Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Standar Kemabruran Haji Urusan Allah SWT

Standar Kemabruran Haji Urusan Allah SWT

NAIB AMIRUL HAJ: KH Hasyim Muzadi saat diwawancarai wartawan di Makkah, Arab Saudi, kemarin.

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (26)
Naib Amirul Haj KH Hasyim Muzadi tidak sepakat adanya standardisasi kemabruran haji. Sebelumnya, ada wacana membuat standar kemabruran haji dan dimasukkan ke dalam revisi UU No 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

’’STANDAR mabrur itu urusan Allah SWT. Manusia hanya berupaya memenuhi syarat-syarat haji agar mendapatkan hajinya diterima Allah SWT dan menjadi mabrur. Itu hak Allah SWT, bukan hak manusia. Itu istilah transedental. Yang bisa dilakukan adalah standardisasi administratif untuk jamaah haji,’’ ujar Hasyim kepada wartawan di kantor Misi Haji Indonesia di Makkah, kemarin (25/10).
Sebelumnya saat pembacaan kesimpulan pertemuan tim pengawas haji DPR gelombang I yang dibacakan Wakil Ketua Komisi VIII Ahmad Zainuddin, beberapa hari lalu terungkap keinginan DPR untuk membuat standardisasi kemabruran haji masuk ke dalam revisi UU No 13/2008. Terkait pembatasan usia jamaah risiko tinggi (risti) juga tidak perlu dimasukkan dalam UU. ’’Tua atau tidak, kalau tidak memenuhi syarat dia tidak wajib lagi berangkat haji. Batasan usia dikembalikan ke kesehatan. Ada orang yang berusia 70 tahun atau 75 tahun, tapi masih sehat. Istita’ah itu ukurannya kesehatan, transportasi, dan kemungkinan pergi haji. Kalau jadi beban yang terakhir di kesehatan. Tapi jangan atas nama kebabruran haji,’’ tegasnya.
Di bagian lain, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, para calon haji (calhaj) Indonesia harus hati-hati dan tidak lewat di bawah alat-alat berat yang mengerjakan proyek perluasan pembangunan Masjidil Haram. Sebab, beberapa hari lalu jamaah asal Malaysia tertimpa besi hingga meninggal. Selain ada jamaah Malaysia yang meninggal, ada juga calhaj Indonesia yang tertimpa meterial bangunan. ’’Alhamdulillah calhaj selamat tapi luka-luka di bagian kepala,’’ ujar Ketua Kloter 13 embarkasi Medan Nasaruddin Batubara di kantor Misi Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, kemarin (25/10).
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (21/10). Calhaj Indonesia, Murni, 60, yang telah melaksanakan umrah berjalan kaki bersama rombongannya dan calhaj dari negara lain. Saat berjalan kaki dan melewati proyek pembangunan perluasan Masjidil Haram tiba-tiba dari atas jatuh runtuhan material besi dan kayu. ’’Material besi menimpa calhaj Malaysia, sementara material kayu menimpa calhaj Indonesia,’’ katanya. Saat tertimpa, Murni pingsan dan mengalami luka cukup parah. Darah mengalir cukup deras dan memar di kepala yang ditandai sejumlah benjolan.
Dia kemudian dibawa ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). Dokter kloter 13 Medan dr Suriati mengatakan, kondisi korban setelah ditangani BPHI sudah pulih dan saat ini sudah kembali ke pemondokan nomor 1105, Maktab 68 wilayah Bakhutmah. ’’Masih dalam pengawasan kesehatannya. Tapi secara umum korban dalam kondisi membaik dan sudah bisa melaksanakan salat lima di pemondokan,’’ jelasnya. Sementara itu, hingga kemarin pukul 14.45 waktu setempat, jumlah calhaj meninggal sebanyak 49 orang.  Sebelumnya 44 meninggal dunia. Yang meninggal adalah Sudirman bin Abdul Choliq dari embarkasi Solo, M . Bisri bin Masir dari embarkasi Surabaya, Masnik binti Abdul Majid dari embarkasi Medan, Sabki Hamid bin H. Abdul Hamid kloter 17 JKG, dan P. Ripai bin H. Samsudin dari embarkasi Surabaya. (zul)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: