Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Bawa Uang Banyak, Taruh di Deposit Box

Bawa Uang Banyak, Taruh di Deposit Box

PENINGGALAN: Jabal Uhud terletak di wilayah Madinah. Kemarin ada seorang calhaj yang tersesat sampai uhud.

Menyambut Haji 2011 di Tanah Suci (5)

MAKKAH-Para calon jamaah haji (calhaj) Indonesia diminta selalu waspada dan tidak memisahkan diri dari rombongan. Permintaan ini disampaikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kejadian kemarin pagi (4/10) waktu setempat. Menurut Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari,  seorang calhaj pria terkena tindak kejahatan. ’’Saya belum dapat data lengkapnya. Dari laporan PAM (pengamanan, Red) via telepon, sepulang salat Subuh, pria tersebut didekati oleh orang tak dikenal yang memakai bahasa daerah yang sama. Kondisi pria tersebut sedang bingung,’’ ujar Jauhari menceritakan laporan pengamanan ketika dihubungi INDOPOS kemarin (4/10).
Tempat kejadiannya, lanjut Jauhari, di luar pagar Masjid Nabawi, Madinah. ’’Saat baru mengambil identitasnya, uang yang terdiri atas riyal dan rupiah diambil. Jumlahnya total sekitar Rp 10 juta,’’ imbuhnya. Pihaknya sebenarnya sudah mengantisipasi tindak kejahatan. Dari evaluasi sebelumnya, operasi dilakukan sektor khusus Masjid Nabawi di dalam ring Nabawi.’’Kejadiannya malah di luar masjid. Kalau modusnya hampir sama, pura-pura menolong calhaj yang bingung. Atas kejadian ini, kami akan melakukan evaluasi, operasi pengamanan diperluas lagi. Selain itu, kami akan melakukan komunikasi dengan pihak mabahis (intel, Red)  di Madinah,’’ terangnya.
Jauhari juga mengimbau agar para calhaj jika ke luar pemondokan tidak membawa banyak uang atau perhiasan yang menonjol. ’’Bawa uang secukupnya. Selain itu jangan jalan sendiri atau memisah dengan rombongan,’’ tegasnya.
Terpisah, Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat yang ditemui INDOPOS di ruang kerjanya kemarin, mengatakan, pihaknya telah meminta pihak pengamanan agar mempelajari modus kejahatan yang terjadi pada musim haji sebelumnya. ’’Baik pengamanan yang bertugas di daerah kerja maupun 12 sektor (11 sektor plus 1 sektor khusus). Kami juga meminta pihak pengamanan meraba-raba modus operandi pelaku kejahatan tahun ini. Kebetulan anggota pengamanan ada yang berasal dari Reskrim,’’ jelasnya.
Dia mengingatkan, para calhaj yang akan menunaikan ibadah haji tidak membawa banyak uang dan perhiasan yang menonjol saat melakukan ibadah. ’’Bawa uang secukupnya. Tidak perlu bawa banyak uang atau perhiasan untuk memperlihatkan kekayaaan. Tujuannya kan ibadah,’’ imbuhnya. Jika calhaj membawa uang banyak dan merasa tidak aman, Arsyad menyarankan agar dititipkan ke kantor maktab yang mengelola pemondokan.’’Kantor maktab tidak jauh dari pemondokan. Di maktab ada save deposit box.  Gratis. Itu salah satu bentuk pelayanan dari maktab. Ada SOP-nya. Misalnya nanti saat Wuquf, ke Muzdalifah dan Mina, karena lama meninggalkan pemondokan dan calhaj khawatir hartanya, disimpan di situ saja,’’ terangnya.
Arsyad juga mengimbau, para calhaj tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, meski sama bahasa daerahnya. ’’Bukan melarang berkenalan atau curiga. Tapi lebih kepada tindakan antisipasi saja,’’ tegasnya.
Di bagian lain Jauhari mengatakan, saat ini ada 8 orang yang masih mendapatkan perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia Madinah.’’Seorang di antaranya terkena stroke ringan. Dari kloter I Batam, Zainina. Dari laporan Balai Pengobatan Haji Indonesia, ada kemungkinan pasien dirujuk ke rumah sakit pemerintah Arab Saudi yang ada di Madinah. Ibunya sebenarnya sakit juga. Tapi, sudah lumayan pulih. Dia sementara belum mau kembali ke rombongan, karena anaknya masih sakit,’’ terangnya.
Di samping itu, ada seorang pria yang umurnya sekitar 65 tahun dari kloter I Embarkasi Solo yang tersesat sampai Jabal Uhud.’’Namanya Pardi. Ditemukan petugas dan dibawa ke kantor Daerah Kerja Madinah. Saat ditanya-tanya tidak nyambung, terus dibawa ke Balai Pengobatan Haji Indonesia Madinah. Saat ini sudah pulih kondisinya,’’  tegasnya.
Jamaah Indonesia gelombang I terkosentrasi di Madinah. Mereka menunaikan Salat Arbain sekitar 8-9 hari di Masjid Nabawi dan berziarah ke tempat bersejarah. Baru pada 11 Oktober mereka berpindah ke Makkah untuk persiapan haji pada awal November nanti.  Sebanyak 67.500 calhaj Indonesia diperkirakan akan berkumpul di Madinah sebelum bergerak ke Makkah pada 11 Oktober. ’’Hingga  11 Oktober nanti ada 154 kloter,” kata Jauhari.
Sementara itu, sampai kemarin  siang pukul 13.00 waktu setempat, dari data Seskohat Kementerian Agama disebutkan, sudah ada 30 kloter yang terdiri atas 11.869 calhaj tiba di Arab Saudi. Hari ini (5/10) rencananya akan mendarat di Jeddah dan Madinah sebanyak 6015 orang. Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Sulteng, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Aceh, dan Bengkulu. ’’Banten ada 455 calhaj. Dijadwalkan mendarat di Madinah pada pukul 15.45 waktu setempat. Sedangkan Jawa Barat ada 450 orang, mendarat  di Madinah 03.25,’’ ujar Wakil Ketua 1 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)Arab Saudi Subhan Cholid Syafiuddin. (zul)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: