Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Selama Tersesat Tidak Makan dan Tidur, Hanya Minum Zamzam

Selama Tersesat Tidak Makan dan Tidur, Hanya Minum Zamzam

DARI BIMA: Dari kiri, Ahmad Mahmud Ismail, Abdus Salam Ibrahim, dan Puasa Sao di Sektor Khusus Masjidil Haram, kemarin (28/10).

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (29)
Puasa Sao tertunduk lesu. Keletihan tidak bisa disembunyikan dari raut wajah senja kakek asal Bima, Nusa Tenggara Barat itu. Pria yang mengenakan baju batik, seragam haji, dan celana gelap itu lebih banyak tertunduk diam.

DIA duduk di kursi berjajar dengan para calon haji (calhaj) tersesat lainnya di Sektor Khusus Masjidil Haram. Tak berapa lama, setelah seorang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) membagikan roti dan air meneral ukuran kecil, dia langsung memakannya. Minuman pun habis. Dari cara makannya, pria yang masih mengenakan tas kecil seperti calhaj kebanyakan yang talinya dikalungkan di leher, tampak lapar. ’’Mereka sudah dua hari tidak makan,’’ ujar dua orang pria paro baya yang mengantar Puasa dan Abdus Salam Ibrahim yang belakangan diketahui berasal dari kloter 73 embarkasi Surabaya itu.
Ibrahim yang lebih banyak bicara saat INDOPOS bertanya. Setelah memakan roti dan meminum air yang dibagikan petugas, pria yang masih mengenakan pakaian ihram itu bercerita, Kamis (27/10), dia bersama rombongan ke Masjidil Haram, tapi terpisah. ’’Dari Kamis, saya hanya minum zamzam,’’ ujar Ibrahim yang terlihat lemas. Sedangkan Puasa tampak tertidur di kursi. ’’Saya juga tidak tidur. Berputar di Kakbah hingga 14 kali,’’ imbuh pria paro baya itu ketika ditanya tidur di mana selama tersesat. Keduanya memang mengenakan gelang calhaj yang dibagikan dari Kementerian Agama.
Tak berapa lama, Puasa terbangun dari tidurnya. Dia membuka saku tas kecilnya. Dia mengeluarkan satu lembar uang, 5 riyal, dan mencoba berkomunikasi sembari tangannya memberi isyarat ke mulut, tanda makan. Dia minta tolong dibelikan makan. Beberapa menit kemudian datang seorang kakek lagi dengan mengenakan pakaian ihram. Dia tidak bisa bahasa Indonesia. Sering berbicara, namun menggunakan bahasa daerah. Yang tahu maksudnya adalah Ibrahim. Dari gelang yang dikenakan, namanya Ahmad Mahmud Ismail.’’Ini dari Bima juga. Satu pondokan,’’ ujar Ibrahim. Mahmud juga bercerita yang diterjemahkan oleh Ibrahim bahwa uangnya 38 riyal dirampas orang.
Jumlah calhaj yang tersesat memang selalu ada. Bahkan jumlahnya masih menembus ratusan. ’’Yang banyak habis Subuh,’’ ujar Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Maskat.
Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, persoalan tersesat memang sulit dihindari. Selain karena orang yang berhaji setiap tahun berbeda, Masjidil Haram sangat luas.’’Orangnya banyak. Kalau pintu masuk dan keluarnya beda, bisa bingung,’’ ujarnya yang bersama rombongan kemarin bergerak ke Madinah.
Terpisah, keberadaan calhaj nonkuota yang sampai Rabu malam (27/10) tiba di Arab Saudi diprediksi sekitar 1.000 orang disayangkan Duta Besar RI untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur. Menurutnya, haji nonkuota tahun sebelumnya mencapai ribuan tersebut harus ada tindakan. ’’Keberadaan jamaah nonkuota yang selalu berulang setiap tahun dilakukan oleh semacam mafia yang sulit diberantas dan harus ada tindakan tegas,’’ kata Gatot di Makkah kemarin malam. Sementara itu, calhaj yang telah tiba di Arab Saudi kemarin (28/10) sebanyak 184.853 orang. 172.886 di antaranya telah masuk ke Makkah. Sedangkan calhaj yang meninggal mencapai 74 orang. (zul)

 

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: