Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Persiapan Belum Tampak, Sudah Tiga Calhaj Meninggal

Persiapan Belum Tampak, Sudah Tiga Calhaj Meninggal

PEZIARAH: Puluhan orang kemarin (8/10) tampak naik ke Jabal Rahmah.

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Air (9)
Meski puncak haji masih beberapa pekan lagi, suasana di Arafah masih terlihat sepi. Belum ada tanda-tanda geliat persiapan wuquf. Sementara itu, sampai kemarin petang (8/10), calhaj yang meninggal dunia di Madinah tercatat tiga orang.

KEPALA Seksi MCH Daerah Kerja Makkah Toto Sugiarto mengatakan, persiapan biasanya dilakukan dalam waktu yang cepat jelang pelaksanaan wuquf. Arafah saat ini bukan hamparan padang pasir yang tandus dan gersang. Sedikitnya ratusan pohon tertanam sejak lama. Tanaman itu terlihat hijau. Meski demikian, cuaca panas begitu menyengat. Seperti kemarin siang (8/10) waktu setempat saat INDOPOS ke Jabal Rahmah yang berada di area Arafah. Suhu sekitar 40 derajat celcius.
Di pelataran di dekat yang menuju Jabal Rahmah yang juga masuk area wuquf, terlihat kotor oleh kotoran Unta. Kotoran hewan itu hampir merata di sejumlah area yang mengitari Jabal Rahmah. Di bagian kaki sekitar Jabal Rahmah memang banyak yang menjajakkan Unta untuk dinaiki mereka yang datang. Kemarin ada sekitar lima Unta yang terlihat. Unta-Unta itu didandani seperti andong atau delman di Jakarta. ’’10 riyal,’’ ujar seorang pria menawarkan jasa naik Unta menghampiri INDOPOS.
Di samping itu, juru foto juga menawarkan jasanya.’’Foto 5 riyal,’’ ujarnya. Kemarin ada beberapa orang yang naik ke Jabal Rahmah, tapi tidak banyak. Selama sekitar sejam INDOPOS di sana, hanya terlihat sekitar puluhan orang menaiki jabal tempat bertemunya Hawa dan Nabi Adam AS tersebut.
Sementara itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tidak hanya melayani calhaj biasa atau regular yang berjumlah 201.000 orang. Para calhaj khusus—yang dulu disebut ONH plus—dapat pelayanan juga. Tahun ini, calhaj haji khusus berjumlah 20 ribu orang. ’’Para jamaah haji khusus dapat pelayanan juga seperti kesehatan. Kalau tersesat juga bisa dibantu petugas. Kalau transportasi dan pemondokan mereka sudah ada yang ngurus sendiri, bukan kami,’’ ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad di Mahbas Jin, Makkah, kemarin.
Kepala Seksi (Kasie) Pengendali Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Khorizi Dasir Dulabas mengharapkan para calhaj khusus mengetahui  jenis pelayanan yang akan diterima selama di tanah suci. ’’Segera menghubungi pihak penyelenggara haji khusus atau biro perjalanan yang memberangkatkannya. Ini sangat diperlukan agar selama berada di Arab Saudi tidak telantar,’’ tegasnya.
Sementara itu, sampai kemarin petang (8/10), calon jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Madinah tercatat tiga orang. Menurut Sekretaris Daker Madinah Helmi Anshori, calhaj yang meninggal itu adalah Kasiyah Ahmad Disan asal Kebumen, Marhadi bin Druno asal Bangkalan dan seorang lagi yang detail datanya masih menunggu surat keterangan kematian (COD). ’’Almarhum Marhadi berusia 50 tahun, tergabung dalam kloter 1 Surabaya,’’ kata Helmi. Marhadi tutup usia pada Jumat 7 Oktober di RS Al Dar, Madinah. Sebelumnya, Kasiyah Ahmad Disan, 79, meninggal pada 4 Oktober di Balai Pengobatan Haji Indonesia. (zul)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: