Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Calhaj Hamil Diminta Tak Memaksakan Diri Berangkat

Calhaj Hamil Diminta Tak Memaksakan Diri Berangkat

KESEHATAN: Seorang perawat sedang merapikan alat medis di BPHI Makkah.

Suasana Pelaksanaan Haji Indonesia 2011 di Tanah Suci (7)
Calon jamaah haji (calhaj) Indonesia yang hamil diingatkan menunda keberangkatannya. Hal ini untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Peringatan itu dikeluarkan setelah ditemukannya kasus dugaan keguguran yang dialami seorang calhaj wanita.

’’FAKTOR keselamatan ibu dan bayi harus diperhatikan,’’ ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat kepada wartawan di Kantor Misi Haji di Makkah, Arab Saudi, kemarin (6/10). Calhaj yang menunda keberangkatan karena hamil bisa menyampaikan pengunduran diri keberangkatannya pada tahun ini ke kantor Kementerian Agama.’’Tahun berikutnya bisa terbang menunaikan ibadah haji,’’ imbuhnya.
Sebelumnya, seorang calhaj kloter 1 JKS (Jabar) yang sudah tiba di Madinah diduga mengalami keguguran dan dirujuk ke rumah sakit bersalin di Madinah. Arsyad menambahkan, kasus yang terjadi di Madinah ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak. ’’Memaksakan diri pergi haji dalam kondisi hamil yang akhirnya mengalami keguguran dan dirawat di rumah sakit,’’ jelasnya.
Senada disampaikan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Akhmad Jauhari. Dia meminta calhaj yang masih berada di Indonesia dan mengandung, sebaiknya menunda dulu kepergiannya pergi haji. Namun, terkait dengan calhaj yang dikabarkan keguguran di Madinah, sampai kemarin siang WIB, dirinya belum dapat memastikan.’’Saya belum tahu persis apakah yang dirujuk ke Wiladah itu kandungannya keguguran atau sekadar flek. Laporannya hanya menyebutkan satu jamaah dirujuk ke rumah sakit,” kata Jauhari.
Data Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah menyebutkan, calhaj Nola Ismaya tiba di BPHI Rabu (5/10) pukul 09.30 waktu setempat. Dia mengalami keluar darah dan mules yang sangat. Selanjutnya dirujuk ke rumah sakit. Jauhari mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan dan jika benar mengalami keguguran diharapkan yang bersangkutan dalam waktu singkat dapat mengakhiri masa nifasnya, sehingga dapat menjalankan ibadah haji dengan baik.
Sementara itu, tenaga medis sudah standbay di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) yang terletak di Kholidiyah, Makkah. Dari Indonesia terdapat 91 tenaga medis yang siap melayani para calhaj. Dari pantauan INDOPOS, gedung yang disewa selama lima tahun sejak 2009 itu terdiri atas lima lantai.’’Sudah siap,’’ ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat. Selain tenaga dari Indonesia, juga dibantu oleh tenaga musiman (temus) sebanyak 45 orang. ’’Plus ada lima pembimbing jamaah uzur,’’ ujar Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah Thafsin al Farizi  setelah silaturahmi dengan para perawat yang bertugas di sejumlah rumah sakit Arab Saudi di Makkah.
Peralatan yang disediakan pun cukup lengkap di balai pengobatan sekelas rumah sakit kelas C itu. Ada ruang ICU dan ICCU. BPHI ini berkapasitas sekitar 120 pasien. ’’Setelah musim haji peralatan disimpan di gudang. Nah pada musim haji, dikeluarkan dan kami dari tenaga medis yang ditugaskan ke Makkah ini membersihkannya. Semua masih bisa beroperasi dengan bagus,’’ ujar Cempaka Sandra Sari, perawat yang pada 2009 juga ditugaskan di BPHI. (zul)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: