Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Masih Banyak Calhaj yang Tersesat di Makkah

Masih Banyak Calhaj yang Tersesat di Makkah

BERKILAT CAHAYA: Suasana malam hari di Masjidil Haram, beberapa hari lalu.

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (17)
Masjidil Haram yang terletak di Makkah tak pernah sepi. Apalagi di musim haji seperti ini. Umat Islam dari berbagai negara datang untuk berumrah dan berhaji. Di dalam masjid ini terdapat Kakbah yang merupakan kiblat orang-orang Islam, orang-orang bertawaf di sekitarnya.

MASJID yang kali pertama dibangun di muka bumi ini adalah Masjidil Haram. Dalam Sahih Muslim disebutkan, dari Abu Dzar diriwayatkan bahwa dia bertanya, ’’Wahai Rasulullah, masjid apakah yang dibangun kali pertama di muka bumi ini?’’ Rasulullah menjawab,’’Masjidil Haram.’’ Dia bertanya lagi,’’Lalu masjid apalagi?’’ Rasulullah menjawab,’’Masjidil Aqsha’’. Antara keduanya, Nabi Muhammad SAW menjelaskan, lamanya 40 tahun.
Perluasan masjid hingga kini masih dilakukan. Sejumlah bangunan di sekitar Masjidil Haram yang dulu terlihat, sekarang sudah tidak ada lagi. Pasar di dekat Masjidil Haram yang orang-orang Indonesia mengenalnya dengan Pasar Seng, karena atapnya terbuat dari seng, misalnya, sekarang sudah tidak ada lagi. Tapi, para calhaj yang ingin membeli oleh-oleh atau belanja di sekitar Masjidil Haram tak perlu khawatir. Masih banyak deretan kios tak jauh dari Masjidil Haram.
Barangkali karena Masjidil Haram begitu luas dan pintu-pintunya sekilas sama, banyak calhaj yang bingung. Padahal, semua pintu sudah diberi nomor. Misalnya pada musim haji tahun ini, beberapa hari setelah calon jamaah haji (calhaj) Indonesia masuk Makkah, banyak ditemukan yang bingung. INDOPOS dan kawan kawan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sering ditanya oleh calhaj Indonesia di sekitar Masjidil Haram.
Bahkan, dari data pihak pengamanan PPIH Daerah Kerja Makkah, calhaj yang tersesat di Makkah masih banyak. Setidaknya dalam tiga hari terakhir setelah mereka masuk ke Makkah pada 11 Oktober lalu. ’’Pertama laporan yang masuk ada 20 jamaah. Kemudian hari berikutnya 54 calhaj, terus 50 orang,’’ ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat di Makkah.
Kebanyakan yang tersesat adalah calhaj yang tinggal di pemondokan di daerah Jarwal, Hafair, Syari’ Mansur, dan Syari’ Ummul Quro. Mereka biasanya habis menyelesaikan umrah dan keluar arah Marwa.’’Karena itu, para calhaj jangan terpisah dari rombongan. Ingat juga alamat pemondokan dan nomor ketua rombongan. Jangan tergesa-gesa melakukan ibadah tanpa mengingat-ingat tempat pemondokan dan jalan,’’ pungkasnya.
Sebenarnya, setelah pembangunan gedung menjulang tinggi yang di atasnya ada jam besar, para calhaj lebih mudah mengingatnya. Sebab, gedung tersebut perisi arah pintu nomor 1 Bab Malik Abdul Aziz. Jam besar itu terlihat jelas, baik di areal Masjidil Haram dan sektarnya maupun Kota Makkah pada umumnya. Namun, jika masuk atau keluar tidak arah situ, barangkali kalau tidak pernah masuk sebelumnya, kalau bingung barangkali wajar. (zul)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: