Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Calhaj Pertama Meninggal, Transportasi Siap 24 Jam

Calhaj Pertama Meninggal, Transportasi Siap 24 Jam

MELAYANI: M. izzul mutho dengan latar belakang bus Saptco.

Menyambut Haji 2011 di Tanah Suci (6)
Kabar duka datang dari calon  jamaah haji (calhaj) Indonesia yang berada di Madinah. Kasiyah binti Ahmad Disan, 79, warga asal Kebumen, Jawa Tengah, meninggal dunia di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah, Arab Saudi, Selasa (4/10) lalu pada pukul 15.30 waktu setempat.

KASIYAH adalah calhaj yang tergabung dalam kloter 2 Embarkasi Solo.  Almarhum merupakan calhaj yang kali pertama meninggal pada musim haji 1432 H/2011 M. Kasiyah yang tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada Ahad (2/10) pukul 19.30 waktu setempat mendapat penanganan dari BPHI setelah pingsan saat ziarah di Madinah. Sekadar diketahui, para calhaj gelombang I yang mendarat di Jeddah langsung dibawa ke Madinah. ’’Benar ada yang meninggal,’’ ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Ahmad Jauhari ketika dihubungi INDOPOS.
Menurut Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah dr Subagyo, almarhumah dibawa ke BPHI, kemarin (4/10) pagi pukul 08.30 waktu setempat.
’’Menurut keluarganya, sejak masuk ke Arab Saudi,  almarhumah masih berziarah dengan keluarganya, dan pingsan saat ziarah. Dari pemeriksaan, pingsannya karena kekurangan kalori,’’ kata Subagyo. Sedangkan Kepala Seksi Perlindungan dan Keamanan Daerah Kerja Makkah Rosidi Djafar mengatakan, jika ada calhaj yang meninggal akan dapat asuransi Rp 34 juta. Sedangkan kalau meninggalnya akibat kecelakaan, nilainya lebih besar.’’Kalau kecelakaan dapat dua kali lipat. Dibayarkan kepada ahli waris,’’ ujarnya.
Sementara itu, para calhaj akan dilayani oleh transportasi bus selama di Makkah. Moda transportasi tersebut akan mengantar para calhaj dari pemondokan hingga Masjidil Haram. ’’Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama bekerja sama dengan Saptco (Saudi Arabian Public Transportation Company, Red). Semua sudah siap. Tanggung jawab melayani,’’ ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat kepada INDOPOS kemarin.
Bus-bus tersebut melayani pemondokan yang berada di beberapa titik antara lain Mahbasjin, Ma’abdah, Rei Zakhir, Nakkassah, dan Syari Ummul Qura. Total yang bakal dilayani sebanyak 44.237 orang dan akan disediakan 45 bus. ’’Yang dilayani ada 61 pemondokan. Rasio busnya beda-beda. Seperti di Mahbasjin ada 27.324 orang yang bakal dilayani 16 bus, rasionya 1666 per satu bus. Sedangkan di luar Mahbasjin seperti di Ma’abdah disediakan 12 bus yang melayani 7.044 orang, rasionya 600 per satu bus. Kalau di Mahbasjin aksesnya lebih mudah lewat terowongan, lebih cepat. Beda dengan Ma’abdah,’’ imbuhnya.
Pelayanan transportasi tersebut hanya dilakukan hanya di daerah-daerah tersebut, di mana pemondokannya jauhnya di atas 2.000 meter. Para calhaj yang jarak pemondokannya ke Masjidil Haram kurang dari 2.000 meter, tidak dilayani transportasi. Pelayanan itu diberikan pada 11 Oktober hingga 1 November dan dilanjutkan setelah wuquf. ’’10 November hingga 1 Desember,’’ ujar Arsyad.
Penanggung Jawab Saptco Makkah Abdul Khatib mengatakan, Saptco adalah perusahaan transportasi tertua dan terkuat di Arab Saudi yang didukung oleh pemerintah Arab Saudi. Bus mulai beroperasi pada 1979. (zul)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: