Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Tangani Calhaj, Gandeng Tujuh Rumah Sakit di Makkah

Tangani Calhaj, Gandeng Tujuh Rumah Sakit di Makkah

SILATURAHMI: Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat bertemu dengan Direktur Rumah Sakit King Abdul Aziz di Zahir, Makkah, dr Kamal Kurdi, kemarin.

Menyambut Haji 2011 di Tanah Suci (4)
Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan untuk para calon jamaah haji (calhaj) Indonesia di daerah kerja (daker) Makkah sudah siap. Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) yang merupakan rumah sakit yang dipersiapkan untuk melayani para calhaj yang sakit segera dioperasikan.

’’BPHI Kholidiyah sudah siap. Ada 125 bed (tempat tidur). Peralatan yang disediakan sangat layak dan cukup lengkap. BPHI ini siap membantu menolong calhaj yang sakit,’’ ujar Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat setelah bertemu dengan Direktur Rumah Sakit King Abdul Aziz di Zahir, Makkah, dr Kamal Kurdi, kemarin (3/10).
Selain di BPHI, tenaga kesehatan juga ada di setiap kelompok terbang (kloter) yang menyertai para calhaj. Di level sektor, juga disediakan tenaga medis. ’’Sebanyak 11 sektor disediakan perawatan inap. Secara umum, siap,’’ jelas Arsyad yang didampingi Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah dr Thafsin al Farizi dan sejumlah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji.  Di BPHI Kholidiyah, imbuh Sekretaris Daker Makkah M. Khanif,  disediakan 91 tenaga medis. Mereka nanti dibantu oleh para tenaga musiman (temus). Pada Selasa malam pukul 20.00 waktu setempat, juga akan diadakan pertemuan dengan para perawat.
Selain menyiapkan pelayanan di BPHI dan sektor, lanjut Arsyad, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Makkah. ’’Ada 7 rumah sakit di Makkah yang bekerja sama. Di antaranya  Rumah Sakit King Abdul Aziz di Zahir. Mereka terbuka menerima para pasien yang nanti dirujuk ke sana,’’ jelasnya. Menurut Kamal Kurdi, Rumah Sakit King Abdul Aziz di Zahir siap melayani dan terbuka bagi para calhaj. ’’Kami tidak membeda-bedakan. Kewajiban bagi kami untuk melayani. Semua tamu dapat pelayanan yang terbaik. Di RS tersebut ada 225 bed, 200 dokter, dan 500 perawat. Selain Rumah Sakit (RS) King Abdul Aziz di Zahir, RS lain yang bekerja sama di antaranya RS Arab Saudi King Faisal,” ujarnya.
Dari Madinah, dua orang calhaj asal Jambi mendapat penanganan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah karena mengalami gangguan kesehatan. Mereka adalah Zainina, 45 dan Zamanan, 60. Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Daker Madina dr Subagyo menjelaskan, dari observasi awal Zainina membutuhkan fisioterapi selama dua hingga tiga minggu. ’’Kami berharap Ibu Zainina segera pulih agar tidak kehilangan momentum melaksanakan rukun haji,’’ ujarnya.
Sedangkan calhaj asal Sumatera Barat, Abdullah, 72, mengalami sesak nafas saat tiba di Bandara King Abdul Azis (KIA) Jeddah. Ini disebabkan yang bersangkutan  menderita penyakit paru-paru obstruktif menahun. ’’Dia juga pikun, kebingungan. Makanya, kami minta istirahat dan kami cek tensi darahnya. Alhamdulillah tensi darahnya normal 110, normal,’’ ujar Kepala Seksi Kesehatan Daker Jeddah Indra Katrianda. Sementara itu, rencana mengunakan fasilitas monorel dalam prosesi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina belum bisa terwujud tahun ini. Pemerintah Arab Saudi belum bisa menjamin mengangkut seluruh jamaah Indonesia yang mencapai 211 ribu orang. ’’Mereka itu melayani jutaan jamaah haji dari seluruh dunia. Daripada calhaj Indonesia tercecer, ada yang bisa naik dan tidak, lebih baik tidak sama sekali,’’ kata  Dubes RI untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur.Arab Saudi, lanjutnya, lebih mempriotaskan calhaj dari negara-negara di semenanjung Arab dan negara-negara yang jumlah jamaahnya tidak terlalu besar. ’’Harapannya jamaah dari satu negara tetap bisa dalam satu kesatuan, sehingga meminimalkan potensi kekacauan,’’ terangnya. Meski demikian, Gatot berjanji akan terus mengupayakan seluruh calhaj Indonesia bisa menikmati moda transportasi tersebut pada waktu yang akan datang. Gatot akan segera mengajukan nota kesepahaman (MoU) jika ada jaminan dari Arab Saudi seluruh jamaah bisa terangkut monorel. Tahun ini, lanjut Gatot, perjalanan jamaah dari Makkah menuju Arafah-Muzdalifah-Mina tetap akan menggunakan bus.
Di bagian lain, dua hari pemberangkatan, total sebanyak 10.785 calhaj yang direncanakan mendarat di Jeddah dan Madinah. Pada 2 Oktober, 5.475 calhaj mendarat. Sedangkan kemarin (3/10), sebanyak 5.310 orang. Hari ini (4/10), yang mendarat dijadwalkan ada 6.020 calhaj. Mereka bakal mendarat di Jeddah dan Madinah. ’’Mereka berasal dari Provinsi Sulteng, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jambi, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Jawa Barat, Bengkulu, dan Aceh. Dari DKI 455 calhaj dijadwalkan mendarat pukul 16.30 waktu setempat dan 455 calhaj lagi mendarat 16.45. Semuanya mendarat di Madinah,’’ jelas  Wakil Ketua 1 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid Syafiuddin. (zul)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: