Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Ratusan Tersesat, Calhaj Diminta Ingat Lokasi sebelum ke Haram

Ratusan Tersesat, Calhaj Diminta Ingat Lokasi sebelum ke Haram

PELAYANAN: Para calhaj yang tersesat istirahat sejenak di Posko Sektor Khusus.

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (21)
Para calon haji (calhaj) yang bingung atau tersesat jalan masih banyak. Bahkan, jumlahnya menembus ratusan orang. Karena itu, petugas meminta kepada calhaj untuk mengingat lokasi pemondokan.

MENURUT Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Maskat, sebelumnya saat calhaj datang dari Madinah ke Makkah—gelombang pertama—mulai 11 Oktober lalu, jumlah calhaj yang tersesat hanya berkisar puluhan. Namun, setelah gelombang kedua masuk mulai 14 Oktober lalu, di mana dari Jeddah langsung ke Makkah, jumlah calhaj yang tersesat menembus angka seratus lebih. ’’Hari ini (Rabu malam, Red) yang terdeteksi 140 lebih orang,’’ ujarnya kepada INDOPOS di dekat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, kemarin malam (19/10).
Malam itu, INDOPOS yang berada di dekat posko Sektor Khusus sekitar 1 jam melihat ada sekitar 10 calhaj yang tersesat. ’’Mereka biasanya baru datang, terus buru-buru melaksanakan ibadah, tanpa mengingat lokasi pemondokan dan saat masuk ke Masjidil Haram,’’ tegas Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat yang memantau beberapa jam di sekitar Masjidil Haram.
Personel pengamanan di sektor khusus ini berjumlah 15 orang. Mereka dibantu petugas yang direkrut dari tenaga musiman (temus) yang berasal dari mahasiswa di Timur Tengah dan orang-orang Indonesia yang mukim di Arab Saudi. Mereka membantu petugas di sekitar Masjidil Haram.’’Di Sektor Khusus ini stay 24 jam,’’ imbuhnya.
Mereka yang tersesat diminta masuk dulu di kantor Sektor Khusus untuk didata dan diberi minum dan snack. Selanjutnya, diantar menggunakan kendaraan ke pemondokan masing-masing. ’’Ada dua mobil koster dan satu HIS yang dioperasikan untuk mengantar calhaj yang tersesat,’’ jelas Maskat.
Antong Masniah dari kloter 18 embarkasi Makassar mengatakan, dia dan tiga rekan perempuannya menunggu rekan-rekannya yang lain.’’Tadi janjian bertemu di pintu 72 Masjidil Haram, terus berubah, minta ketemu di tiang yang ada di dekat Marwa, tapi tidak datang-datang juga,’’ ujar perempuan asal Ambon itu. Ketika berangkat, mereka berjumlah tujuh orang. ’’Ditunggu lama tidak muncul-muncul,’’ imbuh perempuan yang tinggal di pemondokan di daerah Jarwal itu.
Di bagian lain, menanggapi beberapa aksi kejahatan di Masjidil Haram dan sekitarnya, dia sebenarnya sudah mengusulkan kepada pihak pengamanan di Daker Makkah agar para calhaj saat ke Masjidil tidak membawa tas. ’’Yang dibawa hanya gelang identitas dan beberapa riyal secukupnya,’’ jelasnya.
Sementara itu, sampai kemarin sore pukul 15.30 waktu setempat (19.30 WIB), jumlah calhaj meninggal dunia yang terdata di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu sebanyak 27 orang.  Sebelumnya 25 meninggal dunia. Dua calhaj yang meninggal adalah Isrokhim bin Sukis, 43, dari Kendal. Kemudian Sukrisna Muhammad Wahid bin Wahid, 64,  asal Mataram. Sebelumnya Ruslan bin Murja, 88, asal Kuningan, Jabar. Sedangkan pasien yang rawat inap di Balai Pengobatan Haji Indonesia 31 orang, adapun 4 orang lagi di RS Arab Saudi. (zul)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: