Beranda > CATATAN HAJI 2011 > Bermasalah, Pembahasan Pemondokan ke Depan Lebih Awal

Bermasalah, Pembahasan Pemondokan ke Depan Lebih Awal

TINJAU: Abdul Kadir Karding dan sejumlah anggota DPR kemarin melakukan kunjungan ke pemondokan di Rei Zakhir.

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (32)
Jarak pemondokan mendapat perhatian khusus Tim Pengawas Penyelenggaran Ibadah Haji yang terdiri atas anggota DPR RI. Jarak antara pemondokan dan Masjidil Haram ada yang sudah sesuai dengan komitmen antara Kementerian Agama dan DPR, tapi ada juga yang belum.

’’JARAKNYA maksimal 2.000 meter atau lebih dari itu 2,5 km, tapi hanya tujuh persen. Dari catatan tim satu, jaraknya yang lebih dari 2 km lebih dari itu (7 persen, Red),’’ ujar anggota DPR RI Abdul Kadir Karding, yang ditemani enam anggota DPR lainnya saat meninjau pemondokan di Rei Zakhir, Makkah, Senin sore (31/10).
Jika memang lebih dari tujuh persen, lanjut dia, pihaknya berencana menyampaikan surat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ’’Ini menjadi perhatian. Kami memprioritaskan jarak dan kapasitas pemondokan, karena ini yang menyerap banyak dana. DPR melakukan pengawasan untuk perbaikan ke depan. Kalau ada yang salah ya disemprit. Ini untuk bahan evaluasi ke depan, termasuk sebagai masukan terhadap revisi Undang-Undang No 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Ini agar penyelenggaraan ke depan lebih profesional dan lebih baik lagi,’’ tegasnya di pemondokan 337.
Ketua Komisi VIII itu menambahkan, tahun depan telah disiapkan beberapa alternatif. Pembahasan pemondokan akan dilakukan lebih awal lagi, dengan harapan mendapatkan pemondokan yang lebih murah dan jaraknya lebih dekat .Otomatis biaya penyelenggaraan ibadah haji bisa ditetapkan lebih awal. ’’Dibahas lebih awal. Januari semoga bisa dibahas,’’ imbuhnya.
Selain rombongan Karding, Ketua DPR RI yang juga Ketua Tim Pengawas Penyelenggaran Ibadah Haji Marzuki Alie juga melakukan peninjauan. Di antaranya meninjau pemondokan 1113 di daerah Nakkasah. Dalam kunjungan itu, Marzuki melihat ada kamar yang isinya tidak sesuai. ’’Ukuran kamar 3×3,5 meter kok diisi lima orang. Bagaimana ini? Koper sampai di atas kasur. Idealnya 4 meter persegi 1 orang. Kalau ditambah orang ya tidak sampai begini, dipadat-padatkan. Memang ada perbaikan dari laporan. Tapi masih jauh dari harapan. Ini masalah klasik. Ini harus diperbaiki. Kalau perlu buat panja,’’ ujarnya.
Kalau tidak beres, dia mengusulkan dibuat badan seperti negara tetangga yang mengurus secara khusus haji. ’’Tidak perlu menggunakan APBN,’’ tegasnya. Badan tersebut bertanggung jawab langsung kepada presiden.’’Lebih baik kemungkinan ke depan pengelolaan haji diserahkan ke badan dan tentunya harus memiliki undang-undangnya,’’ kata Marzuki.
Sekalipun masih membutuhkan perbaikan di sana sini, Marzuki menilai pelayanaan haji tahun ini makin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dia mengakui memang tidak mudah mengurusi ratusan ribu jamaah calon haji apalagi pelaksanaannya berada di negara lain.
Sementara itu, calhaj yang meninggal dunia hingga kemarin berjumlah 89 orang. Sebelumnya 81 calhaj meninggal dunia. Sedangkan yang dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia di Makakh sebanyak 119 orang. (zul)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: