Archive

Archive for the ‘ANCOL’ Category

Meriahnya Hipenca di Dufan

HUMAN INVESTMENT: Ribuan penyandang disabilitas hadir di Panggung Maksima Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol, kemarin (7/12).

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 8 Desember 2011.

JAKARTA-Suasana meriah terlihat di Panggung Maksima Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol, kemarin (7/12). Ribuan penyandang disabilitas tampak ceria. Mereka hadir untuk memeriahkan Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) tingkat DKI Jakarta. Setiap 3 Desember diperingati Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca). Tanggal tersebut ditetapkan melalui resolusi Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) No. 47/3 tahun 1992. Peringatan ini merefleksikan upaya yang telah dilakukan penyandang disabilitas.
Berbagai perhatian diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam bidang kesehatan misalnya. Memberikan kemudahan dalam layanan
pengobatan, yang diawali anggota Pertuni (Persatuan Tuna Netra
Indonesia).
Dengan melakukan keberpihakan dan melibatkan penyandang cacat
dalam setiap proses pembangunan, diharapkan akan memberikan dampak positif dalam pengurangan angka kemiskinan. Di samping itu, penyandang cacat sebagai human investment, merupakan sumber daya manusia yang potensial dan perlu diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri dalam berbagai aspek kehidupan.
Untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan para penyandang disabilitas,
tentunya tidak hanya bergantung kepada pemerintah. Namun perlu juga dukungan dan partisipasi seluruh pihak baik dari pemerintah, masyarakat maupun stakeholders lain.
Dalam peringatan tersebut, sejumlah bantuan dan santunan diberikan
kepada penyandang disabilitas. ’’Santunan sosial untuk seribu orang penyandang disabilitas masing-masing Rp 175 ribu. Atau total Rp 175 juta, bantuan paket natura untuk seribu orang senilai Rp 85 juta, bantuan untuk 126 penyandang cacat potensial Rp Rp 189 juta, dan bantuan alat bantu fisik, seperti kursi roda 32 buah, alat bantu dengar 32 buah, dan kruk sebanyak 15 buah,’’ ujar Ketua Panitia Peringatan Hipenca Maringan Kumala.
Sejumlah hiburan dari penyandang disabilitas disuguhkan dalam kegiatan  tersebut. Seperti Band Differensia (tuna netra), tarian dari Tuna Netra Panti Sosial Bina Netra Cawang, dan nyanyian acapela dari penyandang disabilitas. (dai)

Kategori:ANCOL

Meriahnya Family Gathering di Ancol

September 26, 2011 Tinggalkan komentar

MERIAH: Sekitar 15 ribu orang mengikuti Family Gathering dan Halal Bi Halal di Ocean Eco Park, Ancol, Jakarta, kemarin (25/9).

JAKARTA-Sekitar 15 ribu pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, kemarin (25/9) menggelar Family Gathering dan Halal Bi Halal di Ocean Eco Park, Ancol, Jakarta. Sejumlah acara digelar di pertemuan tersebut. Seperti jalan santai, yang dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, hingga hiburan musik yang dilanjutkan dengan pembagian door prize.
   Dalam acara pembagian doorprize, Foke, panggilan
akrab Fauzi Bowo, ke panggung ditemani istrinya. Dia
mengendarai sendiri mobil berukuran kecil seperti yang biasa ada di
lapangan golf, yang disediakan panitia.’’Saya mau bilang terima kasih kepada semua karyawan yang telah hadir di acara ini. Kalau BUMD-nya maju, Insya Allah kesejahteraannya maju,’’ ujar Foke.
    Bahkan, kata dia, tidak mungkin membuat acara seperti kemarin,
jika performa BUMD memble.’’BUMD harus mikirin kesejahteraan,’’
terangnya.Foke kemudian diminta panitia untuk mengambil dua kupon
door prize. Hadiahmnya adalah dua paket umroh. Foke saat melepas
jalan santai, mengaku bangga mempunyai SKPD dan BUMD  yang bekerja
secara profesional. Dia juga memompa semangat karyawan BUMD agar
menjadi tuan rumah di Jakarta dan enjadi aktor dalam pembangunan di DKI.
   Karyawan BUMD yang hadir dalam acara itu, di antaranya dari PT. Pembangunan Jaya Ancol, PD Pasar Jaya, Jakpro, dan Bank DKI. Selain itu, juga karyawan dari berbagai SKPD, seperti dari P2B.
    Tono, salah satu pegawai P2B yang hadir dalam acara itu mengaku senang. Pasalnya, dia bisa bersilaturahmi dengan sesame pegawai.’’Kumpul-kumpul bersama dengan keluarga seperti ini jarang. Saat ini seluruh unit kumpul semua. Kita jadi tahu dan semakin dekat satu sama lain. Ini juga bisa memicu semangat kerja kita untuk terus produktif dan meningkatkan kualitas,’’ terangnya. Manajer Umum PD Pasar Jaya Nur Havidz juga tampak semangat mengikuti acara itu.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya memberikan diskon 50 persen kepada peserta yang mengikuti Family Gathering. ’’Untuk BUMD, Pak Gubernur menekankan agar kita (BUMD, Red) menjadi tuan rumah. Berperan besar dan menjadi aktor utama dalam pembangunan di Jakarta. Kita optimistis bisa memenuhi itu,’’ ujar Budi Karya Sumadi, kemarin.
Terpisah, PT Pembangunan Jaya Ancol mengikuti Lomba Paduan Suara dalam rangkat HUT Pembangunan Jaya yang ke-50 yang diikuti oleh 10 anak perusahan/unit usaha di lingkungan Jaya Group. Saat mereka tampil di dalam Gedung Theater Global Jaya Internasional School, Emerland Boulevard Bintaro Jaya, Sektor IX, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (24/9), mendapat sambutan meriah.
Ketua Umum Panita Ulang Tahun PT Pembangunan Jaya Budi Karya Sumadi mengatakan, tujuan diadakannya Lomba Paduan Suara setiap tahun yang diikuti oleh anak perusahan/unit usaha di lingkungan Jaya Group adalah kebersaaman dan memberikan semangat. ’’Lomba paduan suara tahun 2011 diikuti oleh 10 anak perusahan,’’ kata Budi kepada INDOPOS.
Budi menegaskan, selain paduan suara dalam rangka HUT ke-50, juga diadakan kejuaraan bulu tangkis junior untuk tingkat nasional dan rencanannya tingkat asia. Kemudian mengumpulkan 100.000 buku yang dibagi-bagikan dengan kerjasama dengan pihatnya tertentu. ’’Di antaranya kami memberikan kepada Indonesia Mengajar sebanyak 30.000 buku,’’ tegasnya.
Di samping itu, juga memberikan beasiswa kepada 200 mahasiswa di 10 perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkemuka. Di antaranya Universitas Indonesia (UI), UGM, dan Atmajaya. ’’Kami juga ini membuat suatu buku kabe table book namanya Indonesia Surprice hasil karya 10 fotografer profesional, di antaranya J. Subiakto yang memotret di seluruh Indonesia,’’ katanya.
Budi menegaskan mereka akan dikirim ke daerah-daerah khusus untuk memotret tempat-tempat yang unik untuk memberi tahu kalau Indonesia itu pun mengkagumkan. ’’Hasil karya para fotograger profesional itu akan kita tampilkan di Salihara, Ancol pada Oktober mendatang. Ini adalah sumbangsih untuk parawisata dan harus bangga dengan Indonesia,’’ papar Budi.
Budi menambahkan, di usia 50 tahun ini pihaknya juga harus memikirkan bagaimana keunggulan itu harus dipertahannkan dan dikembangkan. ’’Kalau bisa 50 tahun ke depannya harus lebih bagus dari sakarang ini. Namun, keunggulan itu harus tetap ada kepedulian untuk mencari bibit-bibit  baru seperti kejuaraan bulu tangkis junior agar ada regenerasi,’’ pungkasnya. (dai/gin)

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 26 September 2011

Kategori:ANCOL

Pupuk Remaja Cinta Lingkungan

September 23, 2011 Tinggalkan komentar

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 4 September 2011

Gelar Teens Go Green
JAKARTA-Untuk memupuk kecintaan remaja terhadap lingkungan, PT. Pembangunan Jaya Ancol (PJA) Tbk, mempunyai program Teens Go
Green (TGG). Tujuannya menjadikan generasi muda sebagai agen perubahan di bidang lingkungan. Program itu diluncurkan oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo, pada akhir Desember 2007.
    ’’Yang me-launching kita (PJA, Red) bekerja sama dengan Yayasan Kehati atau Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta,’’ ujar Community Development Manager PT. PJA Tbk Rika Lestari, saat ditemui INDOPOS di ruang kerjanya Kamis (18/8).
    Dalam perjalanan awalnya, pihaknya kata dia, merekut 80 sekolah
dalam hal ini tingkat SMA sederajat untuk program TGG. Satu sekolah
mengirimkan perwakilan 3 siswa.’’Program ini menjadikan anak-anak sebagai agent of change. Mereka juga konsen di isu-isu lingkungan,’’ terang Rika.
    Karena perusahaannya tidak ahli lingkungan, pihaknya, kata dia, sengaja
merangrangkul Yayasan Kehati. Apalagi mereka punya mitra seperti Transformasi Hijau, Rimbawan Muda Indonesia, dan Yayasan Terumbu Karang Indonesia.’’Untuk program pelestarian lingkungan, memang harus holistik yang diajarkan. Mulai dari hulu hingga ke hilir. Sebab, kalau hanya konsen di hilir saja, hulu tidak dipedulikan, percuma. Sebab, banjir juga berasal dari hulu. Jadi kita kasih para pelajar semua,’’ jelas Rika.
    Untuk hulu, pihaknya bekerja sama dengan Rimbawan Muda Indonesia. ’’Itu salah satu LSM yang konsen dengan lingkungan di daerah Bogor,’’ ujarnya. Adapun untuk di tengah, di perkotaan bekerja sama dengan
Transformasi hijau.’’Di hilir kita bermitra dengan teman-teman dari Terumbu Karang Indonesia,’’ terangnya.
    Isi materi untuk peserta TGG dari hulu dan hilir itu, kata Rika, didukung teman-teman dari Kehati.’’Mereka ini yang punya jejaring yang luar biasa dengan LSM-LSM yang konsen di bidang lingkungan,’’ terangnya.
  Anggota TGG ada 210 siswa. Dari jumlah tersebut, yang sangat aktif hanya 50 anak. Anggota TGG terbagi tiga tingkatan. Yakni hijau untuk senior. Anggotanya di antaranya mahasiswa yang dulunya pelajar SMA yang ikut program dari awal. Kemudian tingkat biru, atau pertengahan. Sedangkan untuk tingkatan awal adalah hijau.
 ’’Adapun yang 50 orang, sudah jadi agen perubahan. Kegiatan banyak
banget, mereka kampanye di mana-mana. Mereka juga selalu ikut kegiatan
lingkungan seperti car free day dan sebagainya,’’ terang Rika.
    Lebih lanjut dia mengatakan, PJA juga memberikan dukungan bagi
perkembangan TGG. Seperti memberikan tempat untuk laboratorium lingkungan.’’Anak-anak bisa belajar di Ancol, seperti di Gelanggang Samudera. Berbasis biologi, belajar eksosistem laut di pantai juga banyak yang bisa digali untuk pengetahuan,’’ terang wanita berjilbab tersebut.
    Selain itu, kata dia, pihaknya juga mengajak TGG mengkampenyakan bebas styrofoam serta bahayanya menggunakan bahan tersebut pada makanan dan minuman.’’Kita ajak mereka untuk ikut dalam kampanye bebas styrofoam,’’ terangnya.
 Rika menambahkan, TGG pada Minggu (21/8) menggelar musyawarah besar. ’’Agendanya cukup padat, dari pagi hingga malam. Pembicaraan seputar lingkungan,’’ pungkasnya. (dai)

Kategori:ANCOL

Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia di Ancol

September 23, 2011 Tinggalkan komentar

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 18 September 2011

JAKARTA-Dalam rangka pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2011, Yayasan Putri Pariwisata Indonesia (PPI) dan Kementerian Budaya & Pariwisata Indonesia mengadakan kegiatan pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2011 dan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, bertempat di Ocean Ecopark Ancol. Acara dihadiri oleh Founder Putri Pariwisata Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia di Ancol
Indonesia (PPI) Johnnie Sugiarto dan Kepala Divisi Corporate Secretary PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Drs Agus Rochiyardi.
Peserta yang terdiri atas 35 orang putri cantik berasal dari 31 provinsi di Indonesia akan mengikuti berbagai sesi kegiatan di Ancol Taman Impian dari pagi hingga petang dengan kegiatan bersepeda mengelilingi kawasan Ancol dan Ecopark. Melewati 2 (dua) pos, di setiap pos mereka akan di berikan pertanyaan yang merupakan ‘password’ atau kunci jawaban yang akan ditanyakan oleh pihak PPI dan Ancol. Ini bertujuan untuk penilaian mereka dalam kompetisi pemilihan Putri Olahraga.
Sesi berikutnya peserta Putri Pariwisata Indonesia akan melaksanakan tahapan pemilihan Putri Pangan pada siang hari dan Putri Bahari sore harinya, di mana mereka akan di berikan pengetahuan tentang pangan di Club House Ecopark Ancol. Pada sore harinya akan dilaksanakan acara bersih-bersih pantai, di mana seluruh peserta akan mengikuti kegiatan ini yang bertempat di Beacpool Ancol dan selanjutnya mereka akan mengikuti pemilihan Putri Bahari.
Sementara itu, beberapa waktu lalu, Ancol Taman Impian kembali meluncurkan sarana hiburan inovatif dan edukatif yang menarik untuk memanjakan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi pengunjungnya. Sebuah kolam baru berukuran 500 m2 dengan kedalaman satu meter dibangun di areal Atlantis Water Adventure (AWA) dan didesain menyerupai kondisi Laut Mati sehingga pengunjung bisa menikmati sensasi mengapung di air seperti layaknya di kawasan wisata dunia yang terletak di Yordania itu. Wahana yang diberi nama Kolam Apung ini sudah mulai bisa dinikmati khalayak sejak 6 Juni 2010.
Wahana baru ini memang terinspirasi dari Laut Mati di Timur Tengah, dan merupakan salah satu inovasi terbaru kami untuk selalu berupaya meningkatkan value untuk pengunjung dengan menghadirkan sarana hiburan yang inovatif dan edukatif sekaligus menyenangkan. Layaknya seperti di Laut Mati, dalam uji coba yang dilakukan Ancol Taman Impian, pengunjung nantinya juga bisa mengapung dan melakukan berbagai aktivitas seperti membaca sambil tiduran di atas air.
Pembangunan Kolam Apung ini telah dipersiapkan dengan serangkaian uji coba yang telah dilakukan sejak 2006 sehingga dihasilkan air kolam dengan kadar mineral dan garam 10 kali lebih tinggi dari kadar air laut namun tetap nyaman untuk sensasi apung pengunjung.
Bahkan untuk perawatannya, menurut rekomendasi ahli, Kolam Apung tidak memerlukan perawatan tidak menggunakan bahan kimia, hanya perlu dilakukan filtrasi (sand filter) untuk membersihkan air kolam.Yuk ke Kolam Apung Atlantis. (zul/wac)

Kategori:ANCOL

ASL Mendapat Respons Positif

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 19 Agustus 2011

SALAH satu program kepedulian lingkungan yang digagas PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJA) adalah Ancol Sayang Lingkungan (ASL). Program itu semakin berkembang usai studi banding ke salah satu kelurahan percontohan yang telah berhasil melakukan penghijauan, beberapa waktu lalu. Dalam studi banding itu, perusahaan pengembang kawasan wisata terpadu Ancol Taman Impian  mengajak warga sekitar. Yaitu warga dari tiga kelurahan di Kecamatan Pademangan, yakni Kelurahan Ancol, Pademangan Barat, dan Pademangan Timur.
’’Kita mengajak mereka ke daerah di Fatmawati. Dimotori Ibu Bambang Harini, warga dan juga pejabat kelurahan kita ajak ke sana. Mereka tertarik, ternyata tinggal di gang,  bisa rapi juga,’’ terang Community Development Manager PT PJA Tbk Rika Lestari saat membuka pembicaraan tentang ASL, kepada INDOPOS.
Dalam perkembanganya, program itu mampu menggerakkan dan memberdayakan warga. ’’Kita bermitra dengan masyarakat mulai 2003. Menawarkan beberapa program. Mulai dari program kertas daur ulang, pupuk kompos, dan penghijauan,’’ ujar Rika. Pihaknya melibatkan RW 01, 02, dan 08 di Kelurahan Ancol. ’’Jadi waktu itu yang bergerak tiga RW dan punya ciri khas masing-masing sekarang,’’ imbuh Rika.
Adapun program yang sudah berjalan kata dia adalah kertas daur ulang (KDU) yang dikelola oleh warga. Adapun bahan baku daur ulang berasal dari sampah kertas dari sejumlah perusahaan yang ada di kawasan Ancol. Sampah itu kemudian diberikan kepada warga untuk didaur ulang.’’Kemudian kita order kepada mereka untuk jadi kartu nama. Kita juga ikut memberikan kesempatan kepada warga untuk memasarkan produknya keluar,’’ terang Rika.
Misalnya, kalau PT PJA Tbk menggelar pameran dan punya space, pihaknya akan undang teman-teman ASL untuk display di sana. Selain itu pihaknya juga memberikan kesempatan kepada anggota ASL untuk display dan mempromosikan hasil produknya di Pasar Seni. ’’Di sana sudah berdiri Warung Hijau ASL, sebagai outlet sekaligus sarana promosi produk,’’ terang Rika.
Selain sebagai tempat mempromosikan produk, pihaknya juga memberi kesempatan ibu-ibu untuk berjualan makanan rumahan di Warung Hijau Pasar Seni. ’’Hasil produk makanan itu, biasanya dibeli oleh karyawan Ancol, Pasar Seni, hingga seniman di sana,’’ terang Rika.
Hingga saat ini kata wanita berjilbab tersebut, program sudah berjalan cukup bagus. Hal itu dikarenakan tidak hanya Ancol saja yang menyerap produk hasil daur ulang warga. ’’Bahkan sampai Gubernur DKI Fauzi Bowo juga sudah memakai aneka macam produk daur ulang ASL. Seperti kartu nama dan beberapa produk untuk ucapan terima kasih dan sebagainya,’’
terang Rika.
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini ada sekitar 20 orang yang aktif di program daur ulang. ASL sendiri saat ini sudah jadi koperasi. ’’Awalnya adalah komunitas, sekarang sudah berkembang menjadi koperasi. Dengan adanya koperasi mereka bisa mengajak masyarakat yang ada di sekitar situ untuk berkarya,’’ beber Rika.
Dari awal, kata dia, PT PJA Tbk memberikan kail dalam memberdayakan warga. Bukan memberikan ikan. ’’Artinya kita hanya investasi awal di situ memberikan mereka pendidikan. Awalnya belajar membuat kertas daur ulang di Depok, teman-teman sangat luar biasa. Mereka untuk mendapatkan kertas-kertas seperti ini risetnya berulang-ulang,’’ jelas Rika.
Dalam mendaur ulang kertas, dihindari pewarna kimiawi. Setelah warga cukup ahli membuat kertas daur ulang, mereka sendirilah yang mengembangkan karya. Pihaknya hanya men-support.
Sementara itu, Ketua Koperasi ASL Mustofa mengatakan, saat ini koperasi beranggotakan 40 orang. Dalam satu bulan, kata dia, pihaknya bisa menghasilkan sekitar 600 lembar kertas daur ulang. Selain kertas pihaknya juga mengerjakan pembuatan kalender, tempat pensil dan aneka jenis office stationery. ’’Hasil kerajinan kita, dibeli oleh Ancol dan juga Gubernur. Seperti untuk kartu nama maupun kartu ucapan,’’ ujarnya.
Mustofa menambahkan, program ASL yang digagas PT PJA Tbk mampu memberdayakan warga. ’’Minimal bisa meminimalisir kegiatan yang negatif. Kita jadi terbantu ada kegiatan,’’ terangnya. (dai)

Kategori:ANCOL

Berbagi, Ancol Beri Santunan

 

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 18 Agustus 2011

Kepada 1.000 Anak Yatim Piatu dan Dhuafa

 JAKARTA-Ancol Taman Impian, Rabu kemarin (17/8), menyantuni 1.000 anak yatim piatu dan dhuafa yang ada di wilayah sekitar Ancol, Jakarta. Pemberian
santunan dari PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) Tbk digelar di Ocean Dream Samudera, Ancol Taman Impian.  Mengambil tema ’’Merayakan Kemerdekaan dengan Berbagi Ceria di Bulan Ramadan’’, para penerima santunan dihibur dengan pertunjukan musik angklung dari Sekolah Rakyat Ancol. Lagu yang dibawakan di antaranya Padamu Negeri dan Tanah Airku. Selain itu juga disuguhi pertunjukan lumba-lumba dan anjing laut dan jumpa fans Ridho dan Vicky Roma.
   Direktur Utama PJA Tbk Budi Karya Sumadi mengatakan, pemberian santunan ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, sekaligus ungkapan rasa syukur atas keberhasilan yang telah dicapai. ’’Ramadan 1432 Hijriyah, merupakan momen yang tepat bagi kita sebagai sesama umat manusia untuk bisa saling berbagi. Khususnya kepada mereka yang kurang mampu,’’ terang Budi Karya.
Dari 1.000 penerima santunan, 570 orang merupakan anak-anak
yatim piatu yang berasal dari kelurahan Pademangan Barat, Pademangan Timur, Kelurahan Ancol, dan Kelurahan Sunter Agung. 130 orang berasal dari pelajar Sekolah Rakyat Ancol (SRA) dan 100 orang dari PAYMP, Yayasan Masjid Maqom Kramat Kp. Banda, dan Yayasan Ihyaul Ummah. Sedangkan lainnya adalah anak-anak yatim piatu dari beberapa yayasan yatim piatu di DKI Jakarta dan Purnabhakti PT  PJA Tbk.
Santunan juga diberikan kepada anak-anak dari mantan karyawan Ancol Taman Impian, sebanyak 100 orang. ’’Selain sebagai forum komunikasi dan  silahturahmi manajemen PJA dengan masyarakat sekitar, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap anak yatim piatu dan kaum dhuafa,’’ ujar Budi Karya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu dan kalangan dhuafa melalui kegiatan sosial. ’’Ancol dapat tumbuh dan berkembang seperti sekarang ini tak lepas dari peran karyawan Ancol beserta warga sekitar. ’’Juga merupakan bentuk apresiasi Ancol terhadap wujud kebersamaan,’’ pungkasnya.
       Manajer Community Development PJA Rika Lestari menambahkan, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim piatu dan dhuafa merupakan salah satu bentuk CSR berbasis charity. ’’Kita prioritaskan 80 persen warga yang mendapat santunan  dari Kecamatan Pademangan. Ini karena PJA berada di wilayah tersebut. Sisanya dari wilayah seputar Jakarta Utara,’’ ujarnya.
       Sementara itu, Erida warga warakas V Tanjung Priok, ketua nonpanti sosial asuhan anak Jamiatul Firdaus mengaku senang dengan kepedulian Ancol. Pihaknya membawa 10 orang anak dalam acara kemarin. ’’Acara ini bagus membantu meringankan anak yatim. Kita punya 50 anak binaan, dapat 10 sudah bersyukur,’’ ujarnya. Ketua RT 06/10 Pademangan Timur Khoiriyah menambahkan, pihaknya membawa jumlah 20 orang anak yatim di setiap kelurahan.
Wawan, anak yatim dari Marunda, Cilincing, yang duduk di kelas 5, mengaku senang dapat santunan serta diberi kesempatan mengunjungi Ocean Dream Samudera, Ancol Taman Impian. (dai)

Kategori:ANCOL

Dari Menanam Pohon, Tabur Benih Ikan, hingga Menikmati Lumba-Lumba

Terbit di Koran harian pagi ibu kota INDOPOS Tanggal 15 Agustus 2011

Ketika Para Guru dari Daerah Terpencil Diajak ke Ancol

JAKARTA-Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Minggu (14/8) mengajak guru-guru dari pulau terpencil di tanah air ke Ecopark, Ancol Taman Impian, Jakarta Utara. Di sana, para guru diajak menanam pohon untuk penghijauan. Sekaligus mendukung program pemerintah untuk penanam satu miliar pohon. ’’SIKIB mengundang para guru dari daerah terpencil ke sini sebagai bentuk apresiasi untuk mereka yang telah mengabdi, mencerdaskan anak bangsa di daerah terpencil,’’ ujar Liza Mustafa Abubakar, ketua panitia pemilihan guru daerah khusus (Gurdasus) di sela-sela acara kemarin.
    Adapun pohon yang ditanam di Ecopark oleh SIKIB dan guru adalah 33 pohon jenis sawo kecik. Selain menanam pohon, mereka juga menabur benih ikan mas. Setelah itu, para guru diajak berekreasi dan menikmati pertunjukan lumba-lumba dan anjing laut di Ocean Dream Samudra.
    M. Husnan, panitia dan guru pendidikan luar biasa tingkat nasional, menambahkan, ada 99 guru dari berbagai daerah di tanah air yang diajak ke Jakarta. Mereka mendapatkan apresiasi. Kunjungan ke Ancol Taman Impian merupakan salah satu dari rangkain acara. ’’Adapun jumlah guru yang kita apresiasi ada 99 orang. Namun 2 orang berhalangan datang. Jadi 97 orang yang datang, mereka berasal dari daerah terpencil di Indonesia,’’ ujarnya.
    Husnan menambahkan, mereka yang datang merupakan hasil seleksi dari provinsi masing-masing. Di Jakarta, mereka diberi sejumlah pengetahuan, diajak ke sejumlah tempat serta bertemu dan berdialog dengan istri kabinet.
 ’’Pengumuman pemilihannya rencananya digelar dalam waktu dekat ini, 16 Agustus,’’ tegasnya.
      Sementara itu, Sawir, guru SD 07 Pulau Mentebung, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, mengaku terharu diundang SIKIB. Pria yang telah 25 tahun bekerja sebagai guru itu mengatakan, dia dipanggil untuk mengikuti karya wisata ke Jakarta.’’Kita juga diajak untuk berjumpa dengan ibu atau istri kabinet. Tanya jawab tentang pendidikan, khususnya di daerah terpencil,’’ ujarnya.
    Sawir juga ditanya suka dukanya, tantangan, dan motivasi menjadi guru di daerah terpencil. ’’Kalau kita yang menjadi masukan, terutama transpotasi. Jarak yang di tempuh sangat jauh,’’ ujarnya.
    Elsinoho, 26, guru dari Provinsi Gorontalo, yang mengajar di SDN 7 di Jalan Melati Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Wanita berjilbab yang menjadi guru kelas itu berharap, dengan adanya pemilihan memberikan motivasi kepada guru. ’’Khususnya guru dari daerah terpencil, bisa meningkatkan kualitas. Terutama dalam proses pembelajaran sehingga kualitas pendidikan yang ada di sekolah bisa tercapai,’’ jelasnya.
   Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadi menjelaskan, Ecopark yang mempunyai luas sekitar 33,6 hektare dulunya adalah lapangan golf. Saat ini menjadi taman hijau terbuka yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan lingkungan hidup.’’Ecopark berbasis edutainment. Taman ini dilengkapi berbagai sarana yang bisa dimanfaatkan bagi pendidikan lingkungan hidup seperti taman flaura dan taman fauna,’’ ujarnya.
    Selain itu juga fasilitas multifungsi untuk permainan petualangan
terbuka. Kehadiran Ecopark bermanfaat bagi kepentingan pendidikan, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi
muda akan arti penting memelihara lingkungan dan menjaga kekayaan
keragaman hayati Indonesia.
    Ecopark yang ditata dengan konsep memperkaya elemen natural
menjadi salah satu jendala bagi masyarakat perkotaan tentang
potensi keragaman hayati Indonesia. Ecopark, sebuah taman terbuka
dilengkapi berbagai fasilitas edutainment, botanical garden, dan
sarana adventure berbasis green lifestyle. Kehadiran Ecopark juga dirancang memperkuat koridor hijau di sepanjang areal Ancol Taman Impian. (dai)

Kategori:ANCOL