karena merupakan mahasiswa S2 yang ikut terlibat sebagai relawan saat erupsi Gunung Merapi, beberapa waktu lalu.
Lalu apa keinginan ke depan? Dengan ilmu yang dipelajarinya saat ini, Nining ingin mengabdikan diri untuk masyarakat.’’Mengabdi untuk generasi penerus. Dengan konsentrasi pendidikan karakter, semoga bisa mengabdi dan mengubah mayarakat lebih baik,’’ pungkasnya. (zul)

Iklan
Kategori:TKI SUKSES
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: