Beranda > KEMENPORA > Jamnas IX Berlangsung Meriah

Jamnas IX Berlangsung Meriah

Momentum Bikin Gerakan Pramuka Lebih Menarik Lagi
OGAN KOMERING ILIR-Nuansa meriah mewarnai Jambore Nasional (Jamnas) IX tahun 2011. Jamnas yang kali ini mengusung tema Bersatu Teguh Menuju Indonesia Gemilang itu dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada Sabtu (2/7). Di sepanjang jalan raya Kabupaten Ogan Komering Ilir, warga setempat, anak-anak sekolah baik yang mengenakan seragam Pramuka maupun putih biru setia memegang bendera sambil menunggu kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan. Jamnas 2011 melibatkan sekitar 30 ribu orang. Peserta dari Malaysia dan Singapura juga hadir.
Jamnas merupakan salah satu momentum untuk merevitalisasi Gerakan Pramuka agar dibuat lebih menarik lagi. ’’Terus berkiprah dan terus menjadi pilihan utama,’’ ujar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi A. Mallarangeng di sela-sela Jamnas.
Dijelaskan, Gerakan Pramuka merupakan pilihan yang baik dalam membangun karakter dengan penuh kegiatan, produktif, mandiri, terampil, dan gotong royong yang terangkum. ’’Tentu saja harus lebih seksi dan lebih berkiprah lagi seperti di dalamnya digalakkan kegiatan di lapangan yang dapat memacu adrenalin seperti outbond, baris-berbaris, kemping atau berkemah, dan kegiatan dilapangan lainnya,’’ jelasnya.
Menpora yang hadir dalam pembukaan itu menambahkan, pihaknya ingin gugus depan (gudep) aktif lagi dan dibangun atas dasar komunitas.’’Mantan Pramuka juga harus bersatu dalam membantu adik-adiknya,’’ tukasnya. 
Kwartir Nasional (Kwarnas) juga harus menyesuaikan revitalisasinya.’’Satu pramuka untuk satu Indonesia,’’ ujarnya menyemangati peserta di Palembang.
Setiap peserta Gerakan Pramuka, lanjutnya, dapat menjadi elemen yang ada di masyarakat.’’Apakah jadi TNI, polisi dan atau PNS, hal itu dapat membina Pramuka di setiap gudep-gudepnya. Peran Diknas juga sangat penting sehingga bisa menjadi bagian dari ekstrakulikuler baik di dalam maupun di luar sekolah,’’ terangnya.
Selain itu, mengikuti Gerakan Pramuka harus era perkembangan digital, komputerisasi,dan jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook. Di jejaring sosial ini mereka dapat berbagi informasi saling bertukar pikiran antarsesama pramuka seluruh nasional.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar mengatakan, Jamnas IX tahun 2011 ini diikuti penggalang utusan 495 kwartir cabang (kwarcab) di tanah air. Juga diikuti 200 anggota pramuka yang berasal dari negara sahabat seperti Persekutuan Pengakap Malaysia, Pengakap Brunei Darussalam, dan Boy of Scout Singapura. Sekitar 3000 anggota pramuka dewasa berperan sebagai panitia, pimpinan dan dokter kontingen, serta pembina pendamping. ’’Sikap toleransi dan persaudaraan yang menjadi pijakan bagi multikulturalisme diharapkan meresap di kalangan peserta,’’ ujarnya.
Azrul menjelaskan, dengan adanya revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah berjalan lima tahun dan UU No 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, kegiatan-kegiatan Pramuka harus lebih maju dari sebelumnya. Berbagai kegiatan pembenahan organisasi telah banyak dilakukan. Di seluruh Kwarda dan Kwarcab yang tersebar di seluruh Indonesia mulai aktif kembali melaksanakan berbagai kegiatan kepramukaan.
Fokus revitalisasi Gudep sedang giat dilakukan. Azrul berharap, secara bertahap tetapi pasti Gudep yang merupakan ujung tombak Gerakan Pramuka dapat aktif kembali menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Diharapkan, dalam tiga tahun ke depan, pendidikan kepramukaan yang telah diperbarui itu dapat diselenggarakan oleh seluruh Gudep yang tercatat sudah 270 ribu jiwa di Indonesia.
Ketua Kwarda Pramuka Sumatera Selatan yang juga Ketua Panitia Pelaksana Jamnas Abdul Shobur menambahkan, selama di Gudep, mereka berlatih menerapkan nilai-nilai yang ada pada Dasa Darma dan menambah keterampilan untuk menjadi bekal hidup (life skill). Sumbangan Gerakan Pramuka adalah membentuk karakter generasi muda. Korupsi dan krisis moral yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini karena lemahnya watak. Dia berharap, pemerintah, dunia usaha, dan semua pihak membantu kegiatan Pramuka demi Indonesia yang lebih baik lagi.’’Kami ajak adik-adik memahami isu-isu terkini,’’ tegasnya.
Dia menyebutkan, berbagai kegiatan digelar selama JAmnas IX. Kegiatan go green-global development village seperti diskusi tentang bahaya narkoba, praktik daur ulang sampah, diskusi pemanasan global, dan perubahan iklim. Termasuk pengenalan energi terbaru seperti biogas, bioetanol, energi surya, mikrohidro, dan penjernihan air. Peserta mengikuti tiga kelompok kegiatan yaitu perkemahan, rotasi, dan non rotasi. Kegiatan perkemahan meliputi keagamaan, olahraga, upacara, apel pasukan, permainan persaudaraan, forum penggalang, anjangsana, kunjungan pameran, dan games. Sedangkan rotasi meliputi teknologi dan industri, scounting skill, adventure chalellenge, dan kegiatan wisata. Sedangkan kegiatan nonrotasi meliputi pendidikan dan seni budaya. Juga ada kegiatan khusus, antara lain pemecahan rekor Muri, kegiatan Pramuka luar biasa dan Pramuka luar negeri. Kegiatan Jamnas yang dikemas dalam bentuk pesta kreatif, edukatif, dan rekreatif itu 75 persen dilaksanakan di dalam perkemahan dan 25 persen di luar perkemahan. ’’Tenda dan kegiatan tersebar di Danau Teluk Gelam yang indah,’’ kata Abdul. (ibl)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 8 uli 2011

Iklan
Kategori:KEMENPORA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: