Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Waspadai Cuaca, Minggu Kloter Pertama Tiba di Jeddah-Madinah

Waspadai Cuaca, Minggu Kloter Pertama Tiba di Jeddah-Madinah

Persiapan Menyambut Haji 2011 (1)
Para calon jamaah haji (calhaj) Indonesia kloter pertama dijadwalkan akan tiba di Arab Saudi pada Minggu (2/10) besok. Semua kloter itu berasal dari semua embarkasi, kecuali Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“MEREKA (calhaj, Red) sebagian mendarat ke bandara di Jeddah, sebagian lagi mendarat langsung di Madinah,” ujar Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Arsyad Hidayat kepada INDOPOS di Bandara King Abdul Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi kemarin (30/9).
Bagi para calhaj yang mendarat di Jeddah selanjutnya menuju ke Madinah. Setelah di Madinah selama sembilan hari, para calhaj akan bergerak ke Makkah. “Para calhaj akan mulai masuk ke Makkah pada 11 Oktober,” jelas Arsyad. Arsyad menambahkan, pihaknya siap menyambut kedatangan para calhaj asal Indonesia. Kesiapan juga disampaikan Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi Hendra Wirawan. “Kami sudah siap. Kami juga telah mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penipuan dan lain-lain,” jelasnya di kawasan Masjid Nabawi, Madinah, kemarin malam.
Arsyad dalam kesempatan itu juga mengingatkan kepada para calhaj untuk mewaspadai cuaca ekstrim di Arab Saudi. “Saat ini suhu sekitar 37 hingga 40 derajat celcius. Supaya para calhaj nanti tidak sakit, maka perlu mempersiapkan diri kesehatannya dengan baik. Bagi warga Indonesia, ini merupakan kondisi sangat panas,” terangnya. Oleh karena itu, sebelum datang menuju Arab Saudi, para calhaj diharapkan menjaga kondisi kesehatan dengan baik. “Saya belum tahu pasti info kondisi cuaca nanti, tapi ada baiknya calhaj agar mempersiapkan fisik dengan sebaik-baiknya,” imbuh Arsyad.
Mengenai persiapan Petugas Pelayanan Ibadah Haji (PPIH) dalam menyambut kedatangan calhaj, dia mengatakan, sudah sangat siap menjalankan tugas masing-masing.
“Terutama di Makkah sudah mempersiapkan semua tugas masing-masing. Sudah mempersiapkan dengan baik segala hal untuk kelancaran ibadah haji,” ungkapnya. Terpisah, pemerintah terus berupaya mendekatkan jarak antara pemondokan dengan Masjidil Haram di Makkah. Ini agar calon jamaah haji Indonesia tidak berjalan jauh.
Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Cepi Supriatna, pada 2008, jarak terjauh pemondokan menuju Masjidil Haram 13 kilometer, pada 2009 sejauh tujuh kilometer, 2010 sejauh empat kilometer, dan 2011 sejauh 2,5 kilometer. Di Madinah juga demikian. Dijelaskan, pada 2009 misalnya jumlah calhaj yang ada di ring satu 63 persen, 2010 sebanyak 94 persen, dan 2011 sebesar 100 persen dengan jarak terjauh 500 meter. Tahun ini tidak ada istilah ring satu, karena sudah masuk markaziyah semua.  “Langkah pendekatan pemondokan dengan lokasi ibadah itu memang ditujukan untuk memberi kenyamanan calon jamaah haji,” pungkas Cepi. (zul)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: