Arsip

Arsip Penulis

Meriahnya Hipenca di Dufan

HUMAN INVESTMENT: Ribuan penyandang disabilitas hadir di Panggung Maksima Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol, kemarin (7/12).

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 8 Desember 2011.

JAKARTA-Suasana meriah terlihat di Panggung Maksima Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol, kemarin (7/12). Ribuan penyandang disabilitas tampak ceria. Mereka hadir untuk memeriahkan Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) tingkat DKI Jakarta. Setiap 3 Desember diperingati Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca). Tanggal tersebut ditetapkan melalui resolusi Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) No. 47/3 tahun 1992. Peringatan ini merefleksikan upaya yang telah dilakukan penyandang disabilitas.
Berbagai perhatian diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam bidang kesehatan misalnya. Memberikan kemudahan dalam layanan
pengobatan, yang diawali anggota Pertuni (Persatuan Tuna Netra
Indonesia).
Dengan melakukan keberpihakan dan melibatkan penyandang cacat
dalam setiap proses pembangunan, diharapkan akan memberikan dampak positif dalam pengurangan angka kemiskinan. Di samping itu, penyandang cacat sebagai human investment, merupakan sumber daya manusia yang potensial dan perlu diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri dalam berbagai aspek kehidupan.
Untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan para penyandang disabilitas,
tentunya tidak hanya bergantung kepada pemerintah. Namun perlu juga dukungan dan partisipasi seluruh pihak baik dari pemerintah, masyarakat maupun stakeholders lain.
Dalam peringatan tersebut, sejumlah bantuan dan santunan diberikan
kepada penyandang disabilitas. ’’Santunan sosial untuk seribu orang penyandang disabilitas masing-masing Rp 175 ribu. Atau total Rp 175 juta, bantuan paket natura untuk seribu orang senilai Rp 85 juta, bantuan untuk 126 penyandang cacat potensial Rp Rp 189 juta, dan bantuan alat bantu fisik, seperti kursi roda 32 buah, alat bantu dengar 32 buah, dan kruk sebanyak 15 buah,’’ ujar Ketua Panitia Peringatan Hipenca Maringan Kumala.
Sejumlah hiburan dari penyandang disabilitas disuguhkan dalam kegiatan  tersebut. Seperti Band Differensia (tuna netra), tarian dari Tuna Netra Panti Sosial Bina Netra Cawang, dan nyanyian acapela dari penyandang disabilitas. (dai)

Iklan
Kategori:ANCOL

Antisipasi Kelelahan, Tambah Ambulans Baru

November 18, 2011 Tinggalkan komentar

SUDAH SIAP: Tenda-tenda yang bakal ditempati calhaj Indonesia di Arafah.

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (34)
Persiapan sarana dan prasarana wukuf di Arafah nyaris rampung 100 persen. Sebagian tenda sudah berdiri. Sementara bendera Indonesia berkibar di ujung tiang yang terlihat di beberapa pinggir jalan di dekat deretan tenda.

SEJUMLAH tenda yang bakal ditempati oleh calon haji (cahaj) Indonesia juga ditempeli nama kloter, embarkasi, dan daerah. Bahkan, di antaranya dipasang sejenis sepanduk berukuran besar. Ini untuk memudahkan para calhaj. Mereka dikelompokkan sesuai maktabnya. Cuaca kemarin siang sekitar pukul 13.00 waktu setempat memang panas. Namun, ketika masuk ke dalam tenda, panas tidak begitu terasa. Toilet juga sudah tersedia permanen. Begitu juga tempat wudlu. Beberapa toilet tambahan juga didirikan. Sekadar diketahui, kendaraan yang bisa masuk ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina hanya yang mempunyai stiker khusus.
Karena wukuf Arafah yang jatuh pada Sabtu (5/11) dan calhaj Indonesia mulai bergerak ke Arafah dari pemondokannya pada Jumat (4/11), diharapkan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Sebab, banyak energi yang bakal terkuras dalam rangkaian ibadah. Untuk menghadapi kemungkinan banyaknya calhaj yang kelelahan, pemerintah Indonesia menambah sembilan ambulans baru dan berkoordinasi dengan rumah sakit Arab Saudi. ’’Balai Pengobatan Haji Indonesia tetap beroperasi selama di Arafah,’’ kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat di kantor Misi Haji Indonesia, Makkah, Arab Saudi.
Bahrul mengatakan, kondisi Arafah untuk wukuf pada 5 Nopember nanti sudah banyak mengalami perbaikan, khususnya untuk tenda-tenda yang akan dipakai calhaj Indonesia. Usulan pemerintah mengenai perbaikan karpet tenda pun sudah dipenuhi pihak Arab. ’’Dari sisi teknis, sudah baik, termasuk dari sisi air, pemerintah Arab pun mengabulkan adanya ready tank bagi jamaah kita. Tahun ini lebih baik pelayanannya,’’ katanya.
Bahrul juga menegaskan kembali agar calhaj Indonesia bersabar dan melakukan ibadah dengan baik. Kebiasaan terburu-buru calhaj saat menunggu kendaraan maupun aktivitas lainnya bisa menyebabkan kelelahan fisik. Sedangkan untuk teknis penyajian prasmanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina), lanjut Bahrul, pemerintah akan memberlakukan dua jalur antrean. Pengambilan makanan secara prasmanan itu pun akan dilakukan secara berkelompok, sehingga tidak menimbulkan kericuhan. Dari pantaun INDOPOS Rabu 2/11 siang, tenda yang dipakai untuk prasmanan dari atas terlihat bundar. ’’Kami pun menambah jumlah tim pengawas katering di Armina,’’ kata Bahrul.
Terkait temuan adanya beberapa kamar yang isinya tidak semestinya oleh Tim Pengawas Penyelenggaraan Haji dari DPR di antaranya Marzuki Alie, Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, kondisi itu banyak variabelnya. ’’Kadang-kadang jamaah tidak mau dipisahkan, tak mau dibedakan gedungnya. Mungkin kejadiannnya begitu. Kalau mau dipindahkan bisa. Masih punya cadangan. Bergantung kesediannya jamaahnya,’’ ujar Suryadharma ditemui di depan Masjidil Haram seusai salat Magrib, Rabu 2/11 malam. (zul)

Makkah Makin Padat, Dijaga Ketat, ke Haram Jalan Kaki

November 18, 2011 Tinggalkan komentar

BUTUH PERBAIKAN: Marzuki Alie (kiri) dan Abdul Kadir Karding di kantor Misi Haji Indonesia di Makkah.

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (33)
Jelang wukuf di Arafah yang dijadwalkan jatuh pada Sabtu (5/11), jutaan calon haji (calhaj) dari penjuru dunia sudah memasuki Makkah. Hampir semua calhaj Indonesia yang total berjumlah 221 ribu orang, terdiri atas 201 ribu calhaj reguler dan 20 ribu calhaj khusus sudah memasuki Makkah al Mukarramah.

HINGGA pukul 15.00 waktu setempat (19.00 WIB), sudah 502 kloter tiba di Arab Saudi. Jumlahnya 218.800 orang. Satu kloter dari embarkasi Surabaya, yakni kloter 92 yang berisi 343 calhaj telah mendarat dan dalam perjalanan dari Jeddah menuju Makkah. Awalnya, jumlah total kloter adalah 500. Namun dalam perkembangannya 503 kloter. ’’Satu kloter yang belum datang BDJ 17 (kloter 17 embarkasi Banjarmasin, Red),’’ ujar petugas Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu, Evi Al Haidar di kantor Misi Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, Selasa 1/11.
Sebenarnya, closing date calhaj masuk pada 31 Oktober 2011 pukul 24.00 waktu setempat. Namun, ada 3 kloter dari Surabaya, 90, 91, dan 92 yang dibawa Saudi Arabian Airlines tiba beberapa jam setelah closing date. ’’Kalau menggunakan Saudi, tidak masalah,’’ ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat. Sedangkan kloter 17 dari Banjarmasin yang membawa 215 calhaj menggunakan Garuda dijadwalkan baru tiba 15.55 waktu setempat. ’’InsyaAllah tidak ada masalah. Meski (pesawatnya, Red) tidak Saudi, pihak Garuda sudah komunikasi,’’ kata Arsyad kepada INDOPOS, Selasa (1/11).
Banyaknya calhaj yang sudah masuk ke Makkah, menyebabkan kota suci ini semakin ramai oleh pendatang. Sejumlah titik jalan tampak adanya kepadatan transportasi. Kepadatan ini juga tak lepas, penutupan di sejumlah titik, terutama yang menuju ke Masjidil Haram. Jika sebelumnya, kendaraan bisa sampai dekat dengan halaman atau sekitar Masjidil Haram sekitar 200 meteran, mulai kemarin tidak bisa. Calhaj yang ingin ke Masjidil Haram harus jalan kaki. Selain itu, akses menuju ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina, kemarin juga ditutup dan dijaga ketat oleh polisi dan petugas. Hanya beberapa kendaraan yang boleh masuk.
Sejak kemarin jasa transportasi bus Saudi Arabian Public Tranportation Company yang sebelumnya mengangkut calhaj Indonesia dari pemondokan ke Masjidil Haram dan sebaliknya berhenti sementara hingga 10 November 2011. Kendaraan tersebut oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi dikonsentrasikan persiapan Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sekadar diketahui calhaj yang tinggal di pemondokan yang jaraknya di atas 2 km disediakan transportasi.
Terpisah, Ketua Tim Pengawas Penyelenggaraan Ibadah Haji Marzuki Alie berharap para calhaj membantu agar pelaksanaan ibadah haji ke depan lebih baik lagi. Beberapa persoalan klasik, seperti pemondokan, di mana isi sejumlah kamarnya tidak sesuai mestinya, harus tidak terjadi lagi.
Sementara itu, hingga kemarin sore, calhaj yang meninggal berjumlah 92 orang. Sebelumnya 89 orang. Umrah binti Abdurahman dari kloter 60 embarkasi Solo, Ningrum binti Acoh dari kloter 39 Jakarta (JKG), dan Klinem binti Mulyo Dikromo dari kloter 18 JKG. Sedangkan yang dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia di Makkah sebanyak 130 calhaj dan 25 orang di rumah sakit Arab Saudi. (zul)

Bermasalah, Pembahasan Pemondokan ke Depan Lebih Awal

November 18, 2011 Tinggalkan komentar

TINJAU: Abdul Kadir Karding dan sejumlah anggota DPR kemarin melakukan kunjungan ke pemondokan di Rei Zakhir.

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (32)
Jarak pemondokan mendapat perhatian khusus Tim Pengawas Penyelenggaran Ibadah Haji yang terdiri atas anggota DPR RI. Jarak antara pemondokan dan Masjidil Haram ada yang sudah sesuai dengan komitmen antara Kementerian Agama dan DPR, tapi ada juga yang belum.

’’JARAKNYA maksimal 2.000 meter atau lebih dari itu 2,5 km, tapi hanya tujuh persen. Dari catatan tim satu, jaraknya yang lebih dari 2 km lebih dari itu (7 persen, Red),’’ ujar anggota DPR RI Abdul Kadir Karding, yang ditemani enam anggota DPR lainnya saat meninjau pemondokan di Rei Zakhir, Makkah, Senin sore (31/10).
Jika memang lebih dari tujuh persen, lanjut dia, pihaknya berencana menyampaikan surat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ’’Ini menjadi perhatian. Kami memprioritaskan jarak dan kapasitas pemondokan, karena ini yang menyerap banyak dana. DPR melakukan pengawasan untuk perbaikan ke depan. Kalau ada yang salah ya disemprit. Ini untuk bahan evaluasi ke depan, termasuk sebagai masukan terhadap revisi Undang-Undang No 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Ini agar penyelenggaraan ke depan lebih profesional dan lebih baik lagi,’’ tegasnya di pemondokan 337.
Ketua Komisi VIII itu menambahkan, tahun depan telah disiapkan beberapa alternatif. Pembahasan pemondokan akan dilakukan lebih awal lagi, dengan harapan mendapatkan pemondokan yang lebih murah dan jaraknya lebih dekat .Otomatis biaya penyelenggaraan ibadah haji bisa ditetapkan lebih awal. ’’Dibahas lebih awal. Januari semoga bisa dibahas,’’ imbuhnya.
Selain rombongan Karding, Ketua DPR RI yang juga Ketua Tim Pengawas Penyelenggaran Ibadah Haji Marzuki Alie juga melakukan peninjauan. Di antaranya meninjau pemondokan 1113 di daerah Nakkasah. Dalam kunjungan itu, Marzuki melihat ada kamar yang isinya tidak sesuai. ’’Ukuran kamar 3×3,5 meter kok diisi lima orang. Bagaimana ini? Koper sampai di atas kasur. Idealnya 4 meter persegi 1 orang. Kalau ditambah orang ya tidak sampai begini, dipadat-padatkan. Memang ada perbaikan dari laporan. Tapi masih jauh dari harapan. Ini masalah klasik. Ini harus diperbaiki. Kalau perlu buat panja,’’ ujarnya.
Kalau tidak beres, dia mengusulkan dibuat badan seperti negara tetangga yang mengurus secara khusus haji. ’’Tidak perlu menggunakan APBN,’’ tegasnya. Badan tersebut bertanggung jawab langsung kepada presiden.’’Lebih baik kemungkinan ke depan pengelolaan haji diserahkan ke badan dan tentunya harus memiliki undang-undangnya,’’ kata Marzuki.
Sekalipun masih membutuhkan perbaikan di sana sini, Marzuki menilai pelayanaan haji tahun ini makin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dia mengakui memang tidak mudah mengurusi ratusan ribu jamaah calon haji apalagi pelaksanaannya berada di negara lain.
Sementara itu, calhaj yang meninggal dunia hingga kemarin berjumlah 89 orang. Sebelumnya 81 calhaj meninggal dunia. Sedangkan yang dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia di Makakh sebanyak 119 orang. (zul)

Senin 31/10 Closing Date Calon Haji

November 18, 2011 Tinggalkan komentar

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (31)
MAKKAH-Para calon haji (calhaj) Indonesia terus berdatangan ke Arab Saudi. Hingga kemarin (30/10)pukul 15.00 waktu setempat (19.00 WIB), calhaj yang tiba di Arab Saudi sebanyak 200.510 (479 kloter). Sebanyak 190.495 (471 kloter) di antaranya sudah masuk ke Makkah. Para calhaj reguler gelombang 1
yang sebelumnya ke Madinah terlebih dahulu, sudah bergerak ke Makkah. ’’Di Madinah sudah habis,’’ ujar Kepala Seksi Kedatangan dan Kepulangan Daerah Kerja Makkah Sahbuddin, kemarin.
Data awal yang ada di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu Kementerian Agama menyebutkan, jumlah kloter secara keseluruhan 500 kloter. Dengan demikian, saat ini tinggal 21 kloter yang belum tiba di Arab Saudi. Semua calhaj harus sudah masuk ke Makkah paling lambat 31 Oktober 2011 pukul 24.00 waktu setempat. ’’Closing date pada 31 Oktober,’’ ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat. Dari jadwal yang dirilis Kementerian Agama, 31 Oktober merupakan akhir pemberangkatan calhaj gelombang II dari tanah air ke Jeddah, Arab Saudi. Dari Jeddah, calhaj yang masuk gelombang II langsung ke Makkah.
Terpisah, Dirjen Penyelenggara Ibadah dan Umroh Slamet Riyanto mengatakan, persiapan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sudah cukup baik. ’’Informasi yang saya terima persiapannya sudah baik dan koordinasinya juga lancar,’’ kata Slamet, kemarin. Untuk katering sudah dipastikan dengan prasmanan karena dinilai lebih baik. Makanan yang disajikan dalam keadaan fresh, jika dibandingkan dengan nasi kotak. Sedangkan Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dr Mawari Edy mengatakan, persiapan puncak haji terus dilakukan. Salah satunya adalah pemeriksaan kondisi kesehatan calhaj sebelum berangkat wukuf di Arafah. ’’Untuk screening kami
sudah mengedarkan surat kepada masing-masing dokter kloter agar mulai melakukan pemeriksaan kondisi akhir jamaah,’’ ujar Mawari. Hasil pemeriksaan menjadi dasar bagi petugas kesehatan dalam memperlakukan jamaah. Pihaknya akan memilah kondisi calhaj dalam tiga kelompok, mandiri, observasi, dan tunda.
Bagi calhaj yang mengalami gangguan kesehatan, namun mampu mengobati diri sendiri akan masuk kategori mandiri. Sedangkan calhaj sakit yang membutuhkan pendampingan masuk dalam kategori observasi. Sementara calhaj sakit yang membutuhkan perawatan intensif, masuk kategori tunda. Calhaj yang masuk kelompok observasi dan tunda kemungkinan besar akan disafariwukufkan. Sementara itu, seorang calhaj Indonesia dari Nanggroe Aceh Darussalam pulang sebelum wukuf di Arafah karena akan mengikuti tes kesehatan dalam pemilihan kepala daerah (Pemilukada) di daerahnya. (zul)

Pasar Hewan Kaqiyah Mulai Ramai oleh Calhaj

TINGGAL PILIH: Mereka yang ingin membeli hewan seperti kambing atau unta bisa datang ke Pasar Kaqiyah.

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (30)
Para calon haji (calhaj) Indonesia memang sebagian memilih haji tamattu’, yakni melakukan umrah lebih dahulu kemudian mengerjakan haji. Cara ini dikenakan dam. Para calhaj Indonesia sebagian memilih haji tamattu’. Namun ada sejumlah calhaj yang memilih haji ifrad atau qiran.

’’SAYA ifrad,’’ ujar seorang calhaj kepada INDOPOS di depan Sektor Khusus Masjidil Haram. Haji ifrad adalah melakukan haji saja. Bagi yang akan umrah, setelah menyelesaikan hajinya dapat melaksanakan umrah.
Pagi itu sekitar pukul 06.00, pria yang bernama Muhammad Sais itu diantar ke Sektor Khusus Masjidil Haram, karena tidak tahu jalan pulang ke pemondokan setelah melaksanakan salat Subuh dan ibadah lainnya di Masjidil Haram. Pria yang usianya di kisaran kepala enam itu masih mengenakan pakaian ihram. Padahal sudah beberapa hari sampai di Makkah dan telah melaksanakan umrah. ’’Saya datang Rabu dan sudah melakukan umrah,’’ ujar pria yang berasal dari Maluku Utara yang tergabung di kloter 10 embarkasi Ujung Pandang itu.
Dia tahu, kalau harus memakai pakaian ihram hingga setelah puncak haji atau setelah rangkaian hajinya selesai dikerjakan.’’Sampai selesai wukuf di Arafah nanti,’’ imbuhnya. Dia memilih ifrad, karena panggilan hati. Di rombongannya yang memilih ifrad ada 10 orang. Menurut Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah Syahlan Arief, pihak Kementerian Agama memang tidak mengarahkan kepada para calhaj memilih salah satu di antara tiga tersebut. ’’Kalau jamaah mau memilih tamattu’ atau ifrad atau qiran, silakan saja,’’ jelasnya kepada INDOPOS.
Naib Amirul Haj KH Hasyim Muzadi mengatakan, memilih ifrad, qiran atau tamattu’ merupakan pilihan masing-masing. ’’Silakan pilih sendiri. Islam tidak memilihkan. Ifrad tidak bayar dam,’’ tegasnya.
Sementara itu, suasana di pasar Kaqiyah yang menjual hewan seperti kambing dan unta serta menyediakan tempat penyembelihannya, kemarin (29/10) tampak ramai. Sejumlah calhaj Indonesia dan negara lain tampak datang.’’Saya mau melihat-lihat dulu,’’ ujar Muhammad Ibrahim, calhaj dari kloter 13 embarkasi Aceh ditemui di depan pasar Kaqiyah.
Dia tidak sendiri. Bersama sekitar 7 rekan-rekannya, dia didampingi oleh guide, seorang mahasiswa Al Azhar, Kairo, Munawir. ’’Bisa lewat bank. Tapi, saya mau lihat dulu di sini. Sebab, rombongan 1 dan 3 mengeluarkan SR 350 (riyal) untuk membayar dam tamattu’. Itu katanya sudah termasuk paket ziarah ke gua tsur dan hira, serta melihat-lihat Arafah, Mina, dan Muzdalifah. Cukup umurnya untuk disembelih. Yang penting sah,’’ ujar Ibrahim yang tergabung di rombongan 9 itu.
Sementara itu, calhaj yang telah tiba di Arab Saudi hingga pukul 13.49 waktu setempat kemarin (29/10), sebanyak 190.742 orang. 182.879 di antaranya telah masuk ke Makkah. Sedangkan calhaj yang meninggal 77 orang. Sebelumnya 74 orang. (zul)

Selama Tersesat Tidak Makan dan Tidur, Hanya Minum Zamzam

DARI BIMA: Dari kiri, Ahmad Mahmud Ismail, Abdus Salam Ibrahim, dan Puasa Sao di Sektor Khusus Masjidil Haram, kemarin (28/10).

Suasana Pelaksanaan Haji 2011 di Tanah Suci (29)
Puasa Sao tertunduk lesu. Keletihan tidak bisa disembunyikan dari raut wajah senja kakek asal Bima, Nusa Tenggara Barat itu. Pria yang mengenakan baju batik, seragam haji, dan celana gelap itu lebih banyak tertunduk diam.

DIA duduk di kursi berjajar dengan para calon haji (calhaj) tersesat lainnya di Sektor Khusus Masjidil Haram. Tak berapa lama, setelah seorang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) membagikan roti dan air meneral ukuran kecil, dia langsung memakannya. Minuman pun habis. Dari cara makannya, pria yang masih mengenakan tas kecil seperti calhaj kebanyakan yang talinya dikalungkan di leher, tampak lapar. ’’Mereka sudah dua hari tidak makan,’’ ujar dua orang pria paro baya yang mengantar Puasa dan Abdus Salam Ibrahim yang belakangan diketahui berasal dari kloter 73 embarkasi Surabaya itu.
Ibrahim yang lebih banyak bicara saat INDOPOS bertanya. Setelah memakan roti dan meminum air yang dibagikan petugas, pria yang masih mengenakan pakaian ihram itu bercerita, Kamis (27/10), dia bersama rombongan ke Masjidil Haram, tapi terpisah. ’’Dari Kamis, saya hanya minum zamzam,’’ ujar Ibrahim yang terlihat lemas. Sedangkan Puasa tampak tertidur di kursi. ’’Saya juga tidak tidur. Berputar di Kakbah hingga 14 kali,’’ imbuh pria paro baya itu ketika ditanya tidur di mana selama tersesat. Keduanya memang mengenakan gelang calhaj yang dibagikan dari Kementerian Agama.
Tak berapa lama, Puasa terbangun dari tidurnya. Dia membuka saku tas kecilnya. Dia mengeluarkan satu lembar uang, 5 riyal, dan mencoba berkomunikasi sembari tangannya memberi isyarat ke mulut, tanda makan. Dia minta tolong dibelikan makan. Beberapa menit kemudian datang seorang kakek lagi dengan mengenakan pakaian ihram. Dia tidak bisa bahasa Indonesia. Sering berbicara, namun menggunakan bahasa daerah. Yang tahu maksudnya adalah Ibrahim. Dari gelang yang dikenakan, namanya Ahmad Mahmud Ismail.’’Ini dari Bima juga. Satu pondokan,’’ ujar Ibrahim. Mahmud juga bercerita yang diterjemahkan oleh Ibrahim bahwa uangnya 38 riyal dirampas orang.
Jumlah calhaj yang tersesat memang selalu ada. Bahkan jumlahnya masih menembus ratusan. ’’Yang banyak habis Subuh,’’ ujar Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Maskat.
Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, persoalan tersesat memang sulit dihindari. Selain karena orang yang berhaji setiap tahun berbeda, Masjidil Haram sangat luas.’’Orangnya banyak. Kalau pintu masuk dan keluarnya beda, bisa bingung,’’ ujarnya yang bersama rombongan kemarin bergerak ke Madinah.
Terpisah, keberadaan calhaj nonkuota yang sampai Rabu malam (27/10) tiba di Arab Saudi diprediksi sekitar 1.000 orang disayangkan Duta Besar RI untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur. Menurutnya, haji nonkuota tahun sebelumnya mencapai ribuan tersebut harus ada tindakan. ’’Keberadaan jamaah nonkuota yang selalu berulang setiap tahun dilakukan oleh semacam mafia yang sulit diberantas dan harus ada tindakan tegas,’’ kata Gatot di Makkah kemarin malam. Sementara itu, calhaj yang telah tiba di Arab Saudi kemarin (28/10) sebanyak 184.853 orang. 172.886 di antaranya telah masuk ke Makkah. Sedangkan calhaj yang meninggal mencapai 74 orang. (zul)