Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Antisipasi Kelelahan, Tambah Ambulans Baru

Antisipasi Kelelahan, Tambah Ambulans Baru

SUDAH SIAP: Tenda-tenda yang bakal ditempati calhaj Indonesia di Arafah.

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (34)
Persiapan sarana dan prasarana wukuf di Arafah nyaris rampung 100 persen. Sebagian tenda sudah berdiri. Sementara bendera Indonesia berkibar di ujung tiang yang terlihat di beberapa pinggir jalan di dekat deretan tenda.

SEJUMLAH tenda yang bakal ditempati oleh calon haji (cahaj) Indonesia juga ditempeli nama kloter, embarkasi, dan daerah. Bahkan, di antaranya dipasang sejenis sepanduk berukuran besar. Ini untuk memudahkan para calhaj. Mereka dikelompokkan sesuai maktabnya. Cuaca kemarin siang sekitar pukul 13.00 waktu setempat memang panas. Namun, ketika masuk ke dalam tenda, panas tidak begitu terasa. Toilet juga sudah tersedia permanen. Begitu juga tempat wudlu. Beberapa toilet tambahan juga didirikan. Sekadar diketahui, kendaraan yang bisa masuk ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina hanya yang mempunyai stiker khusus.
Karena wukuf Arafah yang jatuh pada Sabtu (5/11) dan calhaj Indonesia mulai bergerak ke Arafah dari pemondokannya pada Jumat (4/11), diharapkan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Sebab, banyak energi yang bakal terkuras dalam rangkaian ibadah. Untuk menghadapi kemungkinan banyaknya calhaj yang kelelahan, pemerintah Indonesia menambah sembilan ambulans baru dan berkoordinasi dengan rumah sakit Arab Saudi. ’’Balai Pengobatan Haji Indonesia tetap beroperasi selama di Arafah,’’ kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat di kantor Misi Haji Indonesia, Makkah, Arab Saudi.
Bahrul mengatakan, kondisi Arafah untuk wukuf pada 5 Nopember nanti sudah banyak mengalami perbaikan, khususnya untuk tenda-tenda yang akan dipakai calhaj Indonesia. Usulan pemerintah mengenai perbaikan karpet tenda pun sudah dipenuhi pihak Arab. ’’Dari sisi teknis, sudah baik, termasuk dari sisi air, pemerintah Arab pun mengabulkan adanya ready tank bagi jamaah kita. Tahun ini lebih baik pelayanannya,’’ katanya.
Bahrul juga menegaskan kembali agar calhaj Indonesia bersabar dan melakukan ibadah dengan baik. Kebiasaan terburu-buru calhaj saat menunggu kendaraan maupun aktivitas lainnya bisa menyebabkan kelelahan fisik. Sedangkan untuk teknis penyajian prasmanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina), lanjut Bahrul, pemerintah akan memberlakukan dua jalur antrean. Pengambilan makanan secara prasmanan itu pun akan dilakukan secara berkelompok, sehingga tidak menimbulkan kericuhan. Dari pantaun INDOPOS Rabu 2/11 siang, tenda yang dipakai untuk prasmanan dari atas terlihat bundar. ’’Kami pun menambah jumlah tim pengawas katering di Armina,’’ kata Bahrul.
Terkait temuan adanya beberapa kamar yang isinya tidak semestinya oleh Tim Pengawas Penyelenggaraan Haji dari DPR di antaranya Marzuki Alie, Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, kondisi itu banyak variabelnya. ’’Kadang-kadang jamaah tidak mau dipisahkan, tak mau dibedakan gedungnya. Mungkin kejadiannnya begitu. Kalau mau dipindahkan bisa. Masih punya cadangan. Bergantung kesediannya jamaahnya,’’ ujar Suryadharma ditemui di depan Masjidil Haram seusai salat Magrib, Rabu 2/11 malam. (zul)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: