Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Calhaj yang Dirugikan PIHK atau KBIH Diminta Lapor

Calhaj yang Dirugikan PIHK atau KBIH Diminta Lapor

TERMINAL BAB ALI: Ini merupakan salah satu akses masuk calhaj Indonesia yang tinggal di pemondokan di daerah Mahbas Jin ke Masjidil Haram.

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (18)

Para calon haji (calhaj) khusus—dulu ONH plus–diminta tak segan-segan melaporkan jika merasa dirugikan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

LAPORAN tersebut disampaikan secara tertulis dan disertai bukti agar Kementerian Agama dapat segera menindaklanjuti.’’Sampaikan ke posko di daerah kerja. Jika melanggar, penyelenggara bisa dikenai teguran, peringatan tertulis, bahkan bisa pemutusan. Selama ini tidak bisa diambil langkah karena tidak ada bukti yang disertakan dalam pelaporan,’’ ujar Kepala Seksi Pengendali Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Daerah Kerja Makkah Khorizi Dasir Dulabas di kantor Misi Haji Indonesia, Makkah, Arab Saudi, Senin (17/10).
Sampai kemarin, 891 calhaj khusus tiba di Arab Saudi melalui 10 penyelenggara. ’’Yang dari Jeddah langsung ke Makkah ada 347 orang dari 5 penyelenggara. Sedangkan ke Madinah ada 544 orang dari 5 penyelenggara. Yang di Makkah tinggal di beberapa tempat, bergantung penyelenggaranya. Kami juga mengharapkan kepada penyelenggara proaktif dengan pengendali haji khusus untuk menyampaikan laporan secara langsung di posko sektor khusus di depan wilayah Gaza, sebelah timur Maulid Nabi, dekat Masjidil Haram. Ini sebagai bahan monitoring tentang keberadaan jamaah haji khusus itu sendiri,’’ imbuhnya.
Saat ini penyelenggara yang dapat izin sebanyak 237. Namun, yang mempunyai jamaah calon haji 206 penyelnggara. ’’Namun hanya 161 penyelenggara yang memberangkatkan. Penyelenggara yang tidak memberangkatkan mungkin calhajnya dititipkan ke penyelenggara lain. Dari pemerintah biaya haji khusus tahun ini ditetapkan USD 7 ribu. Di bawah itu tidak boleh, pelanggaran. Kalau di atas itu, silakan,’’ jelas Khorizi.
Tak hanya haji khusus, Khorizi juga meminta para calhaj yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) tak segan melaporkan jika ada KBIH yang nakal. ’’Kami juga mengawasi perilaku KBIH. Pasti ada. Namun, pelaporan itu harus ada faktanya. Sejauh ini, belum ada calhaj yang ikut KBIH yang mengadu. Kami sudah sebarkan form pengaduan ke calhaj melalui sektor-sektor. Jika ada yang terbukti melanggar akan diberi sanksi,’’ tegasnya.
Sementara itu, hingga pukul 14.21 waktu setempat kemarin, calhaj yang sudah tiba di Makkah sebanyak 100.009 orang. Sedangkan jumlah calon haji (calhaj) yang meninggal dunia terus bertambah. Hingga kemarin (17/10), data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu Kemenang menyebutkan, total sebanyak 16 calhaj meninggal di Arab Saudi. Seorang calhaj meninggal di Makkah, seorang di Jeddah, dan sisanya di Madinah. Soegijono bin Soekirman, 63, dari kloter 7 Surabaya dengan nomor paspor A1318067, asal Kodya Surabaya, Jawa Timur, meninggal di Madinah pada 16 Oktober 2011 pukul 09.25 waktu setempat.

Kemudian Hadiah binti Deli, 36, dari kloter 11 embarkasi Ujung Pandang, asal Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan meninggal di Madinah pada 16 Oktober 2011 pukul 11.15 waktu setempat. Slamet Supardi bin Sareh Cokro Leksono, 54, dari kloter 17 embarkasi Jakarta (JKG), asal Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, Lampung, meninggal di Madinah pada 16 Oktober 2011 pukul 08.00 dan Siti Mariyam binti H. Thohir, 67, dari kloter 29 Surabaya, asal Tulungagung, Jawa Timur, meninggal di Madinah pada 16 Oktober 2011 pukul 15.30.
Sebelumnya, sudah 12 calhaj meninggal dunia. Calhaj yang meninggal dunia di Makkah adalah Parluhutan Siagian Janagari Siagian, 67, asal Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara, yang tergabung di kloter 2 embarkasi Medan. Lalu  Slamet Riyadi bin Mad Dayib, 65, kloter 44 embarkasi Solo asal Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, meninggal dunia empat jam sebelum mendarat di Bandara King Abdul Azis, Jeddah.
Selain itu, 10 calhaj yang meninggal di Madinah adalah Fatimah binti H. Jamal (86 tahun, Kota Prabumulih, Sumsel), Kasimun bin Murtijan (77, Kediri, Jatim), Kasiyah binti Ahmad Disan (78, Kabupaten Kebumen, Jateng), Marhadi bin Druno (50, Kabupaten Bangkalan, Jatim), Andi Sutriany Amra binti Andi Mappiara (60, Ujung Pandang, Sulsel), Dedeh Misyanah binti H.A. Sutia (60, Kabupaten Bandung Barat, Jabar), Muhtar bin Encon (90, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar), dan Tamidjah binti Manidjan (64, Jakarta Timur, Jakarta). Kemudian Arifin bin Umar Usman (50, Indragiri Hilir, Riau) dan Slamet Sudir bin Sudir (74, Tangerang, Banten).  (zul)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: