Arsip

Archive for the ‘KEMENTERIAN’ Category

Rumah Sosial Menuju Masyarakat Sejahtera

September 26, 2011 Tinggalkan komentar

Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di 50 Kabupaten Daerah Tertingga

JAKARTA-Pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia telah menunjukkan banyak kemajuan terutama bagi warga masyarakat yang kurang beruntung dan rentan yang lebih dikenal dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan masyarakat miskin yang menjadi kelompok sasaran pelayanan sosial. Kemajuan kondisi sosial masyarakat terutama PMKS seperti tercermin pada indikator sosial antara lain jangkauan pelayanan sosial di satu sisi dan penurunan jumlah PMKS dan masyarakat miskin, kemandirian dan keberfungsian sosial PMKS dan masyarakat miskin, juga tercermin pada tumbuh dan berkembangnya kelembagaan sosial, organisasi sosial, pranata sosial, pilar-pilar partisipasi sosial (volunteerism), dan nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang menjadi karakteristik dan jati diri bangsa Indonesia. Selain itu, pencapaian pembangunan kesejahteraan sosial bisa terlihat juga dari indikator sosial lainnya yakni adanya peningkatan produktivitas PMKS dan masyarakat miskin sebagai sumber daya manusia yang dapat berpartisipasi aktif dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara. 
Dari kompleksnya permasalahan kesejahteraan sosial di Indonesia, tetapi melalui pengalaman pelayanan sosial yang panjang, Kementerian Sosial telah berhasil melakukan identifikasi terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) ke dalam lima isu strategis, yakni kemiskinan (atau kefakirmiskinan), kecacatan, keterlantaran, ketunaan sosial, dan korban bencana. Pengelompokan ini dapat memudahkan penetapan sasaran pelayanan sosial melalui kebijakan, program dan kegiatan kesejahteraan sosial. 
Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (Badiklit Kesos) Kementerian Sosial Republik Indonesia DR Marjuki, M.Sc mengatakan, permasalahan sosial bangsa seperti kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, keterpencilan, ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku, korban bencana dan korban tindak kekerasan, serta eksploitasi dan diskriminasi, mendesak pemerintah untuk segera menetapkan langkah-langkah penanganan dan pendekatan yang sistematik, terpadu dan menyeluruh, dalam rangka mengurangi beban dan memenuhi hak-hak dasar warga negara secara layak melalui pembangunan inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan untuk mewujudkan kehidupan yang bermartabat. Langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah dengan menetapkan Undang-Undang No 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.
Dalam upaya percepatan penanggulangan masalah-masalah sosial utamanya kemiskinan pemerintah atau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa perlu melakukan langkah-langkah koordinasi secara terpadu antarlintas pelaku penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang mencakup penyiapan perumusan dan penyelenggaraan kebijakan penanggulangan kemiskinan. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa untuk melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan diperlukan upaya penajaman yang meliputi penetapan sasaran, perancangan dan keterpaduan program, monitoring dan evaluasi, serta efektivitas anggaran, perlu dilakukan penguatan kelembagaan di tingkat nasional yang menangani penanggulangan kemiskinan. 
Untuk itulah Presiden membentuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (tim lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan di tingkat pusat) melalui Peraturan Presiden RI No. 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
Kementerian Sosial adalah pengemban amanat Undang-Undang No 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial dan merupakan anggota dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Dasar itulah yang mendorong Kementerian Sosial untuk menciptakan langkah nyata percepatan peningkatan kesejahteraan sosial. Langkah nyata tersebut tertuang dalam program prioritas Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di 50 Kabupaten Daerah Tertinggal. Hal ini sejalan dengan Kontrak Kinerja Menteri Sosial dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengamanatkan Kementerian Sosial untuk memprioritaskan usaha mengentaskan minimal 50 daerah tertinggal dari kemiskinan selama periode 2010 sampai dengan 2014. Pedoman pelaksanaan program prioritas ini terangkum dalam Keputusan Menteri Sosial Nomor: 06B/HUK/2010 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di 50 Kabupaten Daerah Tertinggal.
’’Pemilihan 50 kabupaten daerah tertinggal tersebut tidak sembarangan. Disinkronkan dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial juga melakukan identifikasi, riset awal, dan meyakinkan pemerintah daerah, mana daerah (desa) yang menjadi prioritas,’’ ujar Marjuki kepada INDOPOS di ruang kerjanya, kemarin (26/9).
Dari 50 kabupaten tersebut dipilih satu desa di masing-masing kabupaten. Dari beberapa tahapan yang dilakukan, lanjutnya, sejauh ini ada dua desa di Kabupaten Sukabumi dan Garut yang dijadikan suatu model pelayanan desa sejahtera.’’Jadi desa sejahtera itu konsepnya rehabilitasi sosial, pemberdayaan masyarakat, penanggulangan kemiskinan, serta kemitraan dengan lembaga dan penguatan kelembagaan,’’ terang Marjuki didampingi Tati Nugrahati, kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kementerian Sosial.
Di desa tersebut selanjutnya dibangun Rumah Sosial sebagai pusat pelayanan. ’’Kriteria sejahtera adalah berfungsi kegiatan rehabilitasi, berkaitan dengan bantuan dan kegiatan sosial, perlindungan sosial dan jaminan seosial, serta mampu membangun kemitraan dengan stake holder. Kalau empat ini masuk, berarti sejahtera. Sejahtera ini menjadi tujuan dari adanya Rumah Sosial yang dibangun di desa tertinggal,’’ terangnya.
Dari model yang diterapkan di satu desa di Sukabumi dan satu desa di Garut, lanjutnya, sejauh ini menunjukkan tren positif. ’’Dari Rumah Sosial itu, sudah terbentuk kelembagaan, validasi pelayanan. Yang melakukan ya masyarakat sendiri. Tumbuh kesadaran dan kebersamaan. Muncul kegiatan dari masyarakat, mereka membahas berbagai persoalan dan mengatasinya. Mereka juga sudah membangun kemitraan. Rumah Sosial itu sebagai pusat pelayanan sosial. Di sana ada berbagai kegiatan dan program,’’ terangnya.
Namun, bukan berarti tidak ada kendala. Masih perlu menyamakan pemahaman dan persepsi dan penguatan kapasitas pendampingan untuk mengurus Rumah Sosial. ’’Sekarang yang jadi model baru dua desa. Sampai 2014, 50 desa di 50 kabupaten. Harapan ke depan kegiatan-kegiatan Kementerian Sosial itu bisa direplikasikan secara positif. Kalau itu terjadi PMKS akan teratasi dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) berkembang, sehingga masyarakat dapat sejahtera,’’ pungkasnya. (zul/adv)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 27 September 2011

Kategori:KEMENSOS

Optimistis SEA Games 2011 Sukses

September 24, 2011 Tinggalkan komentar

Ribuan Masyarakat Palembang Berdoa dan Beri Dukungan
PALEMBANG-Perhelatan SEA Games yang akan digelar November mendatang mendapat dukungan penuh dari segenap lapisan masyarakat Palembang. Setidaknya itu terlihat pada Rabu malam (3/8). Ribuan masyarakat Kota Pempek, ikut memberikan doa dan dukungan agar pelaksanaan pesta olahraga se-Asia Tenggara itu bisa berlangsung sukses.
Bentuk dukungan masyarakat Palembang ini memang sangat tampak pada acara doa bersama 100 Hari Menuju SEA Games 2011. Acara yang digelar di Masjid Agung, Palembang, itu disesaki ribuan masyarakat. Lantai dasar penuh. Lantai dua masjid, juga demikian.
Turut hadir pada kesempatan itu di antaranya Ketua MUI Sumsel KH.M Sodikun, Ketua Umum KONI Pusat Rita Sobowo, Ketua Panitia SEA Games Rahmat Gobel serta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. ’’Awalnya banyak yang skeptis kalau Palembang mampu menjadi tuan rumah SEA Games. Tapi setelah melihat sejumlah persiapan dan ikut didoakan ribuan masyarakat Palembang, saya yakin SEA Games akan berjalan dengan baik,’’ tutur Andi Rabu (3/8).
Usai doa bersama, alumnus Universitas Gadjah Mada itu berharap bahwa penyelenggaraan SEA Games 2011 nanti bisa berjalan sukses. Baik prestasi, penyelenggaraan, maupun ekonomi rakyat.
Respons positif ditunjukkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin. Dia mengaku sangat bangga daerahnya bisa tampil sebagai tuan rumah mengingat SEA Games ini merupakan sejarah baru bagi Palembang.
’’Inilah ajang SEA Games kali pertama yang diadakan di luar Jakarta dan di luar Pulau Jawa. Oleh karena itu atas nama pemerintah Sumsel, saya  mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya karena telah mempercayakan Palembang sebagai tuan rumah SEA Games, termasuk masyakat Palembang,’’ tutur Alex.
Yang menarik Sumsel sebagai  salah satu kota penyelenggaraan SEA Games 2011, November nanti, berencana menggratiskan seluruh pertandingan pesta olahraga se-Asia Tenggara. Tujuannya, apalagi kalau bukan menarik animo masyarakat dalam memberikan dukungan kepada skuad Merah Putih.’’Kami tidak ingin membatasi. Barangkali tidak dipungut bayaran,’’ papar Alex Noerdin, di sela count down 100 hari SEA Games, Rabu (3/8).
Pemegang kendali pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan itu punya alasam yang cukup kuat soal ini. Pasalnya, saat pernah mencoba menarik bayaran pada saat Kejuaraan Bola Voli Antarklub Asia, akhir Juli silam, penontonnya tidak sesuai harapan. ’’Kalau pun dikenakan biaya, mungkin baru bisa dilaksanakan pada saat final,’’  tambahnya.
Pria kelahiran Palembang, 9 September 1950 itu beralasan untuk  pembatasan. ’’Final harus dibatasi, karena ada aturan yang menyebutkan kalau terlalu ramai tidak boleh. Batasannya nanti adalah kuota tempat duduk. Jika sudah penuh, tidak boleh lagi ada penonton tambahan supaya nggak menganggu pertandingan,’’ urainya.
Pada SEA Games 2011 nanti, ada 22 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Palembang. Cabor menembak, bola voli, panjat tebing, ski air, petanque, biliar,  gulat, senam, dan akuatik bakal dihelat di Kota Pempek ini. Begitu juga dengan atletik, baseball, softball, sepatu roda, panjat tebing, ski air, sepak takraw, tinju, sepatu roda, bridge, catur, tenis dan soft tenis.’’Indonesia khususnya, Palembang, siap menjadi tuan rumah yang baik sebagai penyelenggara SEA Games 2011. Jadi kalau pun dikenakan biaya itu semata-mata untuk pembatasan,’’ paparnya lagi.
Sementara itu, count down 100 hari perhelatan SEA Games 2011 berlangsung sederhana. Rencana spektakuler kelas tinggi yang sedianya melibatkan sejumlah penyanyi terkenal ditiadakan. Sebagai gantinya, Indonesia South East Asia Games Organizing Committee (Inasoc) Palembang menggelar acara pembacaan doa dan yasinan bersama di Masjid Agung Palembang, (3/8).
Meski digelar sederhana, acara tetap dihadiri seluruh stake holder SEA Games 2011. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, Ketua KONI/KOI Rita Subowo, Ketua Pelaksana Harian Inasoc (Indonesian SEA Games Organizing Committee) Rahmat Gobel bersama Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin ikut hadir di Masjid Agung Palembang.
Dalam sambutannya Andi Mallarangeng mengatakan, meski digelar sederhana, secara umum ini tidak mengurangi keseriusan Indonesia dalam menggelar pesta olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara ini.
Andi menjelaskan, saat ini  pihaknya fokus kepada tiga program prioritas. Pertama, mengejar penyelesaian pembangunan venues di DKI dan Palembang, penyiapan penyenggaraan, dan menyiapkan atlet yang akan turun pada pertandingan nanti.
’’Memang tidak mudah tapi insya Allah kita siap, optimisme ini timbul setelah venue tenis selesai, dan voli yang baru saja selesai uji coba lapangan dengan dilaksanakannya Kejuaraan Voli Antarklub Asia,’’ ujar Andi kepada wartawan di Masjid Agung Palembang (3/8).
Sedangkan Alex Noerdin menjelaskan, pihak kontraktor telah setuju pengerjaan dikebut meskipun Ramadan, pembangunan venue SEA Games di Jakabaring Sport City tetap dikebut agar target selesai pada September tercapai. ”Pekerja tetap bekerja seperti biasa. Bahkan menurut para kontraktor, selama Ramadan para pekerja dilemburkan hingga pukul 22.00,” katanya.
Pembangunan memang perlu dikebut karena pada September akan ada beberapa tes even SEA Games seperti cabang olahraga (cabor) renang, tenis lapangan, serta cabor menembak. ”Jadwal tes even semakin dekat, karena itu penyelesaian venue harus dikebut,’’ ujar Alex.
Dijelaskan Alex, ada beberapa venue yang siap pada Agustus ini seperti tenis lapangan, voli dan wisma atlet, sementara pada September dipastikan semua venue akan selesai.
Ketua Harian Inasoc Rahmat Gobel dalam menjelaskan, pihaknya terus menggencarkan pendekatan kepada sejumlah sponsor, ditambah kenyataan bahwa dana yang diturunkan pemerintah tidak sesuai dengan yang diajukan.
’’Kita tetap mengadakan pendekatan dan dalam waktu dekat empat sampai lima sponsor baru akan sepakat bekerja sama,’’ kata Rachmat di sela-sela acara di Masjid Agung Palembang (3/8). ”Saya  harap semua kerja sama sponsorship tersebut sudah tuntas paling lambat akhir Oktober  nanti,’’ tuturnya. (ags)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 10 Agustus 2011

Kategori:KEMENPORA

Dukungan dan Sponsor Terus Mengalir

September 24, 2011 Tinggalkan komentar

KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan ikut memeriahkan pesta olahraga SEA Games XXVI tahun 2011. Bidang Promosi  Kadin akan menggelar Modo & Modi Expo 2011 yang akan digelar di Semarang. ’’Kegiatan akan digelar di Semarang,  kota yang dekat di mana api SEA Games kali pertama diambil dari Merapen,’’ dengan kata Ketua Komite Tetap Kadin  Bidang Pengembangan Industri Olahraga Iman Arif, saat bersama pengurus lainnya diterima Menpora Andi Mallarangeng, Jumat (5/8).
Kedatangan Iman juga mengenalkan program baru dalam Kadin  yang khusus menangani kegiatan pariwisata, seni dan budaya, serta olahraga. Dengan kehadiran program Kadin yang baru ini dia dapat membantu dan bersinergi dengan pemerintah dalam membangun olahraga di Indonesia.
Menpora menyambut baik  partisipasi Kadin dalam SEA Games. Undangan untuk menghadiri Modo & Modi Expo 2011 di Semarang pun disambut baik. Menpora mengatakan, sejumlah program yang disampaikan oleh Kadin akan didukung oleh pemerintah. Di negara maju, kata Andi, untuk memajukan industri olahraga, banyak mendapat dukungan dari pihak swasta.
’’Apa yang dilakukan Kadin jadi gayung bersambut, baik untuk penyelenggaraan maupun memproduksi alat-alat olahraga,’’ kata Menpora.  Apalagi, Kemenpora juga mempunyai program serupa di Asisten Deputi Industri Olahraga. Kata Menpora, mengembangkan usaha yang berhubungan dengan olahraga mempunyai peluang yang besar di tengah masyarakat. Seperti kebutuhan bola takraw yang perlu diproduksi di dalam negeri, karena selama ini alat utama pertandingan sepak takraw itu dibuat di Thailand dan China. ’’Ini peluang kita untuk membangun industri olahraga,’’ tambahnya lagi.
Dukungan dari sponsor untuk SEA Games pun terus mengalir. Hari Senin, (8/8), Menpora Andi Mallarangeng bersama Ketua Harian Inasoc Rahmat Gobel dan Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo melakukan penandatanganan kerja sama dengan Samsung yang diwakili oleh Managing Director PT Samsung Electronics Indonesia Yoo Young Kim di Jakarta.
PT Samsung Electronics Indonesia menyatakan mendukung penuh pesta olah raga SEA Games 2011 yang akan berlangsung di Palembang-Jakarta, November, mendatang. Dalam sambutanya, Yoo Young Kim sangat senang sekali bisa melakukan kerja sama untuk mendukung pelaksanaan even olahraga SEA Games 2011. Apalagi selama ini, menurutnya, Samsung telah banyak mensponsori berbagai even olahraga besar di dunia.
“Senang sekali Samsung bisa membantu menjadi sponsor untuk menyukseskan SEA Games 2011 nanti. Tidak hanya berhenti di sini, kami PT Samsung Electronics Indonesia akan terus memberikan dukungan terhadap even-even besar olahraga yang ada di Indonesia. Olahraga merupakan kegiatan yang dapat mempersatukan bangsa di dunia tanpa memandang perbedaan. Untuk itu Samsung mendukung semangat kebersamaan dengan menjujung tinggi nilai sportivitas dan fair play dengan berpartisipasi di SEA Games,’’ kata Young Kim.
Menpora Andi Mallarangeng sangat menyambut positif dengan adanya penandatanganan kerja sama sponsor-sponsor baru untuk SEA Games nanti. Menurutnya, dengan semakin bertambahnya sponsor yang mau bekerja sama dengan Inasoc untuk mendukung pelaksanaan SEA Games, maka secara tidak langsung sangat membantu dan memberi semangat buat pelaksanaan SEA Games. Oleh karena itu, Andi berharap banyak akan ada penandatanganan kerja sama-kerja sama baru.
’’Terima kasih kepada Samsung yang sudah ikut mendukung pelaksanaan SEA Games 2011 ini, bagi saya semakin banyak sponsor yang membantu, justru akan semakin baik. Bahkan saya sudah diberitahu oleh Pak Rahmat Gobel bahwa masih ada kerja sama-kerja sama baru lagi untuk mendukung pelaksanaan SEA Games nanti. Oleh karena itu, semoga saja dukungan Samsung ini menambah semangat lagi buat SEA Games,’’ kata Andi.
Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo juga menyampaikan terima kasih kepada Samsung yang sudah memberikan dukungannya terhadap pelaksanaan SEA Games, November nanti. (kgi)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 10 Agustus 2011

Kategori:KEMENPORA

Berdayakan Pemuda Supaya Mandiri

September 24, 2011 Tinggalkan komentar

BERBAGAI kegiatan dilaksanakan di Nusa Tengara Barat (NTB) saat FIPOB VI digelar. Di antaranya adalah sosialisasi Undang-Undang (UU) Kepemudaan. Anggota Komisi X DPR RI Nurul Qomar di hadapan para pemuda saat jadi pembicara sosialisasi UU Kepemudaan di aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Selasa (12/7), mengatakan, para pemuda Nusa Tengara Barat (NTB) diharapkan bisa lebih memberikan jasa kepada bangsa dan negara Indonesia setelah terbentuknnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
’’Para pemuda sekarang harus disiplin dan kerja keras untuk meraih prestasi bagi bangsa dan negara. Ini menjadi tanggung jawab para pemuda, khususnya di NTB ini, karena baru sekarang ini ada payung hukum kepemudaan,’’ ujar politisi dari Partai Demokrat itu.
Sedangkan Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kepegawaian Kemenpora Amar Ahmad mengatakan, tujuan dibentuknya UU Kepemudaan ini adalah terwujudnya pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, domokratis, dan bertanggung jawab.
Melalui tema Aktualitas Peran Pemuda dalam Penguatan Spirit Kebangsaan ini, para pemuda Nusa Tenggara Barat sekarang ini sudah lebih punya masa depan karena sudah diatur dalam UU Kepemudaan ini. ’’Kekuatan pemuda adalah kontrol sosial dan moral,’’ tegasnya.
Amar juga menyatakan, dengan terbentuknya UU Kepemudaan ini, ada penyadaran dan semangat serta pengembangan bagi para pemuda.’’Pemerintah memberdayakan agar mereka bisa mandiri dan menciptakan lapangan kerja. Maka dari itu, pemerintah daerah wajib memberikan fasilitas bagi semua kegiatan kepemudaan,’’ ungkap Amar.
Selain sosialisasi UU Kepemudaan, juga dilaksanakan pelatihan tingkat dasar cabang olahraga bahari. Saat membuka pelatihan di Senggigi, Nusa Tenggara Barat, Selasa malam (12/7), Plh Ses Kemenpora Djoko Pekik mengatakan, kualitas latihan dan uji tanding akan menentukan pencapaian prestasi atlet. Posisi seorang pelatih sangat menentukan, khususnya dalam membuat program latihan dan uji tanding. ’’Pelaku olahraga bukan hanya atlet saja. Pelatih, wasit, dan pembina pun merupakan pelaku olahraga yang akan menunjang peningkatan prestasi,’’ paparnya.
Peran pelatih daerah, menurut Djoko, sangat menentukan bagi masa depan atlet. Sebab, pelatih daerah yang mengetahui apakah atletnya memiliki potensi untuk  dikembangkan menjadi seorang atlet nasional. ’’Latihan dasar harus diketahui oleh seorang pelatih. Kalau tidak, maka atlet yang dilatihnya, tidak akan meningkat kualitasnya,’’ ujarnya. Selain itu, lanjut Djoko, kompetisi yang berkali-kali juga sangat mutlak diikuti seorang atlet, agar mereka mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih banyak.’’Kualitas dari kompetisi atau turnamen yang diikuti atlet juga bagian yang penting. Lawan tanding yang sepadan merupakan bagian dari peningkatan prestasi, khususnya bagi atlet nasional yang akan mengikuti even internasional,’’ imbuhnya.
Yang tak kalah pentingnya adalah sarana dan prasarana yang berstandar internasional. Sarana tersebut, lanjutnya, merupakan bagian lain dari pencapaian prestasi, khususnya bagi cabang olahraga terukur, agar mendapat pengakuan dari federasi cabang olahraga internasional. ’’Saat ini kita tengah membangun stadion renang dengan 12 lintasan di Palembang, Sumatera Selatan, sebagai persiapan menghadapi SEA Games mendatang,’’ paparnya. (gin)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 19 uli 2011

Kategori:KEMENPORA

Momen Tingkatkan Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

September 24, 2011 Tinggalkan komentar

GUBERNUR NTB TGH M Zainul Majdi mengatakan, masyarakat NTB merasa bangga dan bahagia atas kehadiran Wapres Boediono, Menpora Andi A. Mallarangeng, para tamu, dan peserta dalam FIPOB VI. ’’Atas nama masyarakat NTB, saya berterima kasih kepada Menpora yang telah mempercayakan NTB tuan rumah penyelenggara FIPOB yang diikuti oleh 33 provinsi seluruh Indonesia dan 16 negara,’’ ujar Zainul.
Zainul menambahkan, pelaksanaan FIPOB ini merupakan momen yang baik. Di samping sebagai ajang prestasi dan kreatif, juga dapat dijadikan sebagai momen untuk mendeklarasikan even kepariwisataan dengan kehadiraan pemuda dari berbagai provinsi dan mancanegara.
FIPOB ini, lanjutnya, mengelar berbagai pertandingan. Di antaranya voli pantai, sepak bola pantai, pencak silat pantai, surfing, parade dan pacuan kuda pantai, serta parade busana tradisional rimpu.  Selain itu, lomba renang terbuka, triathlon, serta lomba renang bebas 300 meter. Ada juga pameran mutiara, pemecahan rekor Muri membakar 1.300 ekor ayam taliwang, serta funbike bersama.’’Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan di empat wilayah, yaitu Pantai Mandalika, Senggigi, Mataram, dan Lakey,’’ ungkap Zainul.
Kepala Disbudpar Provinsi NTB Lalu Gita Aryadi mengatakan, dengan semakin banyak even nasional dan internasional seperti FIPOB VI, maka bisa mewujudkan 1 juta wisatawan ke NTB pada 2012 mendatang. Dengan meningkatnya pariwisata, NTB akan memiliki multiplayer effect bagi sektor lain untuk menopang perekonomian masyarakat. Peluang usaha dan tenaga kerja akan banyak tersedot dengan majunya sektor periwisata NTB. FIPOB ini juga, lanjutnya, bisa menggali potensi dan menginspirasi spirit of the national di kalangan pemuda dan memberikan ruang yang luas bagi pemuda untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan karya kreatif dan visi pemuda ke depan.
Selain itu, memberi akses kepada para pemuda untuk membangun kemitraan dengan pemuda dari mancanegara, mempromosikan potensi olahraga bahari, dan pariwisata berbasis bahari yang layak dijual kepada masyarakat internasional. ’’Bisa juga memberi ruang unjuk prestasi kepada para pemuda di bidang olahraga bahari. Even ini sangat luar biasa bagi masyarakat NTB, karena melalui pariwisata bisa meningkat taraf perekonomian. Selain itu, dunia internasional bisa melihat potensi pariwisata di NTB yang sangat luar biasa,’’  ucap Lalu. Lalu juga mengatakan, FIPOB ini bisa membangkitkan investor untuk menanamkan modalnya di NTB.
Asdep Pengembangan Penghargaan dan Promosi Kemenpora Yuni Poerwanti, mengatakan, FIPOB memberi arti penting bagi pemerintah setempat dan masyarakat NTB, karena even yang diikuti pemuda dari 16 negara ini bukan hanya untuk meningkatkan prestasi olahraga bahari tetapi juga meningkatkan kunjungan wisata ke NTB. ’’Kita berharap tahun depan angka kunjungan wisata ke NTB akan meningkat,’’ tambahnya.
Masyarakat memang memberi respons positif digelarnya FIPOB VI. ’’Kami sangat menyambut gembira FIPOB ini.’’ kata Nurhayati, warga setempat, kepada INDOPOS di Pantai Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin (11/7).  Nurhayati mengatakan, dengan adanya festival, Nusa Tenggara Barat akan lebih dikenal.
Hal senada juga diungkapkan Mariono, 23, nelayan. Mariono yang mengaku sejak umur 10 tahun sudah mencari ikan, senang dengan diselenggarakan FIPOB.’’Dengan ada kegiatan seperti ini sejumlah pejabat pusat datang ke sini. Kalau tidak ada even seperti ini mungkin mereka tidak tahu bagaimana indahnya Pantai Mandalika,’’ ucap Mariono.
Dia juga mengatakan, ada sekitar 180 orang perahu belancar sampan yang menggantungkan nasibnya mencari ikan. ’’Kalau kunjungan wisata asing banyak datang ke sini, secara otomatis penghasilan mereka bisa bertambah karena bisa menjadi pengantar turis dan guide. Kami berharap dengan adanya even seperti ini, kunjungan turis dari negara luar semakin banyak, sehingga bisa meningkat perekonomian masyarak NTB yang selama ini hanya dari pertanian dan nelayan,’’ jelasnya berharap. (gin/kgi)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 19 uli 2011

Kategori:KEMENPORA

FIPOB VI Berlangsung Meriah

September 24, 2011 Tinggalkan komentar

Dibuka Wapres, Menpora Ajak Pemuda Lebih Peduli Bahari
LOMBOK-Festival Internasional Pemuda dan Olahraga Bahari (FIPOB) VI tahun 2011 yang diselenggarakan pada tanggal 11- 17 Juni 2011 di Nusa Tenggara Barat (NTB), berlangsung meriah. FIPOB yang dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono di Pantai Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Senin (11/7), dihadiri puluhan ribu orang. Mereka berharap dengan festival bertaraf internasional ini, daerah wisata Lombok lebih dikenal lagi di mancanegara dan dapat meningkat perekonomian masyarakat.
Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengatakan, FIPOB merupakan kegiatan multieven yang tidak sekadar menginspirasi dan menumbuhkan kecintaan bahari.  ’’Tetapi juga memberikan ruang pemuda untuk berkreasi dan prestasi serta memberikan akses memperkuat kemitraan dengan pemuda mancanegara. FIPOB juga sebagai bagian promosi pariwisata daerah ke ranah international,’’ kata Boediono saat sambutan pembukaan.
Wapres menambahkan, FIPOB juga memberi akses pada pemuda untuk mengakses dengan dunia luar. FIPOB menggelorakan pemuda untuk cinta bahari. ’’Hal ini penting, karena Indonesia adalah negeri yang unik, karena 75 persen wilayahnya berupa lautan, sedang daratannya hanya seluas 25 persen. Jadi  lautan yang demikian luas ini harus benar-benar dimanfaatkan,’’ kata Wapres.
Menurut Wapres, Indonesia memiliki wilayah sangat luas, tapi sumberdayanya belum dimanfaatkan secara maksimal. ’’Kita belum memanfaatkan lautan yang luas itu sebagai sumber kehidupan. Karena itu budaya bahari perlu kita tanamkan kembali. Pemuda dan anak-anak kita harus kita dorong untuk mencintai dan memanfaatkan bahari,’’ katanya.
Wapres berharap, FIPOB  tidak hanya sekadar ajang prestasi olahraga bahari, tetapi juga mengajak untuk memanfaatkan sepenuhnya bahari. ’’Melalui FIPOB, para pemuda juga harus menjaga wilayah kelautan dan menjaga keutuhan wilayah,’’ tegasnya.
Usai sambutan,Wapres didampingi Menpora Andi A. Mallarangeng dan Gubernur NTB TGH  M Zainul Majdi membuka FIPOB VI tahun 2011 yang mengangkat tema Pemuda Berprestasi, Bahari Lestari dengan menekan tombol sirine. Wapres juga menaikkan layang-layang tradisional Lombok, kemudian menyerahkan bantuan berupa perahu naga kepada Pemerintah Provinsi NTB. Perahu bantuan Kementerian Pemuda dan Olahraga diterima gubernur NTB. Pembukaan FIPOB juga dimeriahkan parade perahu tradisional. Sebanyak 120 perahu milik nelayan Desa Kuta berbaris dan melaju di pantai. Meriahnya acara pembukaan FIPOB ditandai dengan membeludaknya masyarakat, membuat jalan menuju kawasan Pantai Mandalika macet.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi A. Mallarangeng yang hadir dalam pembukaan mengatakan, FIPOB merupakan bagian dari pengembangan pariwisata bahari. Menurut dia, saat ini potensi sekitar 81 ribu km panjang garis pantai, sebagian belum dimanfaatkan potensinya. ’’Padahal potensinya luar biasa, baik itu lautnya, pantai, maupun masyarakat di pulau-pulau. Makanya, kami dari Kementerian Pemuda dan Olahraga mengajak pemuda-pemudi bagaimana memikirkan potensi pantai yang luar biasa ini,’’ kata Andi.
Dengan adanya FIPOB ini, ungkap Andi, pemuda-pemuda diharapkan lebih peduli kepada kebaharian dan mengembangkan olahraga yang ada di sepanjang pantai. ’’Kita ingin mendorong potensi-potensi kebaharian di seluruh negeri. Para pemuda diharapkan lebih peduli dan memanfaatkan laut dan pantai,’’ tandasnya.
’’Kembangkan olahraga-olahraga pantai, bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga meraih prestasi. Di dunia saat ini olahraga pantai terus berkembang. Kalau kita memiliki pantai dan laut yang demikian panjang dan luas, tetapi kita tidak memanfaatkannya dengan baik, maka yang memanfaatkan nanti justru orang lain,’’ kata mantan juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhotono tersebut.
Menpora menjelaskan, tahun lalu FIPOB diselenggarakan di Banten, tahun ini di NTB, mudah-mudahan tahun depan di Riau. Tahun ini NTB terpilih, karena pantai dan lautnya luar biasa serta banyak mengundang para wisatawan. Menurutnya, masih banyak lagi pantai-pantai di Indonesia yang layak dikembangkan.’’Para pemuda perlu peduli mengembangkan olahraga bahari, karena berkaitan dengan pengembangan pariwisata. Kalau olahraga pantai berkembang, maka pariwisata juga akan ikut berkembang. Dan pada gilirannya masyarakat di sekitar juga dapat mengembangkan perekonomiannya, misalnya dengan membuka rumah makan, membuka hotel atau penginapan, serta membuat dan menjual suvenir,’’ jelasnya. (gin/kgi)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 19 uli 2011

Kategori:KEMENPORA

Menpora Minta Pemuda Kawal Proses Bangsa

September 24, 2011 Tinggalkan komentar

MENPORA mengajak para pemuda untuk ikut mengawal proses bangsa Indonesia agar berkembang lebih baik lagi menghadapi era global.’’Bangsa Indonesia masih dalam proses menjadi, ini adalah proses integrasi kebangsaan yang tidak mudah dan harus bisa dilaksanakan dengan baik, khususnya untuk para pemuda,’’ kata Menpora Andi A. Mallarangeng ketika menjadi nara sumber pada acara Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Kalangan Pemuda Angkatan III yang diselenggarakan Lemhannas di gedung Pancagatra Lantai 3 Timur, Lemhanas, Jakarta, Selasa (5/7)
Materi yang dibawakan Menpora bertema Peran Pemuda dalam Kehidupan Bangsa yang Multikultural. ’’Tantangan kita sekarang ini adalah ASEAN, karena tahun 2015 menjadi tantangan bagi kita di era global. Tahun depan, kalau kita sekolah ke singapura, Malaysia, Thailand sudah bukan merantau tapi sudah biasa. Jangan lupa seluruh ASEAN ada 600 juta, sedangkan Indonesia 240 juta. Jadi kita harus menguasai ASEAN,’’ tambahnya.
Menurut Andi, saat ini ada yang berusaha merusak kebangsaan yakni menjadikan pemuda sebagai  target radikalisme yang mengatasnamakan agama, karena orang muda adalah tulang punggung negara dan masa depan bangsa,tambahnya.
Sekarang ini  Kemenpora terus menguatkan program empat pilar bangsa yakni, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI kepada para pemuda. ’’Saya berharap teman-teman di OKP (organisasi kepemudaan) bisa membuat wadah dengan cara membuat diskusi-diskusi untuk memperluas pikiran dan wawasan agar bisa berinteraksi yang luas di kalangan pemuda,’’ tambahnya.
Menpora optimistis, jika proses ini dikawal dengan baik, maka bangsa Indonesia akan maju.’’Jika kita sama-sama mengawal proses ini, kita akan menjadi bangsa yang besar dan akan berjaya. Saya optimistis anak muda bangsa ini bisa mengawal terus proses berbangsa, dan membuat bangsa kita maju lebih baik,’’ tegasnya. (zul/kgi)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 8 uli 2011

Kategori:KEMENPORA