Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Empat Kasus, Uang Calhaj Penjual Pecel Dirampas

Empat Kasus, Uang Calhaj Penjual Pecel Dirampas

KORBAN: Miase bin Masnasih Buntung bersama istrinya Saidah Binti Abdul Hamid di pemondokan kawasan Jarwal, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (19/10).

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (20)
Sungguh kasihan nasib Miase bin Masnasih Buntung,72, dan istrinya Saidah Binti Abdul Hamid yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (ntb). Keduanya yang berasal dari kloter 9 embarkasi Solo menjadi korban perampasan usai melaksanakan sai Selasa (18/10). Sekitar 2900 riyal amblas digondol pelaku sebanyak enam orang.

’’UNTUK membayar dam saja sudah tidak ada,’’ ujar Miase yang kemarin (19/10) mengaku berpuasa sebagai ganti membayar dam. Menurut Miase yang bersama keluarganya kemudian pindah ke Kalimatan Tengah, uang yang diambil itu merupakan living cost yang masing-masing calon haji (calhaj) dapat 1500 riyal. Hanya, Miase sudah menggunakan 100 riyal. Sedangkan living cost yang diberikan kepada istrinya belum digunakan.
Miase bercerita, setelah selesai sai, dia dan istrinya keluar dari Masjidil Haram. Saat asyik mengobrol berdua dengan bahasa daerah asalnya, NTB, ada seorang pria yang menghampiri dan berkomunikasi dengan bahasa daerah. Pembicaraan pun makin akrab. Tak lama berselang, beberapa kawan pelaku datang. ’’Jumlahnya ada enam orang,’’ imbuhnya. Pelaku awalnya menanyakan isi tas untuk didata. Kemudian beberapa orang memegangi Miase dan lainnya mengambil isi tas.
Sebenarnya, Miase berusaha mengadakan perlawanan. Tapi, karena pelaku jumlahnya banyak dan tenaganya kuat, Miase dan istri tidak bisa berbuat banyak. Dalam sekejap, uang untuk bertahan hidup selama menunaikan haji pun amblas. Padahal, dia pergi haji dengan jerih payah hasil dari menanam jagung dan berjualan pecel. Kini, keduanya mengandalkan belas kasihan calhaj lainnya yang berada di pemondokan 416 yang berada di sektor 4.
Cerita sedih juga datang dari Sujud asal Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam. Pria yang usianya sudah kepala delapan itu juga mengaku kehilangan uang. Namun, pria yang tergabung di kloter 1 Aceh itu belum ingat berapa yang hilang. Untuk sementara, dia mendapat penanganan dokter di sektor 4.
Sebelumnya, dari data pihak pengamanan Daerah Kerja Makkah menyebutkan, kasus penipuan, pencurian, dan perampasan di Derah Kerja Makkah ada enam kasus. Terpisah, Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya telah berkoordinasi dengan keamanan Masjidil Haram. ”Selain koordinasi terkait keamanan para calhaj, juga untuk melindungi calhaj yang sudah semakin banyak,” ujarnya.
Selain kasus kriminal, terdapat kasus kecelakaan. Seorang calhaj asal Kuningan, Jabar, Ruslan yang berusia 89 dikabarkan meninggal setelah jatuh dari sebuah celah sempit di lantai 8 Hotel Borg Almokhtarah, Madinah, Selasa malam (18/10). Rekan sekamar Ruslan di lantai 8, Elon menuturkan, mungkin karena sudah uzur, almarhum sering bicara sendiri. ’’Kadang ngelantur,’’ katanya. Sampai kemarin sore pukul 16.45 waktu setempat, sedikitnya 24 calhaj meninggal dunia. Data terakhir ada penambahan 3 calhaj meninggal di antaranya  Saini binti Tarja, 54, asal Cilacap, Jateng; Romlah binti Mohammad Sirat, 67, asal Lampung Tengah; dan Asmani bin Muh Zahir, 71, asal Lombok Tengah, NTB. Sedangkan calhaj yang sudah tiba di Arab Saudi hingga pukul 16.42 waktu setempat kemarin sebanyak 115.213 orang. (zul)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: